Di acara QB Entrepreneurship Series berjudul “Business Plan & Funding” yang baru lalu, salah satu pertanyaan yang diajukan adalah, ”Kapan waktu yang tepat untuk menjadi entrepreneur?”Menjadi entrepreneur bisa di segala usia. Teman saya ada yang memulainya sejak kuliah. Yang lain memulainya segera setelah lulus. Sebagian memulainya setelah sekitar 10 tahun jadi pegawai.
Saya pribadi memulai nya setelah 24 tahun bekerja. Pak Teddy Rachmat (kebetulan saya baru saja bertemu beliau), menjadi entrepreneur setelah lebih dari 30 tahun menjadi profesional. Colonel Sanders memulai bisnis Kentucky Fried Chickens pada usia 65 tahun.
Menjadi entrepreneur bisa dimulai pada usia berapa pun. Keputusan untuk menjadi atau tidak menjadi entrepreneur sangat personal sifatnya. Demikian pula tentang waktu yang tepat untuk beralih jalur, dari pegawai menjadi entrepreneur. Keputusan ini perlu didiskusikan dengan keluarga dan sahabat. Keputusan ini akan sangat tergantung pada selera kita akan risiko. Tidak ada jawaban yang benar atau salah, juga tidak ada waktu yang benar atau salah. Dasar-dasar pengambilan keputusan itu harus datang dari diri sendiri.
Yang sangat penting adalah, ketika memutuskan untuk beralih jalur, kita siap menghadapi tantangan-tantangan yang akan menghadang. Menjadi pegawai, kita punya penghasilan tetap, ada jaminan kesehatan dan berbagai fasilitas lainnya. Ketika kita memutuskan untuk menjadi entrepreneur, fasilitas ini langsung hilang. Menjadi entrepreneur memang penuh risiko. Sejalan dengan risiko yang tinggi, bila berhasil, manfaat yang diperoleh pun jauh lebih besar.
Karenanya, penting kita membangun pondasi yang kuat di atas mana kita akan membangun bisnis kita. Itu artinya kita perlu membereskan hidup kita terlebih dahulu. Biasakan untuk menyisihkan sebagian penghasilan sebagai pegawai, untuk diinvestasikan. Kombinasi antara investasi properti, reksadana, dan deposito bisa menjadi pilihan. Aset ini akan sangat berguna ketika kita beralih jalur.
Selain membangun aset materi, bangun pula aset yang lain : pengalaman kerja, jejaring dan mulai memikirkan ide-ide bisnis, dan segmen pasar yang akan dituju nantinya. Timbalah ilmu dari para entrepreneur yang sudah lebih dulu terjun. Pelajari sisi sukses dan gagalnya. Tuangkan ide bisnis dalam suatu business plan sederhana. Buatlah satu business plan untuk tiap ide bisnis utama. Lakukan sedikit riset tentang pasar yang akan dituju, buat proyeksi penjualan dan gambaran laba ruginya agar kita punya bayangan ide yang mana yang lebih menjanjikan.
Beberapa kawan langsung menjadi entrepreneur begitu lulus, bahkan sambil kuliah. Memulai bisnis sendiri dalam skala kecil dan ketika belum punya tanggungan, punya keuntungan tersendiri. Suatu bisnis biasanya mengalami beberapa kegagalan sebelum berhasil. Dari setiap kegagalan kita akan belajar banyak. Memulainya lebih awal memberikan kesempatan belajar secara lebih dini. Mengambil analogi tulang muda yang lebih mudah pulih ketika patah atau retak, gagal pada usia muda biasanya lebih mudah untuk bangun lagi.
Jalur yang mana yang paling tepat untuk kita?Jawabannya ada pada diri kita masing-masing, termasuk bila ternyata menjadi entrepreneur bukan merupakan pilihan.
Salam hangat penuh semangat.
1 comments
Nanang Gunanzah
salam kenal dari nanang di subang. Saya sgt trtarik dan trkesan dgn artikel2 yg ibu tulis. Smoga sya dpt mnimba ilmu lbh bnyk lg.