|

Jakarta - Masuknya sektor industri pertahanan dalam Daftar Negatif Investasi (DNI) mengakibatkan investor Inggris mengurungkan niatnya untuk berinvestasi. Padahal, salah satu perusahaan industri pertahanan Inggris tertarik berinvestasi di sektor persenjataan. Demikian dijelaskan Menteri Perindustrian MS Hidayat usai pertemuan kenegaraan dengan Chief Executive UK Trade and Investment Sir Andrew Cahn Rabu (10/3).
Namun Hidayat memberikan pilihan, jika perusahaan Inggris tersebut berniat untuk berinvestasi pada sistem keamanan (security system) dan teknologi informasi di sektor pertahanan, dia menyarankan agar bermitra dengan BUMN di Indonesia. "Karena kebijiakan pemerintah untuk sektor persenjataan memang membatasi, tetapi untuk sektor teknologi pendukung alutsista, seperti industri telekomunikasi dan teknologi informasi alutsista. Dan saya menyarankan untuk bekerja sama dengan BUMN," terangnya. |