Slideshow image


Since your web browser does not support JavaScript, here is a non-JavaScript version of the image slideshow:

slideshow image


slideshow image


    BERANDA  BERITA RINGKAS  KEPEMIMPINAN  ENTREPRENEURSHIP  INOVASI  INDUSTRI KREATIF  GAYA HIDUP  OPEN SOURCE  BLOG 
   
Jurnalisme Foto
  

 Judul:Experience Macau! 
 Pengirim:Restituta Ajeng Arjanti 

 

Batas antara impian surga dan bujukan neraka muncul di Macau. Meski punya banyak objek wisata religi, orang Eropa mengenal Makau sebagai 'Las Vegas di timur', sedangkan orang Amerika memberi julukan 'Monako dari timur'. Mana yang lebih tepat?

Selamat datang di Macau, satu-satunya kota di Tiongkok yang diperbolehkan mempunyai kasino yang mengundang kedatangan para penjudi dari Hong Kong dan negara Asia lainnya. Penduduk Macau kebanyakan bertutur dalam bahasa kantonis; selain itu, bahasa mandarin, bahasa Portugis dan bahasa Inggris juga digunakan.

Selain terkenal dengan kawasan perjudiannya, kawasan seluas 6 mil persegi, berpenduduk setengah juta jiwa di pojok tenggara daratan Cina tersebut merupakan kota kuno, dibangun pada abad XV. Macau mempunyai gereja lebih banyak dari Vatikan, tempat Sri Paus yang sekaligus Uskup Roma, bertahta. Di masa lalu, kekuasaan Uskup Makau sangat luas. Seluruh wilayah misi dari Goa di Pantai Barat India sampai Maluku di Indonesia bagian timur dan ke utara hingga Nagasaki, Jepang.

Restituta Ajeng Arjanti membawa Anda menjelajah warisan sejarah Macau


 

 

 Judul:Experience Macau! 
 Pengirim:Restituta Ajeng Arjanti 

 

Lanscape Macau sebagai kota Bisnis, perdagangan, pelabuhan dan wisata religi.

 

 Judul:Experience Macau! 
 Pengirim:Restituta Ajeng Arjanti 

 

Hanya halaman depan berbatu dan tangga besar yang tersisa dari Gereja St. Paul. Gereja ini dibangun pada tahun 1602 di samping Jesuit College of St. Paul’s, universitas Barat pertama di Asia dimana para misionaris belajar tentang China sebelum bertugas di Ming Court di Beijing sebagai ahli astronomi dan ahli matematika.

Di tahun 1835, kebakaran melanda universitas dan gereja tersebut, meninggalkan hanya halaman depan yang dramatik itu dengan empat baris tiang, lengkap dengan ukiran dan patung. Arsitektur Gereja St. Paul yang unik mengingatkan pada gaya Renaissance Eropa dan arsitektur Asia dalam sebuah campuran mempesona dari unsur China dan Barat.

Saat ini, banyak pertunjukkan musik diadakan di Ruins of St. Paul’s, dimana dengan tangga dan penampilannya yang dramatis, menjadikannya panggung yang alami. Di dekat Ruins of St. Paul’s terdapat Museum of Sacred Art and Crypt. Museum ini memajang lukisan, patung dan benda religi lainnya dari gereja-gereja di Macau sementara di pemakaman sejajar museum pengunjung dapat memperhatikan relik-relik dari para martir Jepang dan Vietnam.

 

 Judul:Experience Macau! 
 Pengirim:Restituta Ajeng Arjanti 

  

 Judul:Experience Macau! 
 Pengirim:Restituta Ajeng Arjanti 

 

Pada Juli 2005, "Pusat Sejarah Macau" dimasukkan ke dalam Daftar Warisan Dunia (World Heritage List) UNESCO, mengakui warisan arsitektur yang berbaur di tengah-tengah struktur asli kota Macau, saksi dari sebuah kebersamaan budaya Timur-Barat. Kuil A-Ma adalah tempat di Macau di mana kaum Portugis pertama kali mendarat, dan titik awal dari perjalanan bersejarah.

Kuil tersebut terdiri atas koridor untuk berdoa, paviliun dan halaman yang dibangun di bukit berbatu dan disambungkan dengan jalan yang berputar melewati gerbang-gerbang bulan dan taman-taman mini. Pada pintu masuk terdapat sebuah batu besar dimana sebuah sampah pelayaran tradisional diletakkan lebih dari 400 tahun yang lalu. Di batu yang lain Anda dapat melihat ukiran karakter-karakter merah yang sedang meminta restu dari para dewa. Legenda China mengatakan bahwa dengan menyentuh puncak dari gerbang bulan yang berada di atas bukit akan membawa keberuntungan baik dalam hal percintaan.

 

 Judul:Experience Macau! 
 Pengirim:Restituta Ajeng Arjanti 

  

 Judul:Experience Macau! 
 Pengirim:Restituta Ajeng Arjanti 

 

Batas antara impian surga dan bujukan neraka muncul di Macau. Meski punya banyak objek wisata religi, orang Eropa mengenal Makau sebagai 'Las Vegas di timur', sedangkan orang Amerika memberi julukan 'Monako dari timur'. Mana yang lebih tepat?

Judi menjadi urat nadi dan penggerak utama ekonomi Macau. Tapi kota itu tidak ’menakutkan’. Penduduknya ramah, tak ada wajah-wajah sangar di jalan-jalan, juga tak ada wajah cemas dan putus asa di tempat-tempat keramaian.
Macau sebuah kota judi yang tertib.

 

 

 Judul:Experience Macau! 
 Pengirim:Restituta Ajeng Arjanti 

 

Usaha dan citra sebagai kota wisata sedang dibangun dengan keras oleh pemerintah dan warga Macau. Selain merawat warisan masa lalu dan  menjaga tertib sosial, juga ditambah dengan mengambil unsur-unsur tertinggi dan membanggakan dalam puncak-puncak kebudayaan di dunia. Bersamaan dengan ini, dikembangkan  industri tekstil, elektronik dan mainan. Produk dari ketiga industri itu sangat menunjang sektor pariwisata. Itulah yang kini sedang diperjuangkan oleh Macau: menjadi kota wisata. Bukan (semata) kota judi.

Perpaduan antara kota wisata dan kota judi ini membuat Macau lebih berkarakter dan dinamis. Kemajuan tampak di mana-mana: gedung, hotel, apartemen, transportasi, taman, telekomunikasi, dan banyak lagi. Semua menunjukkan Macau yang mewah, mega, dan gemerlap. Walau begitu, Macau tetap bersahabat dengan keterbatasan dan ketiadaan. Para penarik becak diberi tempat secara terhormat, mangkal di halaman Lisboa Hotel. Hotel tertua, tempat awal mula judi dikelola secara modern.

Mungkin saja itu simbol keeratan ekonomi mapan-super mapan dan ekonomi kelas bawah. Mungkin pula, ini bentuk harmonisasi lain yang sedang digalakkan: kaya miskin senasib sepenanggungan. Meski Macau bukan penganut dan pelaksana ideologi komunis. Melainkan kapitalis. (narasi : Anindya Sukarni)

 

 

 
 


 
 

Tambah Komentar
 
 Nama
 Email
 Komentar  
Verifikasi captcha
 
 
 
Komentar
 
New Document
Silahkan kirimkan foto anda  
 
Selamat datang di kanal Jurnalisme Foto. Kanal ini ditujukan bagi Anda yang ingin berbagi visi tentang dunia di sekitar Anda melalui lensa kamera. Kami mengajak Anda untuk menyumbangkan foto-foto Anda dan berbagi dengan para pembaca QBHeadlines.com.

Topik dibebaskan, selama tidak mengandung SARA. Foto-foto dan tulisan yang mengindikasikan hal ini tidak akan dipublikasikan. Hak untuk memutuskan materi yang akan dipublikasikan terletak di tangan tim redaksi. Jumlah foto: 1-10 foto, dengan judul dan satu paragraf tulisan pengantar. Kami berharap kanal ini akan berguna bagi Anda semua. Selamat menikmati!
Email:anin@qbheadlines.com
Phone:(021) 797 2204
 


Jurnalisme Foto Sebelumnya

<!-- @page { margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } -->

Merah dan Membara! Semarak imlek sangat terasa di salah satu klenteng terbesar di daerah Petak Sembilan, Glodok, Hian Tan Keng. Seakan tak terusik debu dan asap, para jemaat khusyuk melakukan sembahyang yang rata-rata semua berpakaian merah. Pernah bertanya kenapa harus merah?

The Myth. Menurut legenda, dahulu kala,  <!-- @page { margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } -->Nián ( <!-- @page { margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } A:link { so-language: zxx } -->) adalah seekor raksasa pemakan manusia dari pegunungan (atau dalam ragam hikayat lain, dari bawah laut), yang muncul di akhir musim dingin untuk memakan hasil panen, ternak dan bahkan penduduk desa. Untuk melindungi diri, para penduduk meletakkan makanan di depan pintu mereka pada awal tahun. Dipercaya bahwa dengan melakukan hal itu Nian akan memakan makanan yang telah mereka siapkan dan tidak akan menyerang orang atau mencuri ternak dan hasil panen. Pada suatu waktu, penduduk melihat bahwa Nian lari ketakutan setelah bertemu dengan seorang anak kecil yang mengenakan pakaian berwarna merah. Penduduk kemudian percaya bahwa Nian takut akan warna merah, sehingga setiap kali tahun baru akan datang, para penduduk akan menggantungkan lentera dan gulungan kerta merah di jendela dan pintu. Mereka juga menggunakan kembang api untuk menakuti Nian. Adat-adat pengurisan Nian ini kemudian berkempang menjadi perayaan Tahun Baru.

Dan pada Imlek tahun Harimau 2010 jatuh pada tanggal 14 Feb 2010, Tahun Baru China 2561, dengan shio Macan unsur Logam polar Yang. (Anindya Sukarni)

Kamis, 28 Januari 2010, genap sudah KIB II berusia 100 hari sejak kelahirannya 3 bulan 10 hari yang lalu. Perayaan besar-besaran pun telah digelar hampir di seluruh pelosok negeri. Berbagai kelompok masyarakat memperingatinya dengan berbagai corak dan cara yang berbeda. Sekalipun mengusung simbol-simbol dan pesan yang juga berbeda-beda, namun semuanya berada pada satu tema yang sama, yaitu demo. Ya, hampir di semua kota-kota besar Indonesia terjadi aksi demo, memanfaatkan momen genap 100 harinya masa tugas pemerintahan Indonesia 2009-2014 dibawah pimpinan SBY-Budiono.

Istilah atau sebutan program kerja 100 hari pertama untuk pasangan presiden dan wakil presiden terpilih di Indonesia, baru mulai dikenal semenjak era reformasi. Yaitu ketika rakyat Indonesia baru saja memasuki era baru hampir di semua aspek kehidupan berbangsa. Semua era baru, berpolitik, berpendapat, beropini, berdebat, berdiskusi, menulis, mengkritik, memprotes, mengusul, memantau dsb. yang semuanya hampir berkenaan pada objek yang sama, yaitu pemerintah.

 

Chaterine Murino-Samuel Sunanto

BRAND is the intangible sum of a product's attributes: its name, packaging, and price, its history, its reputation, and the way it's advertised ( the famous advertising copywriter and ad agency founder David Ogilvy ).

Question - What is the highest level of branding?

Answer - When you have successfully transferred the allegiance of your (potential) customers from your products or services to an artificial personality known as your brand

 

Rwanda: The Other Side of Happyness. Photo by: Tobe Tambunan


    QB LEADERSHIP CENTER  |  BERANDA  |  BERITA RINGKAS  |  KEPEMIMPINAN  |  ENTREPRENEURSHIP  |  INOVASI  |  RESENSI BUKU  |  INDUSTRI KREATIF  |  GAYA HIDUP  |   OPEN SOURCE  |  BLOG