Betti Alisjahbana's Journal
|
|
|
|
Artikel
Leadership |
Artikel Entrepreneurship |
|
|
Lebih dari 20 tahun berkecimpung didunia Teknologi Informasi dikombinasikan dengan latar belakang pendidikan Arsitektur merupakan modal kuat bagi Betti untuk mendirikan dan memimpin QB Creative (PT Quantum Business International) yang bergerak di Industri Kreatif. QB Headlines, QB Architects, QB Furniture dan QB Creative IT adalah 4 bidang bisnis yang digelutinya saat ini.
Sampai dengan Januari 2008 Betti adalah Presiden Direktur PT IBM Indonesia, posisi yang dijabatnya selama 8 tahun. Ia adalah wanita pertama di IBM Kawasan Asia Pasifik yang dipercaya untuk memimpin operasi IBM di suatu Negara.
[read more]
|
Betti memulai karirnya di IBM pada tahun 1984 sebagai trainee. Selain menjabat berbagai posisi penting di Indonesia, Betti juga telah malang melintang didunia International diantaranya :
General Manager, General Business, IBM ASEAN dan Asia Selatan ( 1996-1998),
General Manager, e-business and Cross Industry Solutions IBM ASEAN dan ASIA Selatan ( 1998-1999).
Jabatan lain yang saat ini dipegangnya adalah :
Duta Open Source Indonesia & Ketua Umum Asosiasi Open Source Indonesia
Anggota Majelis Wali Amanah ITB.
Ketua Yayasan ITB Tujuh Sembilan
[hide]
|
|
| Email | : | betti@Qbheadlines.com |
| YM | : | bettisetiastuti@yahoo.com |
| Phone | : | (021)7667054 |
| |
|
-
Apa yang harus disiapkan untuk melamar ke perusahaan multinational?
Pertanyaan:
bu Betty,
Saya salah seorang Sales Engineer yang sudah
berkecimpung selama 5 tahun di sebuah perusahaan supplier keluarga.
Karena tidak adanya transparansi keuangan di perusahaan saya ini,
ditambah lagi dengan salary saya yang hanya sekitar 2 juta padahal
sudah lama mengabdi, saya berniat untuk re-sign dari perusahaan ini.
Saya berniat untuk melamar di perusahaan multinasional dengan harapan
salary dan karir yang lebih baik. Mohon sarannya apa yang saya harus
saya siapkan untuk melamar ke perusahaan multinational tsb?
Jawab:
Rekan Andri, Terima kasih atas pertanyaannya. Saya mendukung rencana Anda untuk mencari kesempatan mengembangkan karir dengan lebih baik.
Secara
umum perusahaan multinasional mencari tenaga kerja dengan kememampuan
teknis dan soft skill yang terbaik. Untuk mendapatkan perspektif
tentang apa yang dicari oleh perusahaan multinasional, saya sarankan
Anda membaca artikel saya berjudul "Memilih Tim Pemenang" yang bisa di
baca di http://www.qbheadlines.com/career.php?cat=8&id=84
Berikut ini adalah beberapa tips untuk persiapan Anda :
- Kunjungilah situs web dari perusahaan yang Anda inginkan, biasanya di situ ada informasi tentang lowongan kerja.
- Hubungi
juga teman-teman Anda yang bekerja di Perusahaan Multinasional,
tanyakan pada mereka apakah ada lowongan di perusahaan tempat mereka
bekerja.
- Perhatikan kualifikasi yang diminta untuk masing-masing lowongan tersebut. Perhatikan apakah cocok dengan kualifikasi Anda.
- Kalau kualifikasi Anda mendekati dengan kualifikasi yang di minta, ajukan lamaran.
- Di dalam surat lamaran,
tonjolkan kenapa Anda merupakan orang yang tepat untuk lowongan yang
ada, yaitu dengan menuliskan kekuatan-kekuatan Anda yang relevan dengan
kualifikasi yang dibutuhkan.
- Perusahaan Multinasional umumnya mensyaratkan kemampuan berbahasa
Inggris yang baik. Jadi lakukan persiapan yang baik disini, termasuk
tulislah lamaran Anda dalam bahasa Inggris yang baik dan benar.
Apabila
Anda dipanggil untuk interview, persiapkanlah dengan baik. Dengan
persiapan yang baik, biasanya anda akan tampil lebih percaya diri.
Berikut ini adalah beberapa tips untuk interview :
- Pakailah pakaian yang rapi, profesional dan cenderung konservatif agar lebih aman. Apalagi kalau Anda melamar ke Bank.
- Perhatikan
Bahasa Tubuh Anda. Posisi yang tegap, dengan mata menatap lawan bicara
memberikan kesan positif pada perusahaan Multinasional.
- Antisipasikan pertanyaan-pertanyaan yang mungkin ditanyakan. Dan
siapkan jawabannya. Biasanya pertanyaan-pertanyaan berikut ini akan
ditanyakan :
- Ceritakan siapa Anda dan kenapa Anda melamar kemari.
- Apa yang Anda tau tentang perusahaan ini
- Prestasi-prestasi apa yang pernah Anda capai sebelumnya ?
- Apakah Anda pernah memimpin suatu organisasi sebelumnya ? Ceritakan pengalaman Anda itu.
- Apa kekuatan dan kelemahan Anda ?
- Mengapa Anda pikir Anda kandidat yang tepat untuk pekerjaan ini ?
- Siapa orang yang bisa memberikan referensi tentang Anda ?
- Dan tentunya pertanyaan yang bersifat agak lebih teknis sesuai dengan jenis pekerjaannya.
Jawab
pertanyaan-pertanyaan dengan tenang. Kalau belum menangkap
pertanyaannya, tanyakan agar lebih jelas. Berikan jawaban yang runtut
dan terstruktur, jangan perputar-putar. Tunjukkan bahwa Anda serius menginginkan pekerjaan itu dengan melakukan persiapan yang baik.
Selamat mencari pekerjaan yang Anda inginkan. Saya sarankan jangan lepaskan pekerjaan Anda dulu
sebelum mendapatkan pekerjaan yang baru. Lebih mudah mendapatkan
pekerjaan ketika Anda masih punya pekerjaan.
Semoga sukses menyertai Anda.
Salam hangat penuh semangat
Betti Alisjahbana http://QBheadlines.com/ http://QBarchitects.com/
-
Bagaimana berkomunikasi yang baik dengan atasan yang agak perfeksionis ya?
Pertanyaan:
Bagaimana berkomunikasi yang baik dengan atasan yang agak perfeksionis ya?
Jawab:
Rekan Djoko,
Terima kasih atas pertanyaannya.
Punya atasan yang perfeksionis memang suatu tantangan tersendiri. Anda akan bisa menghadapinya dengan baik apabila Anda melihatnya sebagai
sesuatu yang positif, yaitu merangsang Anda menghasilkan standard
kinerja tinggi.
Berikut ini adalah beberapa tips untuk berkomunikasi dengan baik dengan atasan yang agak perfeksionis :
● Jadilah
pendengar yang baik bagi atasan Anda itu. Perhatikan betul-betul apa
yang dia harapkan dari Anda. Jangan ragu-ragu untuk bertanya termasuk
mengkonfirmasikan bahwa apa yang Anda tangkap sudah betul.
● Selanjut,
apabila Anda punya ide awal, sampaikan pada atasan Anda untuk tau
apakah ide Anda ini sesuai dengan harapanNya. Atasan yang perfeksionis
senang mendengar ide-ide bagaimana pekerjaan bisa dilakukan dengan
lebih baik.
● Lakukan
persiapan yang baik sebelum Anda bertemu dan berkomunikasi dengan
atasan Anda itu. Bayangkan Anda ada di posisi dia, kira-kira apa yang
akan ditanyakannya, lalu detil-detil apa yang kemungkinan akan dilihat
dan ditanyakan. Siapkan jawaban atas antisipasi pertanyaan-pertanyaan
dari atasan Anda ini.
● Dengan persiapan yang baik Anda akan lebih percaya diri dan dapat memenuhi harapan atasan yang agak perfeksionis ini.
● Apabila
di kritik, tidak perlu defensif, anggaplah kritikan ini sebagai usaha
menjadikan Anda lebih baik lagi. Dengarkan dan bila memang kritiknya
masuk akal, cari cara untuk memperbaiki.
Beberapa kali saya punya atasan yang perfeksionis, dan melihat kebelakang saya
sungguh berterima kasih punya pengalaman ini karena mereka telah
membangun disiplin dalam diri saya untuk mempersiapkan segala
sesuatunya dengan baik, termasuk detil-detilnya.
Semoga tips ini berguna, dan karir Anda semakin sukses
Salam hangat penuh semangat
Betti Alisjahbana
-
Tepatkah berhenti dari perusahaan yang kental praktik nepotismenya?
Pertanyaan:
Dear Mbak Betti, Saya baru saja memutuskan berhenti dari pekerjaan, setelah lima tahun lebih berkarya. Penyebab utama adalah praktek nepotisme. Setelah lima tahunan bekerja saya akhirnya melihat praktek ini begitu kental.Setelah merenung saya mengambil sikap untuk keluar dari perusahaan dan sedang dalam proses mencari tempat berkarya yang lain. Perusahaan ini adalah tempat pertama saya bekerja, saya sendiri awalnya tidak menyangka perusahan listed (tbk) dan merupakan anak perusahaan dari sebuah holding company sangat ternama di Indonesia ini, terdapat juga praktek seperti itu. Ada kalanya saya bertanya apakah saya telah ambil keputusan yang benar, tetapi memang praktek nepotisme sangat tidak sesuai dengan saya.
Jawab:
Saya bisa ikut
merasakan frustasi yang Anda rasakan ketika bekerja di perusahaan yang sangat
kental praktek nepotismenya.
Seperti yang
saya tulis dalam artikel “Mencari Pekerjaan Ideal ?” Lingkungan Kerja, yaitu
nilai-nilai yang dipraktikkan di perusahaan, hubungan atasan bawahan dan hubungan antar pegawai sangat mempengaruhi
kecocokan Anda pada suatu pekerjaan.
Karena Anda
sudah memutuskan untuk keluar, segeralah Anda mencari pekerjaan yang baru.
Jangan biarkan adanya gap yang terlalu besar dalam resume Anda. Pengalaman Anda
diperusahaan ini akan membantu Anda untuk mencari pekerjaan yang lebih sesuai
dengan Anda. Perhatikan faktor-faktor berikut ini dalam memilih pekerjaan :
- Kesempatan untuk Tumbuh dan Berkembang
Kalau Anda
belum terlanjur keluar, sebaiknya Anda cari pekerjaan baru dulu sebelum keluar.
Lebih mudah mencari pekerjaan baru pada saat anda masih bekerja dibandingkan
dengan ketika Anda sudah keluar. Akan tetapi kalau Anda sudah terlanjur keluar,
jangan berkecil hati, segeralah mencari pekerjaan baru.
Semoga Anda
segera mendapatkan pekerjaan ideal Anda.
Salam hangat penuh semangat Betti Alisjahbana
http://QBheadlines.com/
http://QBarchitects.com/
-
Bagaimana menghadapai atasan yang emosional dan cenderung kasar?
Pertanyaan:
Mbak Betti terimakasih artikelnya banyak memberikan saya inspirasi.
bagaikan cermin, pengalaman dan artikel yang mabk tulis. mbak, saya kini punya
masalah dengan atasan saya. Awalnya kami bekerja bagaikan teman, kami saling
mendukung dan menjadi tim yang kuat.
tapi beberapa
waktu lalu, saya menemukan karakter aslinya yang emosional cendrung kasar.
akhirnya saya memutuskan untuk keluar dari tim agar menghindari konflik. apakah
langkah saya ini sudah tepat atau keliru? Apakah saya harus mengalah agar tim
tetap utuh? Karena amarahnya sangat tidak manusiawi.
makasih mbak
sebelumnya.
.
Jawab:
Terima kasih
kembali. Saya senang Anda merasakan manfaat dari artikel-artikel yang saya
tulis.
Mengenai
masalah dengan atasan Anda, mengingat sebelumnya anda dan atasan bekerja
bagaikan teman yang saling mendukung dan merupakan tim yang kuat, lalu beberapa waktu yang lalu karakternya berubah
dan cenderung kasar, apakah ada sesuatu yang menyebabkan perubahan tersebut ?
Memang sangat
sulit menghadapi atasan yang emosional dan cenderung kasar. Kalau Anda sangat
terganggu dengan itu, tentu keputusan Anda keluar dari tim sangat bisa
dipahami. Akan tetapi, akan sangat baik apabila Anda mencoba cari tau apa
penyebab perubahan sikap atasan Anda itu, sehingga Anda bisa mengambil
langkah-langkah yang sesuai. Berikut ini adalah hal-hal yang bisa Anda lakukan
untuk mencari penyebabnya
- Cari tahu apakah sikap emosional dan kasar
itu hanya pada Anda atau juga pada anggota tim yang lain.
- Kalau atasan Anda itu juga emosional dan
kasar pada anggota tim yang lain, maka masalahnya kemungkinan ada pada atasan
Anda itu. Bisa jadi dia punya masalah dengan atasannya, keuarganya atau masalah
pekerjaan yang sangat menggangu yang mengakibatkannya menjadi sangat emosional.
- Kalau ia hanya emosional dan kasar pada Anda
saja, maka kemungkinannya ada masalah di antara Anda berdua. Coba tanyakan
secara baik-baik pada saat atasan Anda itu tidak sedang marah dan pada saat
Anda hanya berdua saja dengan dia.
Di dalam bertanya, usahakan nadanya tidak menyerang atau
menyalahkan. Misalnya saja sbb : “Saya merasakan perubahan sikap Ibu/Bapak pada
saya belakangan ini, apakah ada kesalahan yang saya lakukan sehingga Ibu/Bapak
bersikap demikian. Saya akan lebih mudah memperbaiki diri apabila saya tau
penyebabnya.”
Anda akan bisa
mengambil keputusan yang tepat tentang apa yang perlu dilakukan selanjutnya
apabila Anda tahu apa yang menjadi penyebab sikap emosional dan kasar atasan
Anda tersebut.
Semoga jawaban
saya ini berguna dan semoga Anda mendapat jalan keluar dari masalah yang sedang
Anda hadapi ini.
Salam hangat penuh
semangat
Betti Alisjahbana
-
Bagaimana menangani patner kerja yang belum berpengalaman?
Pertanyaan:
Dear Mbak Betti,
Saya memiliki beberapa partner bekerja yang baru di kantor saya. Yang saya senangi dari tim kami adalah faktor generasi terlalu jauh berbeda sehingga pembicaraan dan visi kami tidak berbeda terlalu jauh.
Setelah satu bulan berlalu, saya yang memegang posisi lebih tinggi sebagai koordinator, mulai merasa kesal dengan salah satu partner saya yang lebih muda.
Dia boleh bilang saya perfeksionis dan pushy, namun hal ini terpaksa saya lakukan setelah berkali-kali dia tidak menepati agendanya. Dan satu hal lagi yang membuat saya jengkel adalah sifat profesionalnya yang tidak proaktif dan tidak bisa membagi urgensi/prioritas pekerjaan. Saya sudah berkali-kali menegur partner muda ini dengan baik-baik, namun dia mengulangi kesalahan yang sama terus.
Saya kemudian berkonsultasi dengan teman-teman saya yang bekerja pada perusahaan yang berlainan. Ternyata mereka menghadapi masalah yang sama. Bahwa generasi yang pengalaman kerja lebih sedikit, atau fresh grad, mayoritas kurang proaktif, malu bertanya, dan memang kok sepertinya malah sudah tugas kami yang harus terus menagih pekerjaan.
Dari pengalaman saya, banyak para chief/koordinator ini mendiamkan personal yang bermasalah ini sampai akhirnya dia tidak diberi kepercayaan sama sekali. Total ignorance. Atau membiarkan dia terlibat dalam suatu kelompok, tetapi sebenarnya faktor keterlibatannya tidak dilihat. Tetapi menurut saya itu tidak menyelesaikan masalah.
Bagaimana cara menghadapi partner bekerja yang seperti ini tanpa merusak hubungan kerja? Dan bagaimana memberi kepercayaan kepada partner tersebut sementara untuk hal kecil saja dia kurang bisa me-manage dengan baik?
Demikian permasalahan saya. Terima kasih atas saran Mbak Betti, and have a nice day :)
Jawab:
Rekan Ryani,
Terima kasih atas pertanyaannya.
Berdasarkan studi, kebanyakan pegawai muda (fresh grad) punya kelebihan dan kekurangan sebagai berikut :
Kelebihan :
- Cepat dalam mempelajari hal-hal baru
- Kreatif dan mudah menyesuaikan diri
- Berpikiran terbuka
Kelemahan :
- Tidak berpengalaman
- Tidak setia pada pekerjaan
- Ketrampilan antar manusia dan ketrampilan dalam melayani masih lemah.
Keluhan Anda tentang partner muda yang :
- Tidak menepati agenda
- Tidak proaktif
- Tidak bisa membagi prioritas pekerjaan
Saya rasa ada hubungannya dengan pengalamannya yang masih sedikit, sehingga masih bingung apa dan bagaimana harus mengerjakan pekerjaannya. Hal ini sebetulnya bisa diatasi dengan pelatihan dan coaching. Saya sarankan Anda untuk meluangkan lebih banyak waktu untuk membimbing tim Anda ini.
Berikut ini adalah saran saya :
- Coba jelaskan cakupan pekerjaannya dan hasil yang diharapkan
- Jelaskan pula urutan kepentingan dari pekerjaan-pekerjaan itu. Berikan alasannya.
- Bagilah pekerjaan itu dalam beberapa milestones.
- Setelah Anda jelaskan, mintalah dia untuk menuliskan apa cakupan dari pekerjaan serta hasil yang diharapkan berikut milestonesnya. (hal ini untuk meyakinkan bahwa dia mengerti).
- Jadwalkan pertemuan rutin dengan tim junior Anda itu. Pada minggu pertama mungkin sehari sekali selama 30 menit. Minggu berikutnya bisa seminggu dua kali, selanjutnya seminggu sekali.
- Dalam setiap pertemuan coba lihat perkembangan dari pekerjaannya. Beri pujian pada hal-hal yang baik dan beri masukan yang spesifik pada hal-hal yang belum bagus. Cara ini akan membantu tim Anda itu belajar dengan efektif dan cepat. Dan Andapun akan merasa puas apabila dia berhasil menjadi pegawai yang bisa di andalkan berkat bimbingan Anda.
Selamat membimbing junior Anda. Saya yakin Anda akan berhasil.
Salam hangat penuh semangat,
Betti Alisjahbana
-
Apa kriteria memberhentikan karyawan?
Pertanyaan:
Kami perusahaan kecil dan baru, saya ingin memberhentikan salah satu Teknisi Radio, setiap teknisi dan engineer di perusahaan kami berhubungan dengan panjat memanjat tower. Alasannya sangat susah koordinasi dengan dia dan mungkin dia ini "difficult person" tetapi saya masih mempertimbangkan keluarganya dimana salah satunya Ibunya sudah tua. Sebagai informasi dulu dia kami ambil karena pekerjaan mendesak dan melalui teman. Pertanyaan saya : 1.Apakah saya sudah tepat jika memberhentikan dia dengan hormat? 2. Mohon Ibu share apakah kriteria kita harus memberhentikan Karyawan?
Jawab:
Rekan Parlin, Terimakasih atas pertanyaannya.
Memberhentikan pegawai memang bukan keputusan yang mudah, apalagi di Indonesia ini dimana undang-undang hanya membolehkan kita memberhentikan karyawan apabila mereka melakukan pelanggaran berat, itupun sesudah kita memberikan peringatan 1, 2 dan 3 dan setelah mendapat izin dari Depnaker.
Berikut ini adalah beberapa pertimbangan yang bisa saya sampaikan :
- Pegawai yang sangat susah dikoordinasikan ini, apakah dari dulu memang seperti itu atau belakangan ini saja ?
- Kalau belakangan ini saja, saya usulkan Anda untuk cari tau penyebabnya. Saya usulkan Anda untuk berbicara dengan dia. Sampaikan observasi Anda bahwa dia sangat sulit di ajak kerja sama sehingga berakibat buruk pada kinerjanya dan kinerja perusahaan. Berikan contoh-contoh kejadian dimana dia sangat sulit di ajak kerja sama. Semakin spesifik semakin baik agar dia menyadari perbuatannya itu. Berikan kesempatan pada pegawai Anda itu untuk bicara dengan nyaman agar Anda bisa tau apa yang sebenarnya terjadi.
- Apabila Anda melihat kemungkinan perbaikan, sebaiknya Anda beri waktu pada pegawai Anda itu untuk memperbaiki diri. Beri dukungan yang diperlukan agar dia bisa menjadi lebih baik. Pada saat yang sama sepakati batas waktu dimana dia harus menunjukkan perbaikan.
- Sebaliknya apabila dari pembicaraan itu Anda sangat yakin bahwa dia tidak bisa/tidak ingin memperbaiki diri dan kinerja nya itu berpengaruh buruk pada pegawai yang lain dan pada perusahaan, maka sampaikan terus terang padanya. Berilah pengertian padanya bahwa sebagai perusahaan kecil dan baru, posisinya masih sangat rentan. Bahwa semua pegawai dan semua pengeluaran harus dikelola dengan baik agar perusahaan dapat selamat di tengah-tengah persaingan dan situasi dunia usaha yang sangat sulit saat ini. Sampaikan bahwa Anda harus mendahulukan kepentingan perusahaan yang lebih besar, agar pegawai yang jumlahnya lebih besar bisa diselamatkan.
- Mintalah baik-baik agar dia mengundurkan diri. Lakukan semuanya dengan menjaga martabat pegawai Anda ini. Apabila Anda melakukannya dengan baik dan menjaga harga diri pegawai Anda ini, kemungkinan besar dia akan mengerti dan bersedia mengundurkan diri.
- Berikan pesangon yang sedikit lebih tinggi dari yang disyaratkan dalam undang-undang, agar dia punya lebih banyak keleluasaan untuk mencari pekerjaan di tempat lain. Dengan cara ini dia akan menangkap bahwa Anda peduli padanya.
Mudah-mudahan Anda bisa menangani masalah ini dengan baik dan perusahaan Anda sukses.
Salam hangat penuh semangat Betti Alisjahbana http://QBheadlines.com/
-
Apa yang dimaksud “sarana untuk menyelamatkan muka” ?
Pertanyaan:
Halo mbak Betti yang baik...
Saya membaca artikel ini dan sangat membantu saya mencari soluli untuk urusan di
kantor.
Tapi saya ada pertanyaan :)
Apa yang dimaksud dengan "sarana untuk menyelamatkan muka"
Apakah ada contoh untuk sarana tersebut?
terima kasih mbak Betti :)
salam hangat penuh semangat
Jawab: Manusia umumnya tidak suka dipermalukan, apa lagi di depan umum. Didalam negosiasi hal-hal seperti ini harus diperhatikan. Jangan sampai hasil negosiasi tidak berumur panjang hanya gara-gara ada yang merasa dipermalukan sehingga setelah negosiasi, pihak ini melakukan usaha-usaha pembatalan.
Hal-hal yang bisa dilakukan untuk menghindari hilang muka :
-Siap lah untuk mengalah di beberapa tempat, sehingga Anda tidak terkesan menang sendiri.
-Buatlah sedemikian rupa sehingga kesepakatan negosiasi datangnya bukan dari Anda, tapi merupakan hasil bersama.
-Untuk hal-hal yang sangat sensitif, bicarakanlah sebelum pertemuan formal, sehingga dalam pertemuan formal tidak ada yang merasa dikagetkan.
-Apabila Anda mendampingi atasan Anda dalam bernegosiasi, pastikan atasan Anda mendapatkan informasi terkini yang dibutuhkan untuk bernegosiasi.
Semoga menjadi lebih jelas.
Salam hangat penuh semangat,
Betti Alisjahbana
-
Apakah saya kutu loncat jika menerima tawaran yang lebih baik ?
Pertanyaan:
Apakah saya kutu loncat jika menerima tawaran yang lebih baik ? Pekerjaan dobel gaji single, baikkah ini untuk karir saya?
Saya sudah pindah tempat kerja sebanyak 4 kali di industri Advertising.
Alhamdulillah, saya dalam memasuki tahun ke lima sudah mendapat penghasilan,
prestasi (awards di bidang advertising dan success story dengan beberapa Brand) dan
kini menduduki posisi yang bagus.
Hal ini menyebabkan banyaknya tawaran dari beberapa kantor yang tentunya sangat
mengiurkan.
Pertanyaan saya adalah:
Apakah dengan saya menerima tawaran yang lebih baik, akan menyebabkan saya seperti
seorang "kutu loncat?"
Kali ini saya mejabat posisi rangkap, sebagai Strategic Planner dan sebagai Sr.
Copywriter. Alias kerjaan dobel tapi gaji single. Apakah ini baik buat karir saya?
terima kasih mbak Betty
:)
Salam hangat penuh semangat
Jawab: Selamat Anda telah berprestasi cemerlang dan menduduki posisi yang bagus.
SDM yang berprestasi memang jadi primadona yang diperebutkan saat ini. Saya sarankan Anda merumuskan “The Big Picture” untuk karir Anda. Tuangkan apa yang ingin Anda capai 5 dan 10 tahun kedepan. Cara ini akan membantu Anda memutuskan apakah tawaran menarik sebaiknya di ambil atau tidak. Uang bukan segalanya. Kesempatan untuk pengembangan diri, pengalaman yang bisa diperoleh yang akan membantu Anda mencapai tujuan karir Anda serta iklim kerja sebaiknya menjadi pertimbangan Anda. Anda tidak perlu kuatir menjadi kutu loncat untuk merealisasikan “The Big Picture” Anda.
Hikmah pekerjaan rangkap, Anda bisa mendapat pengalaman di dua bidang sekaligus. Dalam situasi ini Anda harus hati-hati didalam membagi waktu. Berikut ini adalah tips saya :
-Tentukan mana pekerjaan-pekerjaan penting yang harus Anda lakukan sendiri dan mana yang bisa didelegasikan.
-Delegasikan hal-hal yang bisa didelegasikan. Yakinkan, sipenerima delegasi menerima informasi dan arahan yang lengkap agar mereka bisa melakukan pekerjaan itu dengan baik.
jangan habiskan waktu di tempat-tempat yang tidak penting.
-Anda harus menjaga agar harapan atasan Anda realistis. Kegagalan menjaga harapan yang realistis seringkali menjadi sumber ke- tidak puasan.
Selamat membangun karir dan merealisasikan mimpi Anda. Semoga Anda semakin sukses.
Salam hangat penuh semangat,
Betti Alisjahbana
-
Bagaimana berkomunikasi yang baik dengan atasan yang agak perfeksionis ya?
Pertanyaan:
Terima kasih artikelnya sangat menarik, juga gaya bahasa dan tata letaknya. Menambah
wawasan saya sebagai fresh graduate.
Minta saran saja, bagaimana berkomunikasi yang
baik dengan atasan yang agak perfeksionis ya? Bagaimana caranya agar dia tidak
tersinggung saat kita mengusulkan sesuatu atau berbuat kesalahan?
Cheers,
Lani, FSDR ITB 2005
Jawab:
Lani yang baik,
Punya atasan yang perfeksionis memang sering kali membuat pusing kepala. Anda akan bisa menghadapinya dengan lebih baik apabila Anda melihatnya sebagai sesuatu yang positif, yaitu merangsang Anda menghasilkan standard kinerja tinggi.
Jadilah pendengar yang baik bagi atasan Anda itu. Perhatikan betul-betul apa yang dia harapkan dari Anda. Jangan ragu-ragu untuk bertanya termasuk menanyakan apakah pengertian Anda akurat. Apabila Anda punya ide, sampaikan pada atasan Anda. Atasan yang perfeksionis senang mendengar ide-ide bagaimana pekerjaan bisa dilakukan dengan lebih baik. Dengan pengertian yang akurat, dan tukar pikiran mengenai ide-ide baru, Anda akan lebih cepat menghasilkan kinerja yang baik.
Apabila Anda melakukan kesalahan, akui saja kesalahan itu dan mintalah maaf. Jangan mencari kambing hitam dan melempar kesalahan pada pihak lain. Melempar kesalahan hanya akan membuat atasan Anda tambah kesal dan Anda kehilangan kesempatan untuk belajar dari kesalahan. Melihat kesalahan dengan positif dan belajar dari kesalahan akan membuat Anda menjadi profesional yang lebih baik.
Selamat bekerja dan membangun karir yang cemerlang Lani. Semoga sukses selalu menyertai Anda.
Salam hangat penuh semangat,
Betti Alisjahbana
|
|
|
| |
| |
Tim yang Tangguh, Pondasi Kepemimpinan yang Berhasil
| |
| |  Oleh: Betti Alisjahbana
Mengikuti berita di berbagai media—baik cetak, online, maupun social media—belakangan ini, memang porsi berita buruk sangat dominan. Banyaknya berita-berita buruk ini kemudian membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan keprihatinannya, di sela pencanangan gerakan Indonesia Bebas Pemadaman Bergilir di Mataram, pada 27 Juli 2010. Beliau mengungkapkan bahwa ada gerakan politik yang berkampanye keliling Indonesia dan menjelek-jelekkan pemerintahan. Beliau mengharapkan pemberitaan hendaknya lebih seimbang dan jujur.
Di dalam berbagai kesempatan, saya sempat ngobrol dengan orang-orang yang dekat dengan SBY. Mereka menyampaikan betapa SBY bekerja sangat keras untuk menjalankan pemerintahan yang baik. Beliau pun berkomitmen sangat tinggi pada reformasi birokrasi. Bila presiden sudah bekerja sangat keras, lalu kenapa masyarakat luas belum merasakan kemajuan yang berarti?
Menganalisa situasi ini, saya jadi teringat buku Good to Great yang ditulis oleh Jim Collins. Buku yang ditulis berdasarkan hasil penelitian mengenai apa yang membuat organisasi-organisasi hebat berkinerja prima untuk jangka waktu yang panjang itu, antara lain berkesimpulan bahwa perusahaan-perusahaan yang hebat memulai kepemimpinannya dengan menempatkan orang-orang yang tepat di organisasinya dan melepaskan orang-orang yang tidak tepat. Mereka sangat teliti dalam memilih orang. Prinsip mereka yang pertama adalah, "Siapa". Mereka pada tahap pertama memfokuskan perhatian dan waktunya guna mendapatkan orang-orang terbaik untuk membangun tim eksekutif yang tangguh. Setelah mendapatkan orang-orang yang tangguh dan terbaik, barulah mereka merumuskan langkah-langkah menuju pencapaian yang luar biasa.
Tim yang tangguh tidak perlu diawasi. Mereka akan menggunakan segenap kemampuannya untuk membangun organisasi yang sukses. Ketika kita merasakan bahwa kita perlu mengawasi seseorang dengan ketat, itu adalah pertanda bahwa kita telah menempatkan orang yang salah.
Dalam banyak situasi, kenyataan ini ditanggapi dengan menunda tindakan tegas untuk mengganti orang-orang yang tidak tepat. Kita mencoba berbagai alternatif untuk memperbaiki kinerja, memberikan kesempatan ketiga dan keempat dengan harapan situasi akan membaik. Kita menginvestasikan banyak waktu untuk mengelola orang itu dengan baik, membuat sistem untuk mengkompensasi kekurangannya dengan harapan kinerjanya akan membaik. Begitu banyak energi dikeluarkan untuk mengelola orang yang tidak tepat itu, sehingga mengambil alih perhatian yang seharusnya diberikan untuk mengembangkan dan bekerja sama dengan orang-orang yang baik. Sebagai akibatnya, kita merasakan bahwa sementara kita bekerja keras luar biasa, hasil yang kita capai tidak merepresentasikan kerja keras tersebut.
Apa yang terjadi dengan pemerintahan SBY jilid dua ini mengingatkan saya pada apa yang saya baca di buku Good to Great. Ketika Kabinet Indonesia Bersatu II diumumkan, begitu banyak orang ternganga dengan beberapa orang pilihan Pak SBY kali ini. Dibentuknya Unit Kerja Presiden untuk Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) yang dipimpin oleh orang sekaliber Kuntoro Mangkusubroto, yang bertugas memonitor kinerja para menteri ini seakan menunjukkan kenyataan bahwa SBY menyadari bahwa pilihan kabinetnya "terpaksa" dikompromikan dengan kepentingan-kepentingan politik, sehingga perlu dibentuk suatu lembaga (UKP4) untuk mengkompensasi kekurangan-kekurangan yang ada.
Seperti yang juga terjadi pada contoh-contoh yang diulas dalam buku Good to Great, menempatkan orang yang tidak tepat membawa konsekuensi yang signifikan. Kita melihat struktur pemerintahan yang gemuk karena selain adanya UKP4 yang bertugas mengawasi para menteri ini, kini ada pula wakil menteri dan banyak staff ahli yang mengelilingi para menteri. Harapannya, kehadiran mereka akan mengkompensasi kekurangan-kekurangan para menteri ini.
Akankah strategi itu berhasil? Berbagai berita negatif yang dimuat di berbagai media cetak, online, dan social media adalah salah satu indikator yang patut disimak. Mereka tidak bisa dibungkam dengan ungkapan keprihatinan Presiden, melainkan dengan tindakan tegas untuk membangun tim eksekutif yang tangguh, yang sanggup membangun pemerintahan yang kredibel dan membawa kemajuan yang signifikan.
Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk mengkritik pemerintah kita, melainkan untuk mengingatkan kita semua, para pemimpin organisasi, bahwa memilih dan menempatkan tim yang tangguh adalah pondasi bagi kepemimpinan yang berhasil. Bila kita ingin organisasi kita sukses, tumbuh, dan berkembang, bukan hanya kini tetapi juga secara berkesinambungan, mulailah dengan memilih dan membentuk tim yang tangguh.
Selamat memimpin.
Salam hangat penuh semangat Betti Alisjahbana | | | | Posting : Senin, 02 Agustus 2010 | | | |
Tambah Komentar
Komentar
|
|
HEADLINE BERITA
 Jakarta - Universitas Bina Nusantara, mulai Rabu (1/9), menjalin kerja sama internasional dengan Auckland University of Technology (AUT) untuk menjadi mitra pendidikan tingginya. Realisasi awal kerja sama ini dimulai dengan program dual degree antara Binus dan School of Computing and Mathematical Sciences, AUT.
Menurut Rektor Binus Prof Harjanto Prabowo, pemilihan AUT karena perkembangan universitas itu sangat progresif di bidang teknologi, meski terbilang baru. Kerja sama ini mencakup program dual degree, pertukaran mahasiswa dan dosen, penelitian bersama, pengembangan materi perkuliahan, serta partisipasi bersama dalam berbagai program internasional.
Sumber: edukasi.kompas.com     
Posting : Jum'at, 03 September 2010
Category: Kepemimpinan
|
 Jakarta - Dalam rangka melakukan ekspansi jaringan untuk mendukung penyediaan produk dan layanan perbankan unggulan di Tanah Air, PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) membuka 9 kantor baru selama Agustus 2010. Ada 2 kantor di Jakarta, 3 di Jawa Barat, 2 di Jawa Timur, dan 2 di Batam. Menurut Direktur BII Stephen Liestyo, Rabu (1/9).
"Kesembilan kantor cabang BII hadir di kawasan strategis, baik di area bisnis strategis, kawasan industri, maupun perumahan kelas menengah ke atas untuk secara konsisten memberikan layanan perbankan yang optimal kepada nasabah BII maupun masyarakat, baik nasabah perorangan dari keluarga hingga pelaku usaha maupun perusahaan," kata Stephen.
Sumber: www.mediaindonesia.com     
Posting : Kamis, 02 September 2010
Category: Kepemimpinan
|
 Jakarta - PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, pengelola jaringan ritel minimarket Alfamart segera membuka gerai Alfamart di Vietnam. "Perjanjian ditargetkan selesai September, sehingga gerai bisa dibuka tahun ini," kata Direktur Corporate Affair, Solihin, Senin (30/8). Ekspansi akan dilakukan dengan membuka 10 gerai di Hanoi, Vietnam. Pembukaan gerai kemungkinan akan dilakukan dengan bentuk kemitraan. "Alfa mungkin jadi minoritas dengan kepemilikan 49%," kata dia. Pasalnya, ada aturan yang melarang asing menjadi pemilik mayoritas.
Alfa juga berencana mempertahankan merk dagang Alfamart sebagai nama gerai di Vietnam, agar merk Indonesia dikenal di kelas regional. Vietnam dipilih karena pertumbuhan ekonominya cukup pesat. "Karakter pasarnya mirip dengan Indonesia," ujar Manager Community Relation Yoelianto Simoatmojo. Hingga Agustus 2010 Alfamart telah punya 17 cabang di seluruh Indonesia. Adapun jumlah minimarket telah mencapai lebih dari 4.300 gerai. Jumlah ini direncanakan bertambah hingga 5.000 pada akhir 2010. Hingga semester I 2010 penjualan bersih Alfa mencapai Rp6,1 triliun, dengan laba bersih Rp33,7 miliar. "Hingga akhir tahun, laba ditargetkan tumbuh hingga Rp200 miliar," kata Yoelianto.
Sumber: www.tempointeraktif.com     
Posting : Rabu, 01 September 2010
Category: Kepemimpinan
|
 Jakarta - Meletusnya Gunung Sinabung di Sumut tak mengganggu jaringan milik PT Excelcomindo Axiata Tbk dan PT Telekomunikasi Seluler. Menurut VP Area Sumatera PT Telkomsel Mirza Budiwan, ada 3600 BTS di wilayah Aceh hingga Sumut. Sebanyak 133 BTS mengcover wilayah Brastagi, Kabanjahe, Sidikalang, Kutacane, Blang Kejeren dan tak mengalami gangguan. Telkomsel menurunkan tim Network Operation untuk memantau perkembangan performansi network. Dalam kondiisi saat ini Core Network masih tetap bisa menghandle lonjakan yang naik hingga 30%.
XL juga tak mengalami gangguan yang berarti. "Masih aman dan melayani pelanggan dengan normal," kata Head of Communication XL Febriati Nadira. XL punya tak kurang 750 BTS di Sumut, 42 BTS melayani 200 ribu pelanggan di wilayah Karo. Kedua operator ini pun memberi bantuan penyediaan fasilitas telepon umum dan kartu perdana gratis. Telkomsel juga membagikan air bersih, mie instan, makanan ringan dan seribu masker.
Sumber: www.tempointeraktif.com     
Posting : Selasa, 31 Agustus 2010
Category: Kepemimpinan
|
|
|