QBHeadlines.Com - Acara Leadership Series pada tanggal 8 Desember 2009, yang diselenggarakan bersama-sama dengan
peluncuran buku saya berjudul “Tiap Detik Bermakna” menghadirkan Teddy
P. Rachmat sebagai pembicara. Bagi pengalaman selama 90 menit itu
sungguh luar biasa. Tulisan ini saya buat agar lebih banyak orang bisa
belajar dari sukses Teddy P. Rachmat.
Teddy membuka sesi bagi pengalaman dengan menuturkan 5 fondasi bisnis yang jadi pegangannya agar sukses :
1. Memilih model bisnis yang tepat.
Sebagai ilustrasi, memilih bidang usaha yang bersaing dengan
perusahaan-perusahaan China akan sangat melawan angin. Susah untuk
sukses, karena mereka sudah jauh di depan dengan produk -produk yang
sangat murah. Sebaliknya memilih bisnis yang mensuplai ke China adalah
bisnis yang akan terbawa angin, kemungkinan suksesnya lebih besar.
Pilih bisnis dimana kita mempunyai keuntungan komparatif.
2. Filosofi manajemen.
Manajemen adalah proses dari A sampai Z dengan standar yang harus
dipenuhi. Masing-masing perusahaan mempunyai prosesnya sendiri. Standar
adalah harga mati yang harus dipenuhi dan setiap waktu harus dinaikkan.
Proses yang baik akan menghasilkan bisnis yang baik.
3. Budaya perusahaan yang transparan dan menerapkan meritokrasi.
Transparan artinya tidak ada yang disembunyikan, semuanya dilakukan
dengan cara yang benar, termasuk membayar pajak, sehingga tidak perlu
ada yang disembunyikan. Meritokrasi artinya yang terbaik yang naik,
bukan karena kedekatan, atau alasan lain.
4. Rekrutmen atas dasar karakter, disiplin dan passionate. Orang yang memenuhi 3 syarat ini mudah sekali diajari, tidak perlu IQ tinggi.
5. Leadership.
Ada 3 faktor kepemimpinan yang terpenting. Pertama, adalah contoh atau
panutan. Jangan harap pegawai akan datang pada jam 8 pagi kalau
pemimpinnya datang jam 9. Pemimpin harus memberikan contoh yang baik.
Kedua, pemimpin harus bisa membawa kemajuan. Perusahaan harus terus
berkembang hingga menjadi yang terbaik di bidangnya. Ketiga, take care of the people.
Sama dengan CEO, pegawai pun punya cita-cita. Mereka ingin mapan, bisa
menyekolahkan anak. Tentu pemimpin harus tega untuk mengeluarkan
pegawai yang tidak baik. Tetapi mereka yang baik, harus diperhatikan
kebutuhannya. Bukan hanya uang, tetapi juga kesempatan untuk
berkembang, suasana kerja yang baik dan kebanggaan. Belonging to a
winning group tentu merupakan harapan setiap orang.
Dengan kelima prinsip di atas Teddy yang memulai karirnya di Astra International sebagai salesman di Heavy Equipment Division pada tahun 1969, telah membawa Astra
International dari perusahaan kelas paviliun, menjadi perusahaan dengan
jumlah pegawai 200.000 orang dan nilai kapitalisasi pasar Rp. 140
triliun. Beberapa CEO telah memimpin Astra International setelah Teddy,
tetapi nilai-nilai seperti transparansi dan meritokrasi tetap
dipertahankan dan itu adalah pondasi sukses Astra yang berkelanjutan.
Dream and Willingness to Pay the Price
Menjawab
pertanyaan soal kesempatan yang tidak datang pada semua orang, Teddy
menceritakan tiga kisah. Pertama adalah tentang sepupunya yang setelah
sekolah di bidang kedokteran selama tujuh tahun dan tinggal sebulan
lagi akan lulus, tiba-tiba semua miliknya dan surat-suratnya terbakar
dalam peristiwa G-30-S di tahun 1965. Sepupunya itu lalu memutuskan
untuk pergi ke Jerman dan menjadi perawat di sana. Selama empat tahun
dia mengumpulkan uang sebagai perawat, lalu sekolah kedokteran lagi di
Belanda, selama tujuh tahun. Akhirnya dia jadi dokter juga setelah 7
tahun sekolah di Jakarta, 4 tahun mengumpulkan uang di Jerman dan 7
tahun sekolah di Belanda. Total 18 tahun. Kesempatan memang harus
dikejar.
Yang kedua, dia bercerita tentang kisah seorang anak
di China yang dilihatnya di Discovery Channel. Anak kecil ini berumur
14 tahun dan bercita-cita untuk berbisnis restoran. Ketika ditanya
bagaimana mungkin dia bisa berbisnis restoran sementara dia tidak
memiliki modal, anak ini lalu bercerita tentang rencana dia. Sebagai
pelayan kini dia berpenghasilan 800 yuan sebulan, setara dengan US$
100. Penghasilannya itu, 40 dolar dikirimkan pada ibunya, 20 dolar
dia pakai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan sisanya 40 dolar
dia tabung. Setahun dia mengumpulkan 500 dolar. Dalam perhitungannya,
untuk membuka restoran dia butuh modal 7500 dolar. Jadi dalam 15 tahun
dia akan bisa memulai bisnis restorannya, kata anak kecil ini. Anak ini
punya mimpi dan bekerja keras untuk merealisasikan mimpinya.
Yang
ketiga, Teddy bercerita tentang Sukanto Tanoto yang pernah menjadi
orang terkaya di Indonesia. Ayah Sukanto adalah supir truk, sementara
ibunya menyewakan petromaks yang diantarkan oleh Sukanto pada sore hari
pada pelanggan dan di ambilnya lagi keesokan harinya. Datang dari
keluarga seperti itupun Sukanto bisa menjadi salah satu orang terkaya
di Indonesia.
Bagi Teddy, sukses itu tergantung pada dream and willingness to pay the price. Sukses tidak datang sendiri, melainkan karena adanya kemauan, disiplin
dan kerja keras terus menerus. Selama 40 tahun, bila tidak sedang sakit
atau di luar negeri, Teddy selalu sudah di kantor pada jam 7:30 pagi.
Dan tiap hari, 2 jam dihabiskannya untuk membaca berita. Banyak orang
ingin menjadi pengusaha sukses, pertanyaannya, siapkah mereka untuk
rugi? Siapkah mereka untuk bekerja keras? Siapkah mereka untuk bangun
dari kegagalan-kegagalan dan mulai lagi?
Menjadi Pengusaha Sukses
Pada
umur 55 tahun setelah berhasil membesarkan Astra International, Teddy
mundur dari Astra dan menjadi pengusaha. Ia memulainya dengan
membesarkan Adira Finance, perusahaan pembiayaan yang didirikan
ayahnya. Waktu itu Adira Finance adalah perusahaan kecil. Dengan
jaminan pribadinyanya, Teddy mendapat pembiayaan masing-masing 2
triliun dari Chairul Tanjung (Bank Mega) dan Arwin Rasyid (Bank
Danamon). Perusahaan kecil itu kini mengdatangkan keuntungan 1.5
triliun setahun. Teddy berpendapat bahwa perusahaan pembiyaan seperti
Adira Finance akan lebih sukses bila di-back up oleh bank. Itu sebabnya
Teddy kemudian menjual Adira Finance pada Bank Danamon. Terus terang
Teddy mengatakan ia mendapatkan 300 juta dolar dari penjualan itu, dari
modal dengkul.
Untuk menentukan bisnis selanjutnya, Teddy
berpikir bahwa energi dan pangan adalah bisnis yang bisa mensuplai ke
China. Ia lalu membuka bisnis batubara dan kelapa sawit. Bisnis
batubara nya gagal, dan Teddy kehilangan 50 juga dolar disana. Dari
pengalaman pahit ini ia belajar, rupanya kelima pondasi bisnis di awal
artikel ini tidak diterapkannya. Ia mempercayakan bisnis itu pada orang
lain dan tertipu. Kesempatan untuk masuk ke dunia batubara datang lagi
ketika saudara sepupunya hendak menjual Adaro. Pada waktu itu sudah ada
perusahaan yang akan membeli Adaro dengan harga 750 juta dolar. Teddy
meyakinkan sepupunya (Edwin) untuk menjual Adaro kepadanya dengan
harga 1 milyar US dolar, padahal saat itu ia hanya punya 50 juta dolar.
Jadilah Teddy membeli Adaro dengan modal 50 juta dolar yang dimilikinya
dan pinjaman sebesar 950 juta dolar. Kini Adaro bernilai 6 milyar US
Dolar, dimiliki oleh 5 keluarga dan sudah melantai di bursa saham.
Sementara itu Teddy juga membesarkan Triputra, yang menurut majalah
Warta Ekonomi ada di ranking 10 dengan nilai penjualan 30 triliun dan
dalam waktu 5 tahun akan menjadi 50 triliun. Adaro dan Triputra telah
membuat Teddy menjadi orang terkaya nomor 15 di Indonesia versi majalah
Forbes, dengan nilai kekayaan 900 juta dolar.
Untuk menciptakan
kekayaan, Teddy memberikan nasihat untuk selalu melawan arus. Artinya
belilah perusahaan atau saham ketika orang sedang panik menjual. Teddy
juga menasihatkan untuk membuat satu bisnis dulu dengan baik lalu lipat
gandakan menjadi banyak (leverage). Ilustrasi yang dipakainya buat dulu satu restaurant Mc Donald, bila berhasil, buat 1000 restoran.
Menjawab
pertanyaan apakah sebaiknya langsung menjadi pengusaha atau seperti
Teddy, menjadi profesional dulu baru menjadi pengusaha, Teddy
mengibaratkan, bila ingin menjadi juara tenis, apakah kita langsung
ambil raket dan bertanding, atau latihan forehand dulu setahun, lalu backhand setahun, setelah pondasi nya kuat baru terjun bertanding? Kepada
anak-anaknya, Teddy menasihatkan untuk latihan dulu, kuasai pondasinya,
baru jadi pengusaha. Teddy baru terjun menjadi pengusaha pada usia 55
tahun, dan ternyata tidak terlambat.
Syarat yang lain untuk sukses sebagai pengusaha selain bibit (karakter, passionate dan disiplin) adalah cari lingkungan yang kondusif. Teddy mencontohkan
patnernya Sandiaga Uno, yang masih muda namun sudah jadi pengusaha
sukses dan masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia. Menurut
Teddy, Sandi bekerjanya seperti orang “gila” dan dia masuk ke
lingkungan yang sangat kondusif. Bila ingin jadi pengusaha sukses,
bergaulah dengan pengusaha, jangan bergaulnya hanya dengan LSM.
Teddy
menutup acara dengan nasihat agar kita menjaga reputasi. Jangan pernah
tidak menepati janji. Salah satu faktor terpenting dalam suksesnya
membangun bisnis adalah reputasi. Teddy mendapat pinjaman bank untuk
membesarkan bisnis rugi yang di belinya atas dasar reputasi. Teddy juga
kembali menekankan pentingnya dream dan willingness to pay the price. Baginya hoki adalah bangun lebih pagi, kerja lebih keras dan baca lebih banyak.
Salam hangat penuh semangat. Betti Alisjahbana
9 comments
harijono
Mas SS, Bravo & sukses selalu
Busman
Buka cabang di Kal-tim ajach..kerjasama dng perusahaan kami,di kaltim prospeknya bagus utk turbin dan pump,klo berminat dikaltim kami siap jadi patner karena perusahaan kami bergerak dibidang Fabricate dan perbaikan alat berat,kami tunggu infonya...
ipung
Waterland, sudah melakukannya di Indonesia, konsorsium perusahaan belanda ini menggunakan jarak pagar yang ditanam di lahan-lahan kritis di jawa....
Nanang Gunanzah
salam kenal ya mas.. Moga ku bisa meniru semangatnya..
Subang.
tie
contoh itb panutan niy, jadi maluu dengan itb yg lain...semoga suatu hari nanti biotechnoprenur saya juga di mudahkan bisnisnya..congrats
20501027
Firdaus
Mas Denni, klo mau membuat turbin mungkin bisa bekerja sama dengan dosen saya Dr.Ir Hendrawan...
Beliau juga memiliki cita-cita yang sama untuk membuat turbin agar Indonesia tidak perlu lg belanja ke luar negeri..
terima kasih..
-Firdaus Sustanto(13106099)-
Tk.Mesin ITB
eflinms
Selamat & maju terus...
Tahmid
Senang sekali saya membaca artikelnya, bagi-bagilah tip-tip kesuksesannya aga bisa menular kepa yang lainnya
Pontiank 11-03-20010
Wildan Eltik
wah..keren banget..masih muda sudah melakukan hal seperti itu
berawal dari niat yang mulia...menghasilkan hal yang mulia