Santiago
de Compostela yang berdiri megah di Kota Santiago, di daerah Galicia,
Spanyol, dipercaya sebagai salah satu tempat peziarahan paling kuno
bagi umat Kristiani. Meski belum sepopuler Yerusalem atau Vatican
City di Roma, Italia, katedral ini telah menjadi destinasi para
peziarah sejak lebih dari 1.000 tahun silam.
Ada
pepatah mengatakan, banyak jalan menuju Roma. Seharusnya, ada pula
pepatah yang sama untuk Santiago. Many
roads lead to Santiago (de Compostela).
Rute-rute menuju tempat ini disebut Camino de Santiago dalam bahasa
Spanyol atau The Way of St. James dalam bahasa Inggris. Peziarahan
ini dilakukan sebagai tapak tilas perjalanan St. James ketika
menyebarkan agama Kristen di Eropa.
St.
James atau Santiago adalah nama lain dari Santo Yakobus, salah satu
dari 12 rasul Yesus. Santiago de Compostela memiliki sejarah yang
panjang, dan dipercaya sebagai tempat peristirahatan terakhir Santo
Yakobus.
Santo
Yakobus dipercaya sebagai santo pelindung umat Kristiani di Spanyol.
Ada beberapa legenda mengenainya. Salah satunya adalah ini. Alkisah,
pada tahun 44 sesudah Masehi, Santo Yakobus kembali ke Yudea setelah
menjalani tugas misionarisnya. Dia lalu ditangkap dan disiksa hingga
tewas oleh Raja Herodes Agrippa.
Sang
raja melarang tubuh Yakobus dikuburkan. Pada malam hari, seorang
murid Yakobus mencuri tubuh itu, menyimpannya ke dalam sebuah
sarkofagus (peti jenazah dari batu yang biasa digunakan pada zaman
Romawi), lalu meletakkannya di sebuah kapal kecil. Arus laut membawa
kapal mereka hingga ke pantai Spanyol, yakni di Iria Flavia. Di
sebuah bukit, jasad sang rasul dikuburkan dan nyaris terlupakan
hingga berabad-abad lamanya.
Pada
abad ke-9, sekitar tahun 813, seorang petapa beranam Pelagius melihat
sebuah bintang besar yang bersinar sangat terang, dikeliling cahaya
bintang-bintang yang lebih kecil. Dia melaporkan penglihatannya itu
kepada uskup di Iria Flavia, Teodomiro. Dengan panduan dari
bintang-bintang yang bersinar di langit di lokasi tempat Santiago de
Compostela kini berdiri, sang uskup menemukan sebuah makam berisi 3
jasad, yakni jasad Santo Yakobus dan 2 orang pengikutnya.
Raja
Alfonso II yang kala itu berkuasa di Spanyol menyatakan Santo Yakobus
sebagai pelindung kerajaannya. Dia membangung sebuah kapel di atas
makam tersebut sebagai penghormatan bagi Santo Yakobus. Masyarakat
setempat percaya bahwa Santo Yakobus telah melakukan beberapa mujizat
dan penampakan setelah itu. Pada sekitar abad XII-XIII, Paus
Alexander III mendeklarasikan Santiago sebagai kota suci, sama
seperti Roma dan Yerusalem.
Nama
Compostela sendiri diambil dari bahasa Latin “Campus Stellae”
yang berarti “the field of stars”. Nama ini sesuai dengan langit
Santiago sangat indah di malam hari, berhiaskan gugu-gugus bintang.
Camino
de Santiago dilambangkan dengan kulit kerang (scallop shell), yang
merupakan simbol dari Danto Yakobus. Kulit kerang ini juga
melambangkan banyak rute yang akhirnya menyatu di Santiago de
Compostela.
Rute
Camino yang paling populer sekaligus paling panjang adalah Camino
Frances. Rute ini dimulai dari St. Jean Pied de Port, Prancis, dan
berjarak 780 km menuju Santiago. Perjalanan kaki dari St. Jean de
Port bisa memakan waktu sekitar 30 hari. Karena saya dan ketiga rekan
saya tidak punya waktu sebanyak itu, saya mengambil rute tersingkat
di jalur tersebut, yakni dari Sarria menuju Santiago yang berjarak
sekitar 110 km. Jarak tersebut kami tempuh dalam dalam 6 hari dengan
berjalan kaki.
Dari
Sarria, kami melewati beberapa kota kecil, yakni Portomarin, Palas de
Rei, Melide, Arzua, Pedrouzo, hingga tiba di Santiago de Compostela.
Sebagian kecil pemandangan asri yang kami temui di sepanjang
perjalanan tersebut bisa dilihat dalam jurnalisme foto kali ini. (Restituta
Ajeng Arjanti)
Selamat datang di kanal Jurnalisme Foto. Kanal ini ditujukan bagi Anda yang ingin berbagi visi tentang dunia di sekitar Anda melalui lensa kamera. Kami mengajak Anda untuk menyumbangkan foto-foto Anda dan berbagi dengan para pembaca QBHeadlines.com.
Topik dibebaskan, selama tidak mengandung SARA. Foto-foto dan tulisan yang mengindikasikan hal ini tidak akan dipublikasikan. Hak untuk memutuskan materi yang akan dipublikasikan terletak di tangan tim redaksi. Jumlah foto: 1-10 foto, dengan judul dan satu paragraf tulisan pengantar. Kami berharap kanal ini akan berguna bagi Anda semua. Selamat menikmati!
Jika Anda
menyangka bahwa di daerah tropis tak akan menemukan pegunungan yang
diselimuti salju, Anda dapat meralat anggapan tersebut setelah
berkunjung ke Puncak Jayawijaya atau Puncak Carstensz, puncak
tertinggi di Pegunungan Sudirman (Sudirman Range) di Provinsi Papua.
Puncak Jayawijaya atau yang lebih singkat disebut Puncak Jaya,
memiliki ketinggian mencapai + 4.884 meter di atas permukaan laut
(dpl), sehingga memungkinkan daerah ini diselimuti oleh salju abadi.
Jika Spanyol terkenal dengan tradisi
adu banteng, masyarakat desa Do Son di Vietnam juga memiliki tradisi
permainan adu kekuatan banteng, di Indonesia pun memiliki tradisi -
kelas banteng yang lebih jinak - adu domba.
Tradisi budaya Adu Domba selalu
diadakan setiap minggu pertama awal bulan, di Babakan Siliwangi
(samping Sabuga), Bandung. Acara biasanya di mulai jam 9 pagi,
walaupun begitu, jam 7 pagi sudah mulai dipenuhi pemilik adu domba,
penonton maupun para pedagang.
Domba yang di adu jumlahnya lebih dari
80 ekor. Pesertanya pun datang dari bebagai daerah mulai dari
Bandung, Garut, Indramayu dan kota-kota lainnya. Setiap pemilik
domba adu sebelum bertanding wajib mendaftar dan memberikan uang
pendaftaran. Setelah itu mereka saling menawar satu sama lain dengan
domba siapa domba mereka akan adu. Mereka biasanya menilai dari
bentuk postur tubuh domba, besar kaki-kaki domba dan umur domba.
Alasan utama adanya ketangkasan adu
domba ini adalah untuk menghindari kepunahan ras Domba
seperti halnya yang pernah terjadi pada jeruk Garut. Adu ketangkasan
domba merupakan penyaluran naluri domba sebab ternak jenis ini
akan terus merusak kandang jika tidak diadukan dengan sesama jantan.
"Kalau lama dibiarkan dalam kandang, sepertinya kepalanya gatal
sehingga kepalanya terus dibentur-benturkan ke kandang." Dari sanalah
timbul adu ketangkasan sebab setelah diadukan di lapangan, dalam
beberapa waktu domba itu diam.
Adu domba turut dimeriahkan dengan
pagelaran karawitan, musik khas Sunda yang di iringi oleh penyanyi
wanita atau sinden.
Dijamin mengasyikan nonton kesenian
ketangkasan adu domba ini. Mari lestarikan kesenian tradisional
bangsa ini, sebelum diklaim oleh bangsa tetangga.
Batas antara impian surga dan bujukan
neraka muncul di Macau. Meski punya banyak objek wisata religi, orang
Eropa mengenal Makau sebagai 'Las Vegas di timur', sedangkan orang
Amerika memberi julukan 'Monako dari timur'. Mana yang lebih tepat?
Selamat datang di Macau, satu-satunya
kota di Tiongkok yang diperbolehkan mempunyai kasino yang mengundang
kedatangan para penjudi dari Hong Kong dan negara Asia lainnya.
Penduduk Macau kebanyakan bertutur dalam bahasa kantonis; selain itu,
bahasa mandarin, bahasa Portugis dan bahasa Inggris juga digunakan.
Selain terkenal dengan kawasan
perjudiannya, kawasan seluas 6 mil persegi, berpenduduk setengah juta
jiwa di pojok tenggara daratan Cina tersebut merupakan kota kuno,
dibangun pada abad XV. Macau mempunyai gereja lebih banyak dari
Vatikan, tempat Sri Paus yang sekaligus Uskup Roma, bertahta. Di masa
lalu, kekuasaan Uskup Makau sangat luas. Seluruh wilayah misi dari
Goa di Pantai Barat India sampai Maluku di Indonesia bagian timur dan
ke utara hingga Nagasaki, Jepang.
Restituta Ajeng Arjanti membawa Anda
menjelajah warisan sejarah Macau.
Merah dan Membara! Semarak imlek sangat terasa di salah satu
klenteng terbesar di daerah Petak Sembilan, Glodok, Hian Tan Keng.
Seakan tak terusik debu dan asap, para jemaat khusyuk melakukan
sembahyang yang rata-rata semua berpakaian merah. Pernah bertanya kenapa harus merah?
The Myth.
Menurut legenda, dahulu kala, Nián (年) adalah
seekor raksasa pemakan manusia dari pegunungan (atau dalam ragam
hikayat lain, dari bawah laut), yang muncul di akhir musim dingin
untuk memakan hasil panen, ternak dan bahkan penduduk desa. Untuk
melindungi diri, para penduduk meletakkan makanan di depan pintu
mereka pada awal tahun. Dipercaya bahwa dengan melakukan hal itu Nian akan
memakan makanan yang telah mereka siapkan dan tidak akan menyerang
orang atau mencuri ternak dan hasil panen. Pada suatu waktu, penduduk
melihat bahwa Nian lari ketakutan setelah bertemu dengan seorang anak
kecil yang mengenakan pakaian berwarna merah. Penduduk kemudian
percaya bahwa Nian takut akan warna merah, sehingga setiap kali tahun
baru akan datang, para penduduk akan menggantungkan lentera dan
gulungan kerta merah di jendela dan pintu. Mereka juga menggunakan
kembang api untuk menakuti Nian. Adat-adat pengurisan Nian ini
kemudian berkempang menjadi perayaan Tahun Baru.
Imlek tahun ini jatuh pada tanggal 14 Feb 2010, Tahun Baru China 2561, dengan shio Macan unsur Logam Polar Yang. (Anindya Sukarni)