|

Denpasar - Sekitar 3.500 ogoh-ogoh atau boneka besar yang menyerupai raksasa dengan wajah menyeramkan akan "membanjiri" hampir semua ruas jalan umum di Bali. "Raksasa" itu akan "menari" sejak Senin (15/3) petang hingga larut tengah malam. Perayaan ini, oleh masyarakat Hindu disebut Malam Pengrupukan.
Menurut Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Gde Sugianyar, Selasa (9/3), dari semua ogoh ogoh yang akan "pentas", terbanyak berada di Kota Denpasar dan Kab. Badung. Karena itu, operasi pengamanan akan lebih ditekankan di dua wilayah itu. Namun demikian, petugas di sejumlah kabupaten lain juga disiagakan, baik pada Malam Pengerupukan maupun sepanjang Hari Suci Nyepi, Selasa (16/3). |