Warning: getimagesize(img/uploaded/thumbs/4240Zarki_in_a_half_of_drawing_-_s.JPG) [function.getimagesize]: failed to open stream: No such file or directory in /home/qbheadli/public_html/industri_artikel_baru.php on line 47
Akademi Samali, Ruang Belajar Komik Indonesia
Oleh: Restituta Ajeng Arjanti
Saat berkunjung ke toko buku besar, coba Anda perhatikan, salah satu rak yang paling ramai dirubung pengunjung adalah rak berisi komik. Peminatnya tak hanya anak-anak, tapi juga kaum dewasa.
Di tengahnya maraknya serbuan komik impor dan terjemahan dari Jepang, Eropa, dan Amerika, ternyata komunitas pecinta komik Tanah Air terus bergerak. Cobalah singgah ke Akademi Samali untuk melihat kegiatan mereka.
Worshop Komik
Akademi Samali berdiri pada bulan Mei 2005, atas gagasan Hikmat Darmawan, Beng Rahadian, dan Zarki. Bukan tanpa alasan nama tersebut diambil oleh tiga sekawan ini. Kata “akademi” dipakai untuk menjelaskan bentuk aktivitas belajar dalam komunitas yang mereka bentuk, sedang nama “Samali” diambil dari nama jalan yang kerap jadi lokasi berkumpul mereka, yakni kost milik Zarki.
Sejak awal, Akademi Samali memang didirikan sebagai wadah belajar seni gambar dan komik yang berbasis komunitas. Komunitas ini sering menggelar kegiatan “pintar” seputar komik. Misalnya kelas pengembangan naskah komik, klab menggambar bersama, klab komik (kelompok diskusi komik), pameran, dan workshop membuat komik.
Dalam workshop, peserta diajarkan tentang cara menyusun cerita untuk komik, serta cara menggambar dan memroduksi komik secara sederhana. Mereka juga diberikan wawasan mengenai komik dan sistem distribusinya.
Tak berhenti sampai di situ, Akademi Samali, memanfaatkan jaringan yang telah dimilikinya, menggandeng komunitas animasi Lanting untuk mengadakan workshop “comic to animation”. Tujuannya untuk mengembangkan keahlian animasi para pesertanya.
“Selama ini, yang tertarik untuk ikut workshop komik rata-rata berusia 19 tahun ke atas. Kelas workshop tidak kami bagi berdasarkan tingkat keahlian peserta, tapi berdasarkan minat membuat cerita atau minat menggambar,” tutur Beng Rahadian.
Menurut Beng, selama ini biaya mengikuti workshop di Akademi Samali gratis, karena beban biaya sudah ditanggung oleh pihak penyelenggara (sponsor). Karena gratis dan menunggu sponsor, gelaran workshop di sana bersifat tentatif. Karena itulah, ia dan para pengurus akademi berencana untuk menyelenggarakan workshop mandiri yang biayanya dibebankan pada peserta. Jika rencana itu terlaksana, mereka bakal membuka kelas reguler yang murah, ramah, dan santai, dengan periode 3 bulanan per angkatan.
Selain membuka kelas belajar komik, ada sederet program berbobot yang dimiliki oleh komunitas ini, termasuk program perluasan jaringan kerja. Tujuannya antara lain untuk meningkatkan kualitas berkarya para anggota dan apresiasi terhadap hasil karya mereka. Sayangnya, sama dengan yang dialami oleh komunitas-komunitas kreatif lain, urusan biaya masih menjadi kendala terbesar yang menghambat langkah mereka.
Promosi Lewat Pameran
Untuk memromosikan komik dalam negeri pada masyarakat, Beng dan rekan-rekannya di Akademi Samali kerap memanfaatkan ajang pameran. Contohnya, pameran KONDE (Komik Indonesia Satu Dekade) yang mereka gelar, tahun lalu.
Tanggal 9-20 Juni nanti, Akademi Samali akan menggelar pameran “Panggung Visual Akademi Samali” di Japan Foundation, Jakarta. Pameran itu dibuat sebagai sebuah perayaan visual memperingati 3 tahun berdirinya Akademi Samali. Di sana, karya-karya pengurus, anggota, dan para partisipan akan dipajang. Bentuknya berupa karya ilustrasi, foto, dan video animasi. Rencananya, pameran itu bakal disambung ke Semarang, pada 4-10 Juli mendatang.
Sebelumnya, Akademi Samali―bekerja sama dengan beragam komunitas―juga cukup sering mengadakan pameran. Contohnya, April 2008 lalu, Akademi Samali bekerja sama dengan Pusat Kebudayaan Prancis (CCF) Jakarta menjadi co-organizer untuk Pameran Sejarah Komik Indonesia-Prancis dan workshop komik oleh komikus Prancis Stephan Heuet.
Meski usianya masih terbilang sangat muda, akademi ini sudah pernah meraih penghargaan. April lalu, Akademi Samali menyabet penghargaan sebagai komunitas pengembang komik Indonesia dari Departemen Kebudayaan dan Pariwisata dan Taman Mini Indonesia Indah. Satu lagi, asal Anda tahu, sudah ada komik buatan akademi ini yang terbit secara berkala di Koran Tempo Minggu. Judul komiknya Mat Jagung, dibuat bekerja sama dengan penulis Radhar Panca Dahana.
Komik Dalam Negeri
Bagaimana perkembangan industri komik nasional? Disodori pertanyaan itu, Beng menyatakan, “Perkembangannya baru sebatas eksplorasi visual saja. Gambarnya memang semakin cantik dan bagus, tapi masih kering asupan cerita bermutu.” Ia menilai, hal itu disebabkan belum adanya sinergi mutualisme antara komikus dengan pihak penerbit.
“Dunia komik Indonesia masih menghadapi banyak tantangan untuk maju. Komik yang bagus adalah komik dengan ide cerita serta penuturan alur yang bagus. Kita masih kekurangan keduanya. Banyak komikus kita yang bergantung pada referensi, dan akhirnya malah hanya menjiplak,” lanjutnya.
Menurut Beng, untuk membuat sebuah komik yang menarik, seseorang harus punya mental percaya diri dan tahan untuk tidak menjiplak. Ia juga harus punya kemampuan bercerita dan menceritakan. Untuk mendukung komiknya, akan lebih baik jika komikus melakukan riset dan observasi. Dan satu lagi yang penting, komikus juga harus melek visual, paham tentang dasar menggambar dan punya kepekaan terhadap estetika.
Beng sendiri secara pribadi berharap agar industri komik dalam negeri bisa maju layaknya industri musik lokal saat ini. “Tapi tanpa bajakan, ya,” katanya sambil tertawa.
Credit Foto: Akademi Samali
| Klasifikasi Komik |
|
Klasifikasi komik bisa dibedakan berdasarkan genre (jenis cerita), gaya visual, atau berdasarkan mediumnya. Menurut Beng Rahadian, berdasarkan genre, komik bisa dibagi menjadi
komik silat, roman (drama), detektif, petualangan, humor, action,
superhero, dan banyak lagi. Berdasarkan gaya visual, ada tiga gaya yang
paling populer di dunia, yaitu gaya Amerika, Eropa, dan Jepang. Lalu,
berdasarkan mediumnya, komik bisa dibedakan jadi komik buku, komik
strip, dan komik digital. Komik strip adalah komik satu baris, seperti
yang kerap tampil di majalah atau koran. Sedangkan komik digital
berbentuk file―cara produksi dan cara membacanya berbasis teknologi
digital, misalnya lewat ponsel, komputer, atau via internet. Saat ini, pasar sedang marak dengan beragam terbitan komik dan novel
grafis. Sebenarnya, apa beda keduanya? “Sama saja sih, hanya novel
grafis secara sadar dibuat oleh komikus untuk menjadi karya komik yang
punya bobot sastra, atau cerita yang kompleks,” jelas Beng.
|
|
Akademi Samali Alamat: Jl. Mampang Prapatan XVI No. 28, Jakarta Selatan, 12760 Telpon: 021 - 7919 8858 Website: akademisamali.org, akademisamali.multiply.com Email: akademisamali@yahoo.com
|
|
| |
| |
 Surabaya - Pameran lukisan yang menampilkan tokoh-tokoh jagoan digelar Umbu Tanggela di Emitan Galery, Surabaya, hingga Jumat (10/9). Pameran bertema "Superhero avoice of Emptiness" itu agaknya "menyindir" suasana politik tanah air dengan medium superhero.
Lewat lukisan tokoh HAM Munir dan Superman, misalnya, Umbu ingin menggambarkan rasa frustasi rakyat terhadap penanganan kasus pembunuhan Munir yang tak kunjung kelar.
Sumber: www.tempointeraktif.com     
Posting : Kamis, 09 September 2010
Category:
| | ------------------------------------------------------- |
 Jakarta - Berapa sebenarnya korban tewas pasca peristiwa G-30-S? Mendagri Mayjen Dr Soemarno selaku Ketua FFC menyebut 80.000 orang, tapi Komandan RPKAD Kolonel (Inf) Sarwo Edhie Wibowo mengatakan 3 juta.
Buku Gerakan 30 September, Pelaku, Pahlawan & Petualang yang dibuat Julius Pour akan menjawab misteri seputar G-30-S. Buku ini akan beredar minggu terakhir September 2010.
Sumber: oase.kompas.com     
Posting : Rabu, 08 September 2010
Category:
| | ------------------------------------------------------- |
Jakarta - Tiga novel karya Damien Dematra tentang Pluralisme dan Ramadhan, diluncurkan penerbit Gramedia Pusataka Utama dan Gerakan Peduli Pluralisme, akhir pekan lalu di Taman Ismail Marzuki. Tiga novel itu adalah Selusin Ramadhan Setahun, Kata Mereka Aku Kafir, dan New York.
Damien selain dikenal sebagai novelis, juga penulis skenario, sutradara, produser, fotografer internasional, dan pelukis. Ia telah menulis 67 novel berbahasa Inggris dan Indonesia, 57 skenario film dan serial TV, dan telah memproduksi 28 film dalam berbagai genre, di antaranya Obama Anak Menteng.
Sumber: oase.kompas.com     
Posting : Selasa, 07 September 2010
Category:
| | ------------------------------------------------------- |
 Jakarta - Video pemenang kompetisi Democracy Video Challenge (DVC) yang berjudul "Democracy is Yet to Learn" karya sutradara muda Indonesia, Adhyatmika, akan ditayangkan di PBB pada September. Demikian kata Arend C.Zwartjes, Atase Kebudayaan dari Kedubes AS untuk RI, Jumat (3/9) lalu.
DVC diadakan oleh Kedubes AS. Adhyatmika dan 5 pemenang lainnya dari Iran, Spanyol, Kolombia, Nepal, dan Ethiopia mendapat biaya perjalanan penuh ke Washington DC, Hollywood, dan New York pada September. Dalam kunjungan itu, mereka akan mengunjungi lokasi pembuatan film/TV dan bertemu dengan sutradara, teknisi film, agen pencari bakat profesional, serta ahli media. Video mereka juga akan ditayangkan di Motion Picture Association of America (MPAA).
Sumber: oase.kompas.com     
Posting : Senin, 06 September 2010
Category:
| | ------------------------------------------------------- |
 Jakarta - Drama musikal Opera Jawa-Tusuk Konde karya sutradara Garin Nugroho akan pentas dalam rangka memperingati 100 Tahun Tropen Theatre Museum, Amsterdam, Belanda. Drama musikal itu akan menyuguhkan lakon Cinta Segitiga Rama, Shinta, dan Rahwana, yang dibalut tarian klasik-modern serta seni tradisional lainnya.
Pementasan akan digelar di Tropentheatre, Amsterdam, Sabtu-Minggu (4-5/9). Acara ini didukung oleh para pemain, seperti Eko Supriyanto, Heru Purwanto, dan Dwi Nurul Hidayah. Musiknya digarap oleh komposer Rahayu Supanggah.
Sumber: www.tempointeraktif.com     
Posting : Sabtu, 04 September 2010
Category:
| | ------------------------------------------------------- |
|
| |