Slideshow image


Since your web browser does not support JavaScript, here is a non-JavaScript version of the image slideshow:

slideshow image


slideshow image


    BERANDA  BERITA RINGKAS  KEPEMIMPINAN  ENTREPRENEURSHIP  INOVASI  INDUSTRI KREATIF  GAYA HIDUP  OPEN SOURCE  BLOG 
   

  Betti Alisjahbana's Journal


  Keanehan Tata Kota Jakarta

 
Artikel
Leadership
Artikel Entrepreneurship


  Tentang Betti
Lebih dari 20 tahun berkecimpung didunia Teknologi Informasi dikombinasikan dengan latar belakang pendidikan Arsitektur merupakan modal kuat bagi Betti untuk mendirikan dan memimpin QB Creative (PT Quantum Business International) yang bergerak di Industri Kreatif. QB Headlines, QB Architects, QB Furniture dan QB Creative IT adalah 4 bidang bisnis yang digelutinya saat ini.

Sampai dengan Januari 2008 Betti adalah Presiden Direktur PT IBM Indonesia, posisi yang dijabatnya selama 8 tahun. Ia adalah wanita pertama di IBM Kawasan Asia Pasifik yang dipercaya untuk memimpin operasi IBM di suatu Negara.
  [read more]

  Kontak
Email:betti@Qbheadlines.com
YM:bettisetiastuti@yahoo.com
Phone:(021)7667054
 


  Artikel Sebelumnya
   

  Tanya Jawab
  1. Apa yang harus disiapkan untuk melamar ke perusahaan multinational?
  2. Bagaimana berkomunikasi yang baik dengan atasan yang agak perfeksionis ya?
  3. Tepatkah berhenti dari perusahaan yang kental praktik nepotismenya?
  4. Bagaimana menghadapai atasan yang emosional dan cenderung kasar?
  5. Bagaimana menangani patner kerja yang belum berpengalaman?
  6. Apa kriteria memberhentikan karyawan?
  7. Apa yang dimaksud “sarana untuk menyelamatkan muka” ?
  8. Apakah saya kutu loncat jika menerima tawaran yang lebih baik ?
  9. Bagaimana berkomunikasi yang baik dengan atasan yang agak perfeksionis ya?
 
 
  Pemimpin dan Tanggung Jawab  
 

Oleh: Betti Alisjahbana

"Banyak orang berusaha menghindari tanggung jawab ketika ada masalah. Padahal justru ketika ada masalah, pemimpin paling dibutuhkan. Pemimpin dan tanggung jawab adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Sifat tidak bertanggung jawab dan mengalihkan kesalahan kepada orang lain hanya akan membuat seorang pemimpin tidak lagi efektif sebagai pemimpin, karena timnya tidak akan percaya dan menghargainya lagi."

Kamis malam, saya sungguh gembira menyaksikan pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai respon atas hasil Sidang Pleno DPR tentang kasus Century. Setelah sekian lama ditunggu, akhirnya penghargaan, dukungan, dan perlindungan terhadap dua orang terbaiknya, Sri Mulyani Indrawati dan Boediono, keluar dari mulut SBY.

Sejak kasus Century ini muncul ke permukaan, saya mengikutinya dengan gemas—bagaimana Sri Mulyani dan Boediono dihujat, didemo, diserang habis-habisan, baik di jalan maupun di ruangan pansus DPR. Padahal, bila kita ikuti dengan seksama penjelasan mereka, baik dalam pemeriksaan pansus DPR maupun dalam buku putih yang dikeluarkan oleh Departemen Keuangan, keputusan bailout sungguh masuk akal pada waktu itu, apa lagi ditunjang dengan rekam jejak dan integritas keduanya. Saya percaya, keputusan bailout diambil semata-mata demi mencegah krisis yang lebih dalam. Gemas saya bertambah ketika melihat pak SBY tampak membiarkan kedua pembantunya itu seakan berjuang sendiri. Karena itu, saya sungguh gembira ketika—meskipun agak terlambat—SBY mengambil tanggung jawab atas kasus tersebut.

Banyak orang berusaha menghindari tanggung jawab ketika ada masalah. Padahal justru ketika ada masalah, sosok pemimpin paling dibutuhkan. Pemimpin dan tanggung jawab adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Sifat tidak bertanggung jawab dan mengalihkan kesalahan kepada orang lain hanya akan membuat seorang pemimpin tidak lagi efektif sebagai pemimpin, karena timnya tidak akan percaya dan menghargainya lagi.

Di bawah ini adalah beberapa pokok pikiran mengenai pemimpin dan tanggung jawab:

  • Pemimpin bertanggung jawab atas semua yang dilihatnya. Itu berarti, dia juga bertanggung jawab atas apa yang dilihat oleh organisasinya serta tim yang dipimpinnya. Dia bertanggung jawab atas hasil-hasil yang dicapainya, baik hasil yang baik maupun hasil yang buruk. Ada pepatah yang mengatakan “Success has many fathers, while failure is an orphan”, tetapi bagi pemimpin yang baik, hal yang berlaku adalah sebaliknya. "Leadership means you don't duck when things go wrong."
  • Pemimpin bertanggung jawab untuk memulai komunikasi secara proaktif. Ketika kesalahpahaman terjadi dan gosip timbul, pemimpin bertanggung jawab untuk meluruskan dan membangun komunikasi agar kesalahpahaman tidak muncul lagi.
  • Pemimpin bertanggung jawab untuk memberi contoh yang baik dan menjadi agen perubahan. Pemimpin mengerti bahwa apa yang dilakukannya akan ditiru dan diperbesar oleh timnya, dan karenanya mereka harus mengenakan standar yang tinggi pada dirinya. Menjadi pemimpin adalah menjadi orang yang bisa jadi panutan—baik dalam kinerja maupun integritas. Ia harus hidup sesuai dengan nilai-nilai yang baik yang dianutnya.
  • Pemimpin bertanggung jawab atas kinerja organisasinya. Kemampuan kepemimpinan seorang pemimpin dinilai dari kinerjanya. Pemimpin tidak bisa menyalahkan siapapun kecuali dirinya untuk kinerja yang buruk.
  • Pemimpin bertanggung jawab agar organisasinya memiliki prioritas dan fokus. Pemimpin membuat tim dan organisasinya fokus pada hal-hal yang penting. Dia menjaga fokus dan prioritas itu, membuat keputusan-keputusan, dan menghilangkan hambatan-hambatan agar organisasi tetap dapat fokus pada hal-hal yang penting dan menghasilkan kinerja prima.


Tanggung jawab seorang pemimpin memang sangat besar. Demikian pula pemimpin harus menerapkan standar yang tinggi bagi dirinya karena keputusan-keputusan yang diambil olehnya akan mempengaruhi banyak orang.

Dalam kaitannya dengan tanggung jawab ini, ada dua quote dari Collin Powell yang ingin saya kutip:

  • As a leader, you set the tone for your entire team. If you have a positive attitude, your team will achieve much more.
  • The essence of leadership is the willingness to make the tough decisions. Prepared to be lonely.


Siapkah kita menjadi pemimpin yang bertanggung jawab?

Salam hangat penuh semangat
Betti Alisjahbana
http://QBleadershipCenter/

 
 Posting : Senin, 08 Maret 2010 
 


Tambah Komentar
 
 Nama
 Email
 Komentar  
Verifikasi captcha
 
 


Komentar

     

    HEADLINE BERITA

    Kuala Lumpur - Meski baru setahun membuka cabang di Malaysia, tapi Bank Muamalat Indonesia (BMI) di Kuala Lumpur mengklaim sudah balik modal dan bisa mencetak penghasilan untuk menutupi pengeluarannya. "Tepatnya bulan ke-11, kita sudah break event point," kata GM BMI Kuala Lumpur, Afrid Wibisono, Kamis (11/3).

    Kini BMI mencoba membidik pasar corporate business. "Kami banyak memberi fasilitas kepada perusahaan Malaysia yang punya cabang di Indonesia," kata Afrid. Selain itu, BMI pun menjajal pasar retail dengan menggandeng Bank Muamalat Malaysia dan melakukan sistem direct selling. Hingga Februari 2009, BMI Kuala Lumpur meraup laba 234.000RM (Rp650 juta). "Kami targetkan laba tahun ini mencapai 2 juta RM (Rp5,55 miliar)," ujarnya.

    Sumber: tempointeraktif.com      Posting : Jum'at, 12 Maret 2010 Category: Kepemimpinan Komentar

    Jakarta - PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk menandatangani perjanjian kerjasama dalam hal Sinergi Pemanfaatan Sumber Daya Perusahaan. Sinergi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam rangka pertumbuhan bisnis kedua perusahaan.

    Menurut D. James Rompas, Wakil Presdir CIMB Niaga, dalam  kerjasama ini, CIMB Niaga akan memanfaatkan jasa telekomunikasi, informasi, media dan edutainment (TIME) yang dikelola, dikembangkan, dan disediakan oleh Telkom. Adapun Telkom akan memanfaatkan sarana dan jasa perbankan dari CIMB Niaga. Kerjasama ini jadi landasan kedua pihak guna mengembangkan layanan bersama lainnya yang berbasis e-transaction.

    Sumber: bisniskeuangan.kompas.com      Posting : Kamis, 11 Maret 2010 Category: Kepemimpinan Komentar

    Jakarta - Ketua MK Mahfud MD melapor ke KPK tentang gratifikasi yang dia terima dalam bentuk piagam penghargaan berisi logo berlapis emas 66 gram dan uang tunai Rp20 juta. Plakat itu Mahfud terima dari UII, Yogya, saat peringatan hari jadinya ke-66 pada 2009. Sedangkan uang tunai Rp20 juta dia terima sebagai tokoh Pembaruan 2009 dari surat kabar Republika pada Desember 2009.

    Menurut Mahfud, Selasa (9/3), dia mendapat 12 penghargaan dari masyarakat sepanjang 2009. Namun, yang bermuatan gratifikasi hanya 2 itu. Karena itu, ia merasa terpanggil membuat laporan semata demi kewajiban hukum. "Ini kewajiban hukum bagi saya ketika terima sesuatu berupa uang atau harta, saya lanjut lapor ke sini (KPK). Meski saya tahu itu legal," kata Mahfud. Dia merasa perlu melapor sebelum memajang plakat itu.

    Sumber: nasional.kompas.com      Posting : Rabu, 10 Maret 2010 Category: Kepemimpinan Komentar

    Jakarta - RUPS PT Holcim Indonesia Tbk menyetujui susunan komisaris baru, Senin (8/3). Menurut Relationship Management Director, Rusli Setiawan, Wakil Presiden Komisaris baru adalah Arief T Surowidjojo, sedangkan Komisaris Independen baru adalah Dr. Rozik Boedioro Soetjipto dan John D Rachmat. Selain mereka bertiga, struktur baru dewan komisaris perusahaan diisi antara lain oleh Paul Hugentobler sebagai Presiden Komisaris, serta Madan Lal Narula dan Renee Zecha sebagai Komisaris. Sementara itu, anggota dewan komisaris yang meminta untuk tidak dipilih kembali yaitu Tom Clough dan Dr. Kuntoro Mangkusubroto.

    SMCB mencatatkan laba bersih sekitar Rp896 miliar atau naik 217% pada 2009, dibandingkan tahun sebelumnya sekitar Rp282 miliar. Penjualannya pun naik 11,3% menjadi Rp 59 triliun.

    Sumber: bisnis.vivanews.com      Posting : Selasa, 09 Maret 2010 Category: Kepemimpinan Komentar
        QB LEADERSHIP CENTER  |  BERANDA  |  BERITA RINGKAS  |  KEPEMIMPINAN  |  ENTREPRENEURSHIP  |  INOVASI  |  RESENSI BUKU  |  INDUSTRI KREATIF  |  GAYA HIDUP  |   OPEN SOURCE  |  BLOG