BERANDA  BERITA RINGKAS  KEPEMIMPINAN  ENTREPRENEURSHIP  INOVASI  INDUSTRI KREATIF  GAYA HIDUP  OPEN SOURCE  BLOG 
 

LAWAN ASAM LAMBUNG DENGAN JUS KENTANG
Sumber: id.news.yahoo.com | Posting : Kamis, 11 Maret 2010
Category: Gaya Hidup

Sistem pengobatan naturopati memperkenalkan jus kentang sebagai terapi untuk mengatasi gangguan pencernaan, termasuk asam lambung. Kentang mengandung banyak vitamin dan nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Studi yang dilakukan terhadap 10 orang penderita gangguaan pencernaan kronis membuktikan hal itu. Delapan orang menyatakan kondisinya membaik setelah mengonsumsi segelas jus kentang sehari selama satu pekan.

Penelitian serupa dilakukan empat universitas di Jerman dan Australia. Mayoritas penderita gangguan pencernaan sembuh setelah melakukan terapi jus kentang selama 12 pekan. Mereka mengonsumsi 100 mililiter jus kentang setengah jam menjelang sarapan dan sebelum tidur malam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sayur dengan nama latin potato solanum tuberosum itu mengandung zat alkaloid yang berfungsi sebagai penetral asam. Dalam penelitian lanjutan, kentang juga bermanfaat untuk mencegah penyakit ginjal, jantung dan penyebaran sel kanker.

Foto: yahoo.com
1 comments
james tumbol
  thanks buat infonya....bagus banget gitu...tapi,knpa ga ada cara pembuatan jus nya...kentangx lgsg di jus or dimasak dulu? takarannya gmana?
   
Tambah Komentar
 
 Nama
 Email
 Komentar  
Verifikasi captcha
 
 
 
  Berita Sebelumnya
  Umum   Politik
 
 
  International & Olah Raga   Ekonomi & Bisnis
 
 

SIAPAKAH ANDA?


AJAK TEMAN


 E-BOOK   E-LEARNING   E-MAGZ 

Info Kurs
 
 Nilai   Mata uang   Kurs Jual   Kurs Beli 
1 THB 294.64 263.14
1 EUR 12345 11042.4
1 JPY 108.9179 97.4441
1 USD 9502 8502
1 AUD 8490.99 7594.84
1 SGD 6954.55 6217.18
Sumber : eTrading Securities (30 Jul 2010, 7:30:00)
Indeks Harga Saham Gabungan
Value
Change
%
 Straits Times
2,988.06
-9.59
-0.32%
 IHSG
3,096.82
39.34
1.29%
 Hang Seng
21,015.94
-77.88
-0.37%
 Nasdaq
2,251.69
-12.87
-0.57%
 Dow Jones
10,467.16
-30.72
-0.29%
Sumber : Bloomberg (30 Jul 2010, 9:43:00)