| |
| |
Entrepreneur, Pemasaran dan Penjualan
| |
| |  Oleh: Betti Alisjahbana
QBHeadlines.Com - Bisnis kita sukses bila kita berhasil mendapatkan penjualan dan menghasilkan keuntungan yang cukup untuk membiayai operasi dan pertumbuhan perusahaan. Sebaliknya, bisnis gagal bila penjualan turun terus yang akhirnya membuat perusahaan rugi dan bangkrut. Karenanya pengusaha dan pebisnis yang sukses memberikan fokus yang besar pada penjualan dan kepuasan pelanggan. Mereka selalu memikirkan pelanggannya, menyediakan produk/jasa yang memenuhi keinginannya dan melayani mereka. Selain berupaya mendapatkan pelanggan baru, merekapun berusaha keras untuk senantiasa mempertahankannya.
Ada empat hal yang bisa menopang penjualan, pendapatan dan alur kas yang sehat. Keempat hal ini adalah spesialisasi, diferensiasi, segmentasi dan konsentrasi.
Spesialisasi
Organisasi yang mempunyai spesialisasi biasanya lebih efektif dalam mendapatkan dan mempertahankan pelanggan dibandingkan dengan perusahaan umum yang menawarkan terlalu banyak produk dan jasa kepada terlalu banyak segmen pasar dengan cara yang terlalu bervariasi dan dengan harga yang macam-macam pula.
Kita bisa berspesialisasi pada salah satu dari bidang utama berikut ini : produk/jasa, pelanggan dan segmen pasar. Pebisnis yang berspesialisasi pada produk/jasa yang spesifik contohnya adalah game developer atau rumah makan cepat saji. Pebisnis yang berspesialisasi pada segmen pasar yang spesifik contohnya adalah penyedia konten bagi remaja atau penyedia perlengkapan balita.
Ketika mencium suatu peluang seringkali kita tergoda untuk masuk ke berbagai bidang. Organisasi yang sukses umumnya bisa menahan diri untuk tidak menyebar usahanya ke berbagai bidang, melainkan lebih fokus dan berspesialisasi ke suatu bidang dimana mereka punya kemampuan untuk kelak bisa memimpin pasar.
Diferensiasi
Pelanggan biasanya membeli produk/jasa yang dianggapnya terbaik dalam menjawab kebutuhannya pada saat itu. Misalnya saja pengiriman yang cepat, atau produk yang awet, atau harga yang murah, atau produk yang nyaman digunakan atau gaya yang sangat pas dengan tren terkini. Kita perlu memilih apa yang akan membedakan produk kita di banding para pesaing. Hal seperti ini disebut keunggulan kompetitif. Semakin jelas keunggulan kompetitif produk/jasa kita semakin mudah kita menjualnya. Membangun keunggulan kompetitif adalah faktor kunci keberhasikan suatu bisnis. Faktor ini sangat menentukan penjualan dan keuntungan yang sehat di perusahaan besar maupun kecil.
Segmentasi
Kemampuan kita untuk menganalisa pasar dan mendefinisikan profil pelanggan yang akan mendapatkan manfaat maksimal dari produk/jasa spesialisasi kita sangat menentukan keberhasilan pemasaran. Pelanggan dengan profil yang cocok bagi produk/jasa yang kita pasarkan bisa menghargai produk kita dengan lebih baik dan karenanya bersedia membayar dengan harga lebih tinggi. Kegiatan pemasaran dan penjualan tentunya harus ditergetkan pada segment pasar ini.
Disiplin kita untuk selalu bertanya, “Apa spesialisasi kita?”, di area mana kita lebih hebat dari para pesaing, segmen pasar mana yang paling menarik dan tepat untuk produk kita, lalu bagaimana cara mempromosikan dan cara menjangkau segmen tersebut adalah pertanyaan-pertanyaan yang harus kita jawab.
Konsentrasi
Kemampuan kita untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tadi dengan akurat dan menjalankan bisnis kita dengan fokus akan mengantar kita pada keberhasilan penjualan, mendapatkan keuntungan dan menghasilkan alur kas yang sehat, sehingga bisnis senantiasa bisa tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.
Setelah spesialisasi, diferensiasi, segmentasi dan konsentrasi terpenuhi, selanjutnya kita harus meyakinkan bahwa produk kita dijual oleh orang-orang yang mempunyai karakter yang menyenangkan, mengenal segment pasar yang kita targetkan dan tentunya menguasai produk/jasa kita dan keunggulannya dibandingkan dengan para pesaingnya.
Latihan yang intensif perlu kita lakukan pada duta produk kita yang akan menjual produk kita di lapangan. Mereka harus dilatih untuk menjual dengan menyenangkan pembeli.
Ada tiga hal yang perlu kita ingat dalam menjual:
• Menjual dengan memuaskan kebutuhan dan keinginan calon pelanggan akan terasa seperti berenang mengikuti arah arus air, sangat ringan dan sangat menyenangkan.
• Pembeli tidak membeli produk/jasa yang kita jual. Yang mereka beli adalah kepuasan yang mereka bayangkan akan mereka dapatkan dengan menggunakannya.
• Pembeli membeli dari orang yang mereka percayai dan sukai.
Semoga sukses menyertai usaha penjualan kita di tahun baru ini.
Salam hangat penuh semangat.
Referensi : Million Dollar Habits, by Brian Tracy | | | | Posting : Rabu, 06 Januari 2010 | | | |
Tambah Komentar
Komentar
|
|
Betti Alisjahbana's Journal
|
|
|
|
Artikel
Leadership |
Artikel Entrepreneurship |
|
|
Lebih dari 20 tahun berkecimpung didunia Teknologi Informasi dikombinasikan dengan latar belakang pendidikan Arsitektur merupakan modal kuat bagi Betti untuk mendirikan dan memimpin QB Creative (PT Quantum Business International) yang bergerak di Industri Kreatif. QB Headlines, QB Architects, QB Furniture dan QB Creative IT adalah 4 bidang bisnis yang digelutinya saat ini.
Sampai dengan Januari 2008 Betti adalah Presiden Direktur PT IBM Indonesia, posisi yang dijabatnya selama 8 tahun. Ia adalah wanita pertama di IBM Kawasan Asia Pasifik yang dipercaya untuk memimpin operasi IBM di suatu Negara.
[read more]
|
Betti memulai karirnya di IBM pada tahun 1984 sebagai trainee. Selain menjabat berbagai posisi penting di Indonesia, Betti juga telah malang melintang didunia International diantaranya :
General Manager, General Business, IBM ASEAN dan Asia Selatan ( 1996-1998),
General Manager, e-business and Cross Industry Solutions IBM ASEAN dan ASIA Selatan ( 1998-1999).
Jabatan lain yang saat ini dipegangnya adalah :
Duta Open Source Indonesia & Ketua Umum Asosiasi Open Source Indonesia
Anggota Majelis Wali Amanah ITB.
Ketua Yayasan ITB Tujuh Sembilan
[hide]
|
|
| Email | : | betti@Qbheadlines.com |
| YM | : | bettisetiastuti@yahoo.com |
| Phone | : | (021)7667054 |
| |
|
| |
Perubahan Adalah Peluang Bisnis Wirausaha yang sukses umumnya tajam melihat peluang usaha. Pada artikel sebelumnya, penulis sudah membahas 3 cara menciptakan peluang bisnis. Kali ini penulis akan membahas menciptakan peluang bisnis dari suatu perubahan.
Kondisi yang stabil biasanya.....[read more]
Tiga Cara Menciptakan Peluang Bisnis Dalam diskusi yang di gelar KADIN Juli 2009, sejumlah pelaku industri mengaku tidak siap menjalani FTA ASEAN-China. FTA yang di implementasikan sejak 2005 ini berpengaruh sangat signifikan terhadap surplus perdangangan Indonesia. Apalagi dengan akan adanya.....[read more]
Sumber Pembiayaan dalam Memulai Bisnis Setelah Anda selesai membuat rencana bisnis dan telah mendapat masukan dari entrepreneur yang lebih berpengalaman, kini Anda siap meneruskan langkah Anda memulai bisnis. Dari pro forma laporan keuangan seperti saya ilustrasikan pada artikel sebelumnya, Anda.....[read more]
Memuaskan Pelanggan Belum lama ini berita di berbagai media diramaikan oleh cerita tentang Prita Mulyasari versus Rumah Sakit Omni International. Prita yang tidak puas dengan cara diagnosa dan pengobatan yang dialaminya di Rumah Sakit Omni International, menuliskan.....[read more]
Kapan Waktu yang Tepat untuk Menjadi Entrepreneur? Di acara QB Entrepreneurship Series berjudul “Business Plan & Funding” yang baru lalu, salah satu pertanyaan yang diajukan adalah, ”Kapan waktu yang tepat untuk menjadi entrepreneur?”Menjadi entrepreneur bisa di segala usia. Teman saya ada yang.....[read more]
Menjadi Entrepreneur Belum genap setahun saya menjadi entrepreneur, setelah sebelumnya selama 24 tahun menjadi profesional, 8 tahun diantaranya sebagai CEO sebuah perusahaan multinasional. Rasanya seperti hidup dalam dunia yang baru yang sangat berbeda. Banyak sukanya,.....[read more]
Agar Tetap Tegar di tengah Krisis Seorang teman menyampaikan bahwa banyak pebisnis muda sudah mulai patah semangat menghadapi situasi ekonomi yang serba sulit saat ini. Para entrepreneur mungkin saat ini menghabiskan energinya untuk membuat perusahaannya tetap berjalan. Jangan lupa untuk membuat.....[read more]
5 Langkah Penting dalam Membangun Bisnis Seminar QB Entrepreneurship Series dengan tema “Converting Your Creative Ideas into Profitable Business” mendapatkan sambutan yang luar biasa. Kedua seminar, di Jakarta dan di Bandung, dipenuhi oleh pengunjung yang sangat antusias. Keinginan untuk menjadi entrepreneur.....[read more]
Memilih Pasangan Bisnis Beberapa teman menanyakan mengapa
banyak perusahaan, sebelum sukses, hubungan dengan pasangan
bisnisnya baik, namun ketika perusahaannya sudah sukses, sering
terjadi pecah kongsi. Calon entrepreneur yang lain menanyakan,
bagaimana cara mendapatkan pasangan bisnis yang tepat.
Pantang Menyerah Di tahun 1878, Thomas Edison menciptakan prototipe lampu bohlam, yang tidak lain adalah kertas tipis yang disambung aliran listrik dalam bohlam vakum. Ketika aliran listrik dinyalakan, filamen yang terbuat dari kertas tipis ini menyala. Masalahnya,.....[read more]
6 Langkah Praktis untuk Melejitkan Bisnis Baru Anda Banyak tantangan yang dihadapi ketika
melahirkan dan membesarkan bisnis baru, apalagi ketika situasi
ekonomi tidak sepenuhnya mendukung. Masalah pembiayaan, mendapatkan
sumber daya manusia yang dibutuhkan, branding & marketing adalah
beberapa masalah utama yang biasanya dihadapi.
Membangun Strategi Pemasaran dan Penjualan Pemasaran pada intinya adalah segala sesuatu yang perlu Anda lakukan untuk membuat informasi tentang produk dan jasa Anda bisa menjangkau pelanggan yang potensial dan membuat calon pelanggan tertarik. Pemasaran mencakup membangun brand, merekrut mitra penjualan,.....[read more]
Sumber Pembiayaan dalam Memulai Bisnis Setelah Anda selesai membuat rencana
bisnis dan telah mendapat masukan dari entrepreneur yang lebih
berpengalaman, kini Anda siap meneruskan langkah Anda memulai
bisnis. Dari pro forma laporan keuangan seperti saya ilustrasikan
pada artikel sebelumnya, Anda bisa melihat jumlah.....[read more]
Membuat Rencana Bisnis Ketika memulai bisnis secara informal,
umumnya pengusaha pemula tidak secara
lengkap menuliskan rencana bisnisnya.
Umumnya mereka hanya punya rencana operasi, rencana pemasaran dan prediksi
penjualan. Anda memang sebetulnya hanya perlu menuliskan rencana bisnis secara
lengkap bila membutuhkan modal dari pihak.....[read more]
Langkah Pertama dalam Membangun Bisnis Artikel yang saya tulis
berjudul “Entrepreneurship, Sangat Penting Bagi Indonesia” mendapat sambutan
positif dari berbagai pihak. Berbagai komentar yang masuk menunjukkan semua
pihak menyadari pentingnya entrepreneurship di Indonesia, tetapi ternyata
membangun bisnis tidak mudah. Banyak pihak mengalami beberapa kegagalan.....[read more]
Entrepreneurship, Sangat Penting bagi Indonesia Pada tanggal 25 September 2008, atas
undangan Menristek, saya mendapat kesempatan emas untuk bertemu dan
berdialog dengan Bapak Dr (HC) Ir. Ciputra yang pada saat itu
mengunjungi Bapak Kusmayanto Kadiman. Saya belajar banyak dari
diskusi selama dua jam.....[read more]
10 Tips dalam Investasi Dalam berinvestasi, Anda tidak akan
pernah 100% benar, tapi Anda bisa
meningkatkan potensi hasil dan menekan risikonya. Dibawah ini adalah 10 tips
yang akan sangat menolong Anda dalam berinvestasi :
Tentukan.....[read more]
Investasi Pendidikan, Bagaimana Sebaiknya? Banyak pembaca yang mengajukan pertanyaan seputar cara terbaik dalam
mempersiapkan dana pendidikan anak. Tepatkah investasi pendidikan dalam bentuk
logam mulia? Apakah sebaiknya masing-masing anak dibuat satu rekening? Apakah
tepat menginvestasikan dana pendidikan anak dalam bentuk saham? Dan
pertanyaan-pertanyaan lainnya......[read more]
Daya Tarik Transaksi Saham Secara Online Beberapa pertanyaan tentang apakah di Indonesia sudah
bisa bertransaksi saham secara online dilayangkan pada saya. Pertanyaan ini
datang dari beberapa pembaca yang saat ini tinggal di Luar Indonesia. Juga
beberapa pembaca di Indonesia
menanyakan apa saja syarat-syaratnya, bagaimana cara.....[read more]
Memilih Reksa Dana yang Tepat untuk Anda Sebagai kelanjutan artikel investasi minggu
lalu berjudul “Langkah Pertama”, dimana salah satunya saya
merekomendasikan reksa dana sebagai investasi pertama, pada artikel kali ini
saya akan melanjutkannya dengan lebih detail.
Kebanyakan dari Anda punya.....[read more]
Langkah Pertama A Journey Of A Thousand Miles....Begins With The First Step.
Pada artikel-artikel sebelumnya saya telah
membahas berbagai jenis investasi. Saya kemudian banyak mendapat pertanyaan
seperti, “Saya ingin mulai investasi,
tapi mulai.....[read more]
Mencapai Kebebasan Finansial Kebebasan Finansial (Financial freedom) didefinisikan sebagai gaya hidup yang terencana dengan baik dimana Anda tidak perlu bekerja untuk mendapatkan pendapatan guna membiayai pengeluaran- pengeluaran Anda. Biasanya kebebasan finansial ini bisa dicapai dengan 2.....[read more]
Seperti Apakah Portofolio Investasi yang Tepat Untuk Anda? Pembaca artikel tentang berbagai jenis investasi yang saya tulis menanyakan, “Portofolio investasi seperti apa yang tepat ?”. Setiap orang mempunyai profil risiko investasi yang berbeda, karenanya, portfolio investasi yang tepat pun berbeda-beda.....[read more]
Reksa Dana, Cara Mudah untuk Investasi di Pasar Modal Pada artikel sebelumnya kita sudah membahas secara detil berbagai instrumen investasi seperti saham, properti dan obligasi. Kendala yang sering dihadapi investor untuk berivestasi pada instrumen-instrumen tadi biasanya keterbatasan pengetahuan, informasi dan waktu. Reksa dana merupakan.....[read more]
Obligasi, Plihan Investasi Jika Anda Ingin Pendapatan Tetap Lebih Besar dari Bunga Deposito Obligasi adalah hutang yang dibuat oleh
penerbit obligasi pada investor. Bagi
penerbit obligasi, mendapatkan modal
kerja dari obligasi lebih menguntungkan dibandingkan dengan.....[read more]
Investasi Properti Semakin Memikat Investasi terbesar kebanyakan orang ada di properti, yaitu rumah yang ditinggalinya. Tapi kali ini saya akan membahas investasi properti yang bukan rumah tempat tinggal sendiri.
Popularitas properti meningkat belakangan ini......[read more]
Lebih Dalam Tentang Saham
Oleh: Betti Alisjahbana
Semua strategi keuangan, termasuk tunai dan properti dipengaruhi oleh apa yang terjadi di pasar modal. Pasar modal adalah penentu arah ekonomi dunia.
Perusahaan bisa.....[read more]
Lima Pilihan Dasar Investasi
Oleh Betti Alisjahbana
Ketika kita membaca koran atau majalah investasi, kita bisa melihat ada banyak sekali pilihan investasi. Meskipun demikian, pada dasarnya pilihan investasi ini bisa dikelompokkan dalam lima alokasi aset,.....[read more]
Dalam Hal Uang, yang Mana Tipe Kepribadian Anda?
Sebagian dari kita menghabiskan uang bahkan
”tekor” di akhir bulan. Kelompok
lain, menyisihkan sebagian penghasilannya dan menyimpannya di bank. Ada juga yang
memanfaatkan uangnya untuk beli.....[read more]
| |
|
|
|
BRIAN ARFI FARIDHI, JUARA WIRAUSAHA MUDA 2009
 Surabaya - Bisnis berbasis internet tak butuh modal besar. Tak heran banyak pebisnis pemula getol meliriknya. Salah satunya Brian Arfi Faridhi (23), mahasiswa Teknik Industri ITS, Surabaya, juara pertama kompetisi Wirausaha Muda Mandiri 2009. Melalui perusahaan pengembangan web miliknya, PT DheZign Online Solution, Brian menyingkirkan sekitar 1.700 orang pesaing dan merebut gelar juara pertama kategori kreatif. Tahun lalu, perusahaannya mampu membukukan omzet Rp559 juta.
Meski pernah beberapa kali gagal berbisnis, Brian tak putus asa. "Itulah risiko berbisnis, tapi yang terpenting adalah bagaimana kita bangkit," katanya. Kini, selain fokus dalam pengembangan web, dia pun sedang mengembangkan toko online yang menjual pernak-pernik muslim.
Sumber: bisnis.vivanews.com
Posting : Selasa, 09 Februari 2010
Category: Entrepreneurship
|
ANINDYA BAKRIE SARANKAN CROWD SOURCING
 Bandung - Dalam ITB Fair 2010, Sabtu (6/2), Ketua Yayasan Bakrie Untuk Negeri, Anindya Bakrie, memperkenalkan konsep bisnis baru pada para mahasiswa. Konsep crowd sourcing, menurutnya, mengajarkan bagaimana sebuah mikro ekonomi bisa tumbuh karena peran aktif anggota komunitas.
Anin terinspirasi model bisnis Threadless.com. "Di mana mereka ini mulanya komunitas baju kaus dengan berbagai desain," katanya. Komunitas ini mendesain kaus yang akan mereka jual, membuat ranking desain, lalu memilih desain terbaik, memproduksinya, dan mendistribusikannya pada komunitas mereka sendiri. Strategi ini bisa memotong supply chain perusahaan. Menurut Anin, crowd sourcing bisa diterapkan dalam komunitas kecil di kalangan mahasiswa lebih dulu.
Sumber: teknologi.vivanews.com
Posting : Senin, 08 Februari 2010
Category: Entrepreneurship
|
| Info Kurs |
| |
| Nilai |
Mata uang |
Kurs Jual |
Kurs Beli |
| 1 |
THB |
299 |
268 |
| 1 |
EUR |
13.513 |
12.146 |
| 1 |
JPY |
111 |
100 |
| 1 |
USD |
9.913 |
8.913 |
| 1 |
AUD |
8.575 |
7.707 |
| 1 |
SGD |
6.976 |
6.267 |
Sumber : Detikfinance (09 Feb 2010, 7:44:00) |
|
| Indeks Harga Saham Gabungan |
|
Value |
Change |
% |
Straits Times |
2,681.44 |
-12.18 |
-0.45% |
IHSG |
2,475.57 |
-43.40 |
-1.72% |
Hang Seng |
19,550.89 |
-114.19 |
-0.58% |
Nasdaq |
2,126.05 |
-15.07 |
-0.70% |
Dow Jones |
9,908.39 |
-103.84 |
-1.04% |
Sumber : Bloomberg (09 Feb 2010, 9:00:00) | |
|