|

Jakarta - Persiapan yang dibangun aliansi kelompok teroris yang berporos Aceh-Banten-Jabar mengindikasikan adanya modus serangan bersenjata, selain pengeboman. Model serangan semacam itu bisa mengarah pada ancaman penggunaan taktik insurgensi, yakni penggunaan kekerasan untuk mengubah suatu keadaan dengan menggunakan sumber daya politik dan militer.
Hal itu terungkap pascaoperasi penangkapan di Aceh Besar, Jakarta, dan Jabar sejak akhir Februari hingga Selasa (9/3). ”Dengan fakta terakhir, kemampuan mereka saat ini difokuskan untuk penggunaan taktik insurgensi, seperti serangan bersenjata, selain mengebom. Ini yang jangan lengah. Indikasi itu kuat, mereka sabar terus menempa diri saat ini,” kata Ansyaad Mbai, Kepala Desk Antiteror Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Rabu (10/3). Sementara itu, Kapolri Jenderal (Pol) Bambang H. Danuri telah memastikan identitas salah 1 dari 3 orang yang ditangkap mati di Tangerang Selatan, Selasa lalu, adalah Dulmatin. |