Slideshow image


Since your web browser does not support JavaScript, here is a non-JavaScript version of the image slideshow:

slideshow image


slideshow image


    QB LEADERSHIP CENTER  BERANDA  BERITA RINGKAS  KEPEMIMPINAN  ENTREPRENEURSHIP  INOVASI  RESENSI BUKU  INDUSTRI KREATIF  GAYA HIDUP   OPEN SOURCE   BLOG 
Pourvous, Perawatan Aman Ramah Lingkungan

Semua orang, terutama kaum wanita, butuh dan ingin tampil sehat serta menarik. Tidak heran banyak produk perawatan kecantikan beredar di pasaran, mulai dari merek lokal sampai merek impor. Ceruk pasarnya terbuka lebar. Hal ini menggugah Laila Asri untuk memulai bisnis produk perawatan kecantikannya sendiri. Apalagi, ada banyak bahan alami yang bisa diolah dari negeri sendiri.

Pertama kali merilis bisnisnya, yakni pada September 2007, merek produk yang diusung oleh Laila adalah “Amour Pourvous”, yang berarti “cinta untukmu”. “Tapi karena saat ingin dipatenkan, ternyata sudah ada orang yang menggunakan nama 'Amour', maka kami akhirnya mengambil nama 'Pourvous' saja. Artinya 'untukmu',” ujar Ika Satyawati, General Manager Pourvous.

Kenapa memilih nama Pourvous, yang sulit disebut dengan lidah Indonesia? Disodori pertanyaan itu, Ika menjawab, “Menurut kami, nama itu penting untuk pertimbangan marketing. Karakter orang Indonesia kan sangat suka dan lebih percaya pada produk-produk yang berbau Barat. Padahal produk buatan dalam negeri juga tak kalah bagus. Jadi kami memilih untuk mengemas dan memasarkan produk ini dengan brand berbahasa asing.”

Ika sendiri mulai bergabung dalam bisnis yang didirikan oleh Laila ini pada awal tahun 2008. Dia ikut membantu Laila merintis Pourvous. Saat ini, yang sudah mereka pasarkan antara lain produk body butter aromatherapy, body cream scrubs, body lotion, essential oil, massage oil, dan potpourri. Semuanya dibuat dengan bahan alami. “Bahan bakunya semua didapat dari daerah Jawa Timur saja,” kata Ika.

Meski kebanyakan produk yang mereka buat adalah untuk kaum wanita, ada juga produk Pourvous yang diperuntukkan bagi laki-laki. “Target pemakai produk Pourvous adalah orang-orang berusia di atas 20 tahun,” ujar Ika.

“Indonesia punya banyak kekayaan hayati. Produk-produk yang dihasilkan dalam negeri, menggunakan kekayaan alam juga tidak kalah dengan produk-produk kecantikan buatan luar negeri, seperti Body Shop misalnya,” papar Ika.

Di awal mengembangkan produk, ada banyak eksperimen yang dilakukan Laila. Eksperimen dimulai dengan dengan membuat body lotion. “Dulu ukurannya masih kecil-kecil, belum seperti sekarang. Produknya sudah dijual dalam ukuran besar, hingga 250 gram,” kata Ika.

“Produk-produk awalnya dicobakan ke teman-teman dan keluarga sendiri,” kata Ika. Agar yakin produk-produknya memenuhi standar kesehatan, mereka juga dibantu oleh orang khusus di bagian produksi dan farmasi untuk melakukan pengujian.

Aman untuk Kulit

Apa kelebihan produk perawatan kecantikan Pourvous? “Yang kami tawarkan pertama adalah kualitas,” kata Ika. Dia menjelaskan, produknya itu tidak menggunakan fragrance, tapi essential yang aman bagi kulit. “Fragrance adalah pengharum buatan, sementara essential sifatnya alami dan berasal dari tumbuh-tumbuhan.”

Fragrance merupakan parfum sintetis yang dibuat melalui proses kimia. Karena sintetis, aromanya bukan aroma alami. Produk Pourvous sendiri dibuat menggunakan ekstrak buah dan tumbuh-tumbuhan khusus. Misalnya melati, green tea, dan stroberi. Aromanya alami.

Selain itu, kata Ika, produk Porvous yang sudah dilengkapi dengan sertifikat halal pun tidak menggunakan methanol yang dapat membahayakan kulit. Methanol adalah senyawa alkohol yang sering dipakai dalam industri kosmetik, untuk melarutkan kosmetik. Methanol kerap dipakai karena harganya murah. Namun pelarut ini bisa mengakibatkan berbagai masalah kesehatan. “Karena itu kami menggunakan pelarut kosmetik etanol yang aman dan lebih berkualitas,” ujar Ika.

Penjualan

Untuk promosi, Ika mengaku masih mengandalkan pameran, termasuk Gelar Produk Kerajinan Indonesia 2009. Salah satunya pameran yang baru diadakan tanggal 18-22 Maret lalu di Jakarta Convention Center.

Pemasaran produk Pourvous dilakukan dengan cara telemarketing dan online via  website rumahcantikku.com. Pourvous juga membuka sistem kemitraan. Contohnya dengan toko online amour-shop.com.

Sistem penjualan kami tidak hanya retail, tapi juga kemitraan,” kata Ika. Saat ini mereka sudah memiliki 22 agen yang tersebar di berbagai kota. Di antaranya Makassar, Pangkalpinang, Banjarmasin, Balikpapan, Yogyakarta, Jakarta, Semarang, dan Jember. “Tahun ini, kami juga berencana untuk membuka otlet di mal yang ada di Surabaya.”

Untuk menjadi mitra Pourvous, pembeli hanya perlu belanja minimal Rp1,5 juta, Ika menjelaskan. “Pembeli bebas memilih produk yang mana yang ingin dibeli, dan kami akan memberi diskon 20%,” ia menambahkan. Harga produk Pourvous dimulai dari sekitar Rp25.000.

Pesanan untuk Pourvous, kata Ika, umumnya merata dari tiap daerah. “Rata-rata Rp2 juta – Rp5 juta per bulan, berdasarkan pricelist. Produknya bisa macam-macam.”

Karena produk mereka terbilang masih baru, diakui Ika, ada banyak tantangan yang harus mereka hadapi. “Sebagai pemain baru, kami harus memperkenalkan produk kami ke masyarakat. Karena itu kami harus menunjukkan produk yang berkualitas,” kata Ika. Mereka berharap tahun ini bisa memperbanyak jumlah agen, membuka outlet, serta menambah produk. “Misalnya lip balm. Kami belum punya produk lip balm,” kata Ika.

Pourvous sendiri sudah dua kali mendapat penghargaan, sebagai pemenang Penghargaan Kompetisi UKM 2008 (Majalah Femina dan Kementrian Koperasi dan UKM) dan sebagai pemenang I Regional Jatim, Bali & Nusa Tenggara Wirausaha Muda Mandiri 2008 (Bank Mandiri).

Foto: rumahcantikku.com

Oleh: Restituta Ajeng Arjanti
  Artikel Sebelumnya
   
 
  Referensi
  www.asirpa.org/
www.businessweek.com/innovate/global_index/
1000ventures.com/business_guide/innovation
ec.europa.eu/enterprise/policies/innovation
innovation.alltop.com/
bx.businessweek.com/innovation-metrics/
www.ristek.go.id/
www.bppt.go.id/
www.blackinnovationawards.com/
inaicta.web.id/
bic.web.id/

  Berita
 
SINDIRAN JAGOAN DALAM KARYA UMBU TANGGELA

Surabaya - Pameran lukisan yang menampilkan tokoh-tokoh jagoan digelar Umbu Tanggela di Emitan Galery, Surabaya, hingga Jumat (10/9). Pameran bertema "Superhero avoice of Emptiness" itu agaknya "menyindir" suasana politik tanah air dengan medium superhero.

Lewat lukisan tokoh HAM Munir dan Superman, misalnya, Umbu ingin menggambarkan rasa frustasi rakyat terhadap penanganan kasus pembunuhan Munir yang tak kunjung kelar.

Sumber: www.tempointeraktif.com     
Posting : Kamis, 09 September 2010 Category: Komentar
-------------------------------------------------------
BUKU TERBARU JULIUS POUR TENTANG G-30-S

Jakarta - Berapa sebenarnya korban tewas pasca peristiwa G-30-S? Mendagri Mayjen Dr Soemarno selaku Ketua FFC menyebut 80.000 orang, tapi Komandan RPKAD Kolonel (Inf) Sarwo Edhie Wibowo mengatakan 3 juta.

Buku Gerakan 30 September, Pelaku, Pahlawan & Petualang yang dibuat Julius Pour akan menjawab misteri seputar G-30-S. Buku ini akan beredar minggu terakhir September 2010.

Sumber: oase.kompas.com     
Posting : Rabu, 08 September 2010 Category: Komentar
-------------------------------------------------------
TIGA NOVEL KARYA DAMIEN DILUNCURKAN

Jakarta - Tiga novel karya Damien Dematra tentang Pluralisme dan Ramadhan, diluncurkan penerbit Gramedia Pusataka Utama dan Gerakan Peduli Pluralisme, akhir pekan lalu di Taman Ismail Marzuki. Tiga novel itu adalah Selusin Ramadhan Setahun, Kata Mereka Aku Kafir, dan New York.

Damien selain dikenal sebagai novelis, juga penulis skenario, sutradara, produser, fotografer internasional, dan pelukis. Ia telah menulis 67 novel berbahasa Inggris dan Indonesia, 57 skenario film dan serial TV, dan telah memproduksi 28 film dalam berbagai genre, di antaranya Obama Anak Menteng.

Sumber: oase.kompas.com     
Posting : Selasa, 07 September 2010 Category: Komentar
-------------------------------------------------------
FILM ANAK NEGERI AKAN TAYANG DI PBB

Jakarta - Video pemenang kompetisi Democracy Video Challenge (DVC) yang berjudul "Democracy is Yet to Learn" karya sutradara muda Indonesia, Adhyatmika, akan ditayangkan di PBB pada September. Demikian kata Arend C.Zwartjes, Atase Kebudayaan dari Kedubes AS untuk RI, Jumat (3/9) lalu.

DVC diadakan oleh Kedubes AS. Adhyatmika dan 5 pemenang lainnya dari Iran, Spanyol, Kolombia, Nepal, dan Ethiopia mendapat biaya perjalanan penuh ke Washington DC, Hollywood, dan New York pada September. Dalam kunjungan itu, mereka akan mengunjungi lokasi pembuatan film/TV dan bertemu dengan sutradara, teknisi film, agen pencari bakat profesional, serta ahli media. Video mereka juga akan ditayangkan di Motion Picture Association of America (MPAA).

Sumber: oase.kompas.com     
Posting : Senin, 06 September 2010 Category: Komentar
-------------------------------------------------------
DRAMA MUSIKAL OPERA JAWA TAMPIL DI AMSTERDAM

Jakarta - Drama musikal Opera Jawa-Tusuk Konde karya sutradara Garin Nugroho akan pentas dalam rangka memperingati 100 Tahun Tropen Theatre Museum, Amsterdam, Belanda. Drama musikal itu akan menyuguhkan lakon Cinta Segitiga Rama, Shinta, dan Rahwana, yang dibalut tarian klasik-modern serta seni tradisional lainnya.

Pementasan akan digelar di Tropentheatre, Amsterdam, Sabtu-Minggu (4-5/9). Acara ini didukung oleh para pemain, seperti Eko Supriyanto, Heru Purwanto, dan Dwi Nurul Hidayah. Musiknya digarap oleh komposer Rahayu Supanggah.

Sumber: www.tempointeraktif.com     
Posting : Sabtu, 04 September 2010 Category: Komentar
-------------------------------------------------------

  Berita Sebelumnya
 

    QB LEADERSHIP CENTER  |  BERANDA  |  BERITA RINGKAS  |  KEPEMIMPINAN  |  ENTREPRENEURSHIP  |  INOVASI  |  RESENSI BUKU  |  INDUSTRI KREATIF  |  GAYA HIDUP  |   OPEN SOURCE  |  BLOG