 Jusman Syafii Djamal
Menteri Perhubungan Kabinet Indonesia Bersatu
Penerima Bintang Jasa Nararya dari Pemerintah Republik Indonesia, pada 50 tahun Indonesia Merdeka ini, memang tak asing lagi di bidang yang digelutinya, transportasi.
Lahir di Langsa, Aceh Timur, 28 Juli 1954, Jusman Syafii Djamal adalah Anggota Tim Nasional Evaluasi Kecelakaan dan Keselamatan Transportasi, selama Januari - April 2007.
Saat terpilih sebagai pengganti Menteri Perhubungan terdahulu, Jusman berkomitmen akan membenahi sistem transportasi di Indonesia, khususnya yang menyangkut keselamatan penumpang. Keselamatan dan Keamanan Sarana Prasarana Transportasi menjadi pusat perhatiannya yang harus dibenahi dalam waktu pendek. Tidak heran jika Jusman yang sempat jadi Direktur Utama PT. Dirgantara Indonesia ini sangat konsen dengan bidang tersebut.
|
[read more]
|
|
Nama: ir. Jusman Syafii Djamal Lahir di Langsa Aceh Timur, 28 Juli 1954
E-mail: ayu@indo.net.id
Status: Kawin dengan Arita Matthias Aroef SH, mempunyai 3 orang anak Ayu Islamya Syafii (15 tahun) Ardiman Adhipradana Syafii (13 tahun) Astri Tamara Syafii (9 tahun).
Riwayat Profesionalisme dan Pemangku Jabatan
11 Januari 2007 s/d 11 April 2007: Anggota Tim Nasional Evaluasi Kecelakaan dan Keselamatan Transportasi, berdasarkan Keputusan Presiden No 3, Januari 2007.
September 2000 – 9 Agustus 2002: Direktur Utama/CEO PT Dirgantara Indonesia. (sebelumnya bernama PT. IPTN). Memimpin PT Dirgantara Indonesia dalam perubahan paradigma bisnis dan “turnaround process”, sebagai respons bisnis yang dihadapi oleh IPTN sebagai Industri Pesawat Terbang atas “challenge” akibat krisis ekonomi dan dimasukkannya IPTN dalam LOI IMF dan BPPN.
Memimpin Program Restrukturisasi Perusahaan, Reorientasi Bisnis, dan Peningkatan Daya Saing, yang dilaksanakan di PT IPTN sejak tahun 1999, hingga berganti nama menjadi PT Dirgantara Indonesia.
Memimpin proses perubahan paradigma bisnis IPTN dari konsep “Technology Push” yang bersandar pada subsidi dan proteksi Negara dalam pengembangan dan penguasaan teknologi pesawat terbang menjadi industri dirgantara yang berorientasi pada paradigma daya saing dan efisiensi teknologi. Menerapkan prinsip “Commercialization of Technology” dalam pengelolaan PT Dirgantara Indonesia dimana pertumbuhan bisnis perusahaan disiapkan untuk peningkatan daya saing teknologi dan inovasi sehingga dapat memenangkan “free market competition”, tanpa subsidi dan proteksi Pemerintah.
2005 – 2006: Advisor Wakil Ketua Kadin Indonesia Bidang Industri, Teknologi dan Kelautan. Diantaranya dengan aktivitas: a.Anggota Delegasi dari kalangan bisnis Indonesia dalam Perundingan Menteri Perdagangan anggota WTO di Hongkong. Peserta delegasi swasta dalam pertemuan perundingan Economic Partnership Agreement Jepang Indonesia. Peserta dalam Infrastructure Summit di Jakarta tahun 2005. b.Ketua Tim Teknis Penyusunan Konsep VISI 2030 dan Roadmap Industri Nasional Kamar Dagang Industri Indonesia bersama ekonom Dr. Faisal Basri.
Juni 2004 – Mei 2007: Chairman Matsushita Gobel Foundation. Yayasan Nirlaba yang didirikan oleh Mohamad Thayeb Gobel, Founding Father Industri elektronika Indonesia dan Mr. Konosuke Matsushita Founding Father Industri elektronika Jepang dengan branch name Panasonic. Yayasan ini memfokuskan diri pada Pengembangan SDM untuk Supporting Industries, Innovation dan Productivity (Japan’s Way on Innovation, Productivity & Technology Development). Selama 25 tahun Yayasan ini telah mendidik 54.250 tenaga terampil dalam industri elektronika dan supporting industry.
Januari 2005 – Mei 2007: Staf Deputy Pengembangan Kebijakan Teknologi dan Advisor Bisnis Teknologi dari Unit Inkubator Teknologi, BPPT.
TMT 1 Januari 2004: Pensiun Dini sebagai karyawan PT Dirgantara Indonesia, setelah bekerja 20 tahun 6 bulan.
September 2002 – Agustus 2003: Anggota Dewan Komisaris PT Dirgantara Indonesia.
September 2000 – 9 Agustus 2002: Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia diangkat oleh Pemerintah RI pada masa Presiden Abdurachman Wachid.
1 September 1998 – 31 Agustus 2000: Direktur Sumber Daya Manusia PT IPTN yang mendapat mandat dari Meneg BUMN Tanri Abeng untuk menjadi Ketua Implementasi Program Restrukturisasi dan Penyehatan PT IPTN. Memimpin proses efisiensi perusahaan dan melakukan proses “human resource resizing”. Berhasil menurunkan jumlah karyawan dari 16.600 menjadi 9.700 dalam waktu 2 tahun dengan metode pensiun dini secara sukarela. Proses terlaksana dari tahun 1998 hingga 2000 tanpa gejolak unjuk rasa. Proses Restrukturisasi ini dilanjutkan dengan perubahan nama perusahaan dari PT IPTN menjadi PT Dirgantara Indonesia oleh Presiden Abdurachman Wachid.
4 Desember 1997 – 31 Agustus 1998: Direktur Sistim Senjata, Helikopter dan Sistim Antariksa PT IPTN. Memimpin Kelompok Bisnis Strategis HDS3 (Helicopters, Defence Systems and Satelite Systems) IPTN yang terdiri atas Divisi Helikopter, Divisi Sistim Senjata dan Divisi Sistim Antariksa untuk memproduksi dan menjual Helikopter, Torpedo, Roket 10 km, Sistim Senjata dan pengembangan Software Navigasi berbasis satelit, dengan nama Aeronautical Navigation Satelite Based Systems (ANSS).
November 1994 – September 1996: Kepala Divisi Aircraft Technology PT IPTN. Memimpin Divisi Pengembangan Produk Baru dan Assessment Technology IPTN termasuk di dalamnya Program rekayasa rancang bangun Rocket 400 km, Design Concept N2130, Pengembangan Derivative CN235 dan N250, mobil Maleo di Australia.
1989 – 1994: Chief Project Engineer Pengembangan Pesawat Terbang N250. Memimpin proses iterasi rekayasa dan rancang bangun pesawat Advanced Turboprop kapasitas 50-70 penumpang. Diantaranya dengan mengintegrasikan alternatif solusi engineering yang muncul dari 2500 engineer Indonesia dan 300 Engineer yang berasal dari pelbagai Negara seperti Amerika, Inggris, Perancis, Jerman. Mengelola project management dari proses rancang bangun dan conceptual Design Pesawat Terbang N250. Pesawat Terbang Canggih dengan 2 Engine Advanced Turboprop dan sistim kendali “fly by wire” mempunyai 2 (dua) prototype pesawat yang telah berhasil terbang perdana pada 17 Agustus 1995. Dua pesawat prototype N250 yang diterbangkan ke Paris dan Eropa secara akumulatif telah mengumpulkan 800 jam terbang, untuk membuktikan bahwa secara teknologi pesawat terbang tersebut telah merupakan “proven systems”.
1982 - 1987: Selama 5 (lima) tahun tanpa henti bekerja sebagai Professional Aerodynamics Engineer di PT IPTN. Dengan Pengalaman kerja di Fasilitas Teknologi Dirgantara CASA Spanyol di Getafe Madrid (Spanyol) selama 1,5 tahun. Program uji terowongan angin di Laboratorium Wind Tunnel NLR Noordoost Polder (Belanda). Program Flight Test di Kemayoran Jakarta. Computational Aerodynamics untuk menghitung “pressure distribution” pada seluruh permukaan pesawat terbang CN235, melalui penggunaan panel methods dengan matriks solusi 3500 kali 3500, menggunakan computer VAX dan IBM 3090 baik di Getafe (Spanyol) maupun di Indonesia. Melaksanakan kajian engineering untuk rekayasa ulang Pesawat Terbang CN235 dengan menggunakan Mesin Pratt and Whitney. Preliminary design konfigurasi derivative CN235-100 dan CN235-200.
Pendidikan:
1.Sarjana Teknik Mesin Penerbangan ITB lulus tahun 1983, dengan bidang keahlian Aerodinamika & Aircraft Configuration Design 2.SMA Negeri I Medan 1969-1972 3.SMP Negeri I Langsa Aceh Timur 1966-1969 4.SD Negeri III Langsa Aceh Timur 1960-1966
Pendidikan Non Gelar:
1.On the Job Training dalam bidang Computational Aerodynamics, CASA -Spain Aeronautics Industry, 1983-1984.
2.On the Job Training dalam bidang Experimental Aerodynamics, NLR Windtunnel Laboratory, Noordoost Polder - Netherlands, 1985.
3.Workshop on Euler Equation and Numerical Methods/Software Development in Aerodynamics, Monterey, California - USA, 1986.
4.On the Job Training on Preliminary Design of Aircraft, MBB, Hamburg - Germany, 1986.
5.On the Job training in Assessing the possibility of using High By Pass Ratio Engine in 100 Seater airplane, Mc Donnell Douglas, Burbank, California – USA, 1986.
6.On the Job training on New Product Development and Aircraft Technology Assessment – Joint Study Fokker–MBB-Boeing-IPTN on the possibilities of Propfan Technology Engine Driven Aircraft, in 100 Seater Airplane to replace DC-9 and Fokker-28; 1986 – 1987.
Seminar Internasional dan Pengalaman Assessment Technology Pesawat Terbang dan Sistim Persenjataan, diantaranya:
1.Salah satu pembicara dalam Seminar International perihal Management of Research and Industry, yang diselenggarakan MITI Japan yang dihadiri oleh ASEAN Executive in Aeronautics Industry, Manila -Filipina tahun 2000.
2.Pembicara Utama dalam Seminar International tentang Management of Advanced Technology and Product Development in Aeronautics Industry, yang diselenggarakan MITI Japan untuk Top Executive Japan’s Aeronautics Industry, Tokyo, 1999.
3.Anggota Team Advanced Assessment Technology pesawat tempur Russia, Sukhoi, Mig-29, sistim persenjataan dan sistim pertahanan udara di Rusia, tahun 1997, yang ditunjuk oleh Pemerintah Republik Indonesia. Satu-satunya anggota Profesional kalangan Sipil, di antara para ahli persenjataan dari Angkatan Bersenjata Republik Indonesia.
4.Menjadi Asisten Prof.Dr.Ing.B.J.Habibie dalam mengembangkan model matematik untuk mensimulasikan pengaruh suku bunga, inflasi terhadap fluktuasi nilai tukar dan kebijakan industri berdasarkan pengalaman empirik 6 negara Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Perancis, Jepang dan Indonesia, yang dikenal dengan “teori zig zag” pada tahun 1996. Hasilnya adalah paper 300 halaman dan software simulasi model matematik, dari nilai tukar, suku bunga dan inflasi.
5.Anggota Team Advanced dari IPTN dalam melakukan kajian dan feasibility study kemungkinan untuk melakukan perakitan akhir pesawat N250 di Amerika Serikat. Kajian dilakukan pada 52 lokasi yang terletak di 25 Negara bagian Amerika Serikat, 1994.
|
[hide]
|
| |
|
Sektor Perhubungan: Urat Nadi Perekonomian Bangsa - Tujuh Perspektif dalam merumuskan Kebijakan Transportasi Nasional
| |
| Perspektif Pertama :
Negara Indonesia adalah negara dengan tujuh-belas ribu pulau. Gugusan pulau dan laut yang diintegrasikan dalam satu kesatuan wilayah NKRI seperti dinyatakan dalam Deklarasi Juanda, menyebabkan Indonesia dikenal juga sebagai benua maritim. Keunikan posisi geografis Indonesia dan luas wilayah Indonesia yang membentang dari Seattle hingga New York jika peta Indonesia ditempatkan di atas peta Amerika, atau London – Ankara jika diletakkan di atas peta Eropa, telah menyebabkan Sistim Transportasi Nasional merupakan urat nadi ekonomi, dan kekuatan integrasi wilayah NKRI. Perspektif wilayah kepulauan NKRI yang diintegrasikan dalam satu kesatuan jaringan Sistim Transportasi Nasional dan wilayah pertumbuhan ekonomi Bangsa harus ditempatkan sebagai dua pilar utama kebijakan pengembangan sarana prasarana transportasi nasional kita, sepanjang masa.
Perspektif Kedua :
Dikenal dua paradigma kebijakan untuk mewujudkan sistim transportasi nasional agar peran strategis transportasi sebagai uratnadi perekonomian bangsa Indonesia dapat dirasakan pengaruh positipnya pada masyarakat. Yakni “ships follow the trades” dan “trades follow the ships”.
Paradigma pertama merujuk pada kebijakan transportasi nasional yang menempatkan kecepatan pertumbuhan baik jumlah maupun kualitas wahana dan infrastruktur transportasi sebagai response terhadap pertumbuhan perdagangan dan ekonomi suatu wilayah. Atau dalam istilah ekonomi disebut “demand side” policy. Hal ini terutama berlaku di wilayah Indonesia bagian Barat terutama Jawa, Bali, Sumatera. Policy ini bertujuan untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi wilayah.
Yang kedua merujuk pada tindakan dan kebijakan transportasi nasional yang menjadikan pertumbuhan jumlah dan kualitas sarana prasarana perhubungan sebagai “driven factor” atau pemicu pertumbuhan perdagangan dan ekonomi wilayah. Atau “supply side” policy, dimana pembangunan infrastruktur transportasi merupakan kebijakan intervensi pemerintah untuk melahirkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi. Hal ini terutama digunakan untuk pengembangan wilayah pertumbuhan ekonomi di kawasan Indonesia bagian Timur seperti Irian, Maluku, Sulawesi dan Kalimantan. Policy ini diprioritaskan untuk mengintegrasikan pulau-pulau dalam satu kesatuan wilayah NKRI dan pusat pertumbuhan ekonomi (growth poles) daerah sekitarnya. Disini dikenal istilah Trans Sulawesi, Trans Kalimantan dan Trans Maluku.
Perspektif Ketiga :
Ada dua masalah utama yang dihadapi oleh Departemen Perhubungan ketika saya diberi amanah Bapak Presiden SBY menjadi Menteri pada bulan Mei 2007.
Pertama adalah soal peningkatan jumlah kecelakaan yang telah menyebabkan masyarakat “takut” dan enggan menggunakan wahana transportasi. Keselamatan dan Keamanan Sarana Prasarana Transportasi menjadi “pusat perhatian” yang harus dibenahi dalam waktu pendek. Citra keselamatan dan keamanan wahana transportasi di Indonesia perlu dikembalikan ke tingkat memenuhi standard internasional. Baik di laut, udara, kereta api maupun angkutan darat, sungai, danau dan penyeberangan.
Kedua, masalah modernisasi sarana prasarana transportasi yang selama 10 tahun reformasi diabaikan. Infrastruktur bandara, pelabuhan, sarana dan prasarana kereta api. Kapal dan pesawat terbang, semuanya memerlukan investasi baru untuk dimodernisasikan atau diremajakan.
Dengan dua paradigma dan dua masalah utama seperti disebutkan dalam Perspektif Kedua dan Ketiga, Departemen Perhubungan menyusun program dan tindakan prioritasnya.
Secara rinci semua yang direncanakan baik berupa “blue print” atau cetak biru, roadmap, dan program Departemen Perhubungan dapat dengan mudah dibaca dalam website Dephub.
Perspektif Keempat :
Ketika masuk dalam jajaran kabinet Indonesia Bersatu, saya menemukan kenyataan program Departemen Perhubungan telah berjalan selama lebih dari 2,5 tahun dari masa lima tahun. Masa sisa waktu adalah 2,5 tahun dan efektifnya mungkin hanya dua tahun karena program di tahun 2009 akan berjalan di tengah suasana Pemilu. Karena itu saya mengambil tema kepemimpinan saya: Continuity and Change. Melanjutkan dan Merubah Fondasi kebijakan, atau Merubah situasi melalui inovasi kebijakan (Policy Innovation). Struktur kebijakan yang kuat dipertahankan, yang lemah dibangun kembali dan yang setengah kuat tapi tidak menyebabkan tercapainya sasaran secara maksimal diperbaiki melalui proses “strengthening” / penguatan di sana-sini.
Proses kesinambungan dan perubahan dilaksanakan dengan kata kunci Menjauhkan Departemen Perhubungan dari proses pendekatan tambal sulam kebijakan. Agar mewujudkan fondasi masa depan yang lebih menjanjikan bagi proses efisiensi aktivitas ekonomi melalui peningkatan kecepatan arus barang dan penumpang yang aman, selamat dan berbiaya kompetitif, seperti yang diamanatkan oleh Bapak Presiden SBY kepada saya.
Departemen Perhubungan telah memiliki Sistim Transportasi Nasional yang berdiri di atas pilar kerjasama dengan pemerintah provinsi melalui cetak biru Tatanan Transportasi Wilayah masing-masing provinsi dan dengan pemerintah kabupaten kota dengan cetak biru Tatanan Transportasi Lokal. Demikian juga telah terwujud peta kebutuhan infrastruktur dan program prioritas pembangunan sarana prasarana perhubungan, yang setiap saat mendapatkan proses updating dari wakil-wakil rakyat yang ada di Komisi V sebagai hasil interaksi dalam kunjungan kerja beliau-beliau di daerah-daerah. Karena itu Rencana Jangka Panjang dan Menengah menggunakan semua cetak biru yang telah terdefinisi dengan baik, dan dilaksanakan secara sistimatis berkesinambungan.
Perspektif Kelima :
Penyelesaian Masalah keselamatan dan keamanan transportasi, dilaksanakan dengan pelbagai pilihan kebijakan yang dituangkan dalam apa yang kami sebut “roadmap to zero accident”. Peta jalan menuju kecelakaan nihil. Mengapa disebut “roadmap to zero accident” dan apakah mungkin kecelakaan bisa ditekan menjadi nihil atau nol ? Dua pertanyaan yang sering ditemui hingga saat ini.
Mungkin analogi yang saya gunakan untuk istilah “roadmap to zero accident” dapat dirujuk pada pola management di Industri Dirgantara Internasional seperti Boeing, Airbus atau General Electric. Mereka menyebutnya sebagai Roadmap to zero defect. Peta jalan menuju kegagalan produksi nihil. Dikenal istilah “Six Sigma”. Dalam 1 juta operasi produksi untuk menghasilkan suatu barang jadi, hanya ada satu toleransi kegagalan. Dengan kata lain, melalui “roadmap to zero accident”, sebagai Bangsa kita harus menemukan mekanisme dan tata cara kerja, agar tercipta sistem angkutan barang dan penumpang yang hanya memberikan toleransi kegagalan terendah untuk setiap juta operasi wahana transportasi. Pada masa kini tingkat kegagalan operasi dan kecelakaan pada sektor transportasi berada pada kisaran angka satu kali dalam 15 – 20 ribu operasi. Karena itu safety harus ditingkatkan menjadi, pada tahap awal, dalam kisaran angka toleransi satu kali kegagalan atau kecelakaan dalam bilangan 100 – 250 ribu operasi. Kemudian dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun ditingkatkan safetynya menjadi toleransi satu kegagalan dalam kisaran 750 ribu – 1 juta operasi. Atau penurunan angka kecelakaan 25 – 30 % setiap tahunnya. Untuk itu harus dibangun kerjasama dan “trust building”, membangun kepercayaan di antara semua pelaku dan pemangku kepentingan untuk saling bersinergi dan bertindak aktif menekan tumbuhnya benih-benih kecelakaan dalam rantai operasi wahana transportasi.
Dengan analogi tersebut saya ingin “key player” industri penerbangan misalnya atau industri wahana transportasi lainnya seperti kereta api, angkutan darat, danau, sungai dan penyeberangan, angkutan laut untuk bersama-sama membuat peta rantai nilai tambah pada setiap jenis manajemen operasi mereka serta menghilangkan benih-benih kecelakaan pada setiap mata rantai tersebut.
Kemudian berdasarkan rantai nilai tambah (value chain of production processes) secara sistimatis berkesinambungan membangun kembali standard kualitas kerja dari organisasi, protokol dan tata cara (SOP) dalam manajemen, kedisiplinan, ketelitian dan kecermatan serta keteraturan dari sumber daya insani yang dikelola, dengan satu sasaran tunggal setiap detik dan setiap hari kerja menghilangkan semua benih potensi kecelakaan dalam setiap mata rantai nilai tambah tersebut. Dalam dunia komputer kita mengenal istilah “wintelism”, yakni untuk bekerja cepat, teliti dan berkualitas tinggi kita harus fokus pada “perangkat lunak” berupa protocol (dalam hal ini Windows) dan pengembangan sistim pengolah keputusan dan tindakan nyata (dalam hal ini processor Intel). Perbaiki dan tingkatkan standard kualitas organisasi melalui pembenahan SOP kemudian gunakan SDM berkualifikasi tinggi (smart human resources).
Perspektif keenam :
Ada Empat fokus pembenahan untuk menuju kecelakaan nihil yakni pada: Pembenahan “Rules and Regulations”. Perbaikan Tata Aturan dan Standard Keselamatan yang sudah tidak sesuai dengan perkembangan teknologi dan manajemen organisasi (Software improvements). Modernisasi dan perbaharui kualitas teknologi sarana dan prasarana transportasi (Hardware modernization and technology innovation). Tata Ulang Protocol Organisasi Operasi Wahana Transportasi dan Regulator untuk Peningkatan kapasitas organisasi dan standard prosedur operasi wahana transportasi (Orgaware restructuring). Tingkatkan Keahlian dan Proficiency serta Profesionalisme Sumber Daya Insani (Humanware Upgrading).
Keberhasilan program “roadmap to zero accident” hanya mungkin terjadi jika dapat diciptakan sinergi di antara regulator dan operator. Kata kuncinya adalah dialog, keterbukaan untuk saling melakukan proses “continuing improvement” dan penerapan proses audit kinerja keselamatan dan keamanan untuk membangun kultur keterbukaan (opennes) dan akuntabilitas. Tidak mungkin ada keberhasilan tanpa kerjasama dari top level manajemen dan pemilik Industri Jasa Transportasi dan pemangku kepentingan lainnya.
Perspektif Ketujuh :
Investasi untuk modernisasi dan peremajaan sarana prasarana perhubungan selalu terbentur oleh “gap di antara ketersediaan anggaran dan kebutuhan dana investasi”. Kekuatan dukungan finansial yang dimiliki negara melalui APBN untuk sektor perhubungan adalah kurang lebih di sekitar angka 15 Triliun rupiah tiap tahunnya. Sedangkan kebutuhan finansialnya adalah 30 Triliun rupiah. Jadi gapnya 50 %. Tidak mungkin dana APBN dipusatkan pada pembenahan infrastruktur perhubungan semata, Indonesia memerlukan pembangunan sektor Pendidikan, Kesehatan dan Pertahanan yang juga amat mendesak.
Dengan perspektif pemikiran untuk menemukan solusi fundamental atas gap kebutuhan dukungan finansial tersebut Bapak Presiden SBY menempuh langkah yang strategis dan berjangka panjang. Beliau memberikan amanat Presiden kepada kementerian perhubungan untuk melaksanakan revisi Undang Undang Perhubungan yakni UU Perkeretaapian, UU Pelayaran, UU Penerbangan dan UU Lalulintas Angkutan Jalan yang sudah berusia 16 tahun. UU Transportasi tahun 1992 yang berlaku saat ini sudah tidak dapat menampung perubahan paradigma kebijakan akibat proses reformasi tahun 1998. Melalui pembahasan yang konstruktif dan dengan semangat untuk melahirkan UU terbaik bagi Bangsa Indonesia, Komisi V DPR RI dalam proses legislasinya telah berhasil membidani kelahiran UU No 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan UU No 17 tahun 2008 tentang Pelayaran. Undang undang tersebut memberikan kesempatan yang terbuka bagi swasta baik nasional maupun asing serta badan usaha milik daerah dan milik negara untuk melakukan investasi dalam bidang sarana dan prasarana. Konsepsi operator tunggal dirombak menjadi multi operator untuk terciptanya kondisi persaingan sehat agar masyarakat dapat dilayani dengan lebih baik.
Demikian pengantar diskusi dari saya, terima kasih perhatiannya.
Salam Hormat,
Jusman SD
| |  |
|
|
|
Tanya/Jawab
Klik pertanyaan untuk melihat jawaban
- Rachmad M Judul : Optimalkan KRL
Jawaban : Saya fikir ada yang perlu dikoreksi jalan berfikirnya. Teori yang.......[read more] Pertanyaan : Pak Jusman yth,
Sebagai suatu bangsa, tentu ada hal-hal yang bersifat internal ada pula yang bersifat eksternal. Bersifat internal karena segala transaksi antara anak bangsa hanya merupakan catatan saja melalui rupiah atau rekening di bank-bank nasional. Dikatakan eksternal karena menyangkut catatan devisa yang merupakan kekayaan bersama seluruh anak bangsa Indonesia.
Berangkat dari pemikiran dasar tersebut, maka saya menjadi sangat heran bahwa Pemerintah Indonesia hingga saat ini belum mampu mengoptimalkan 200 km jalan kereta api di jabotabek dengan pangsa pasar sekitar 12 juta penduduk DKI yang melakukan perjalanan sekitar 30 juta perjalanan perhari.
Jika kita bandingkan dengan Singapore yang hanya punya 89 km panjang rel kereta api mampu melayani 1,2 juta perjalanan, maka setidaknya pembenahan kereta api Jabotabek akan mampu melayani sekitar 3 juta perjalanan. Jika tarif KRL ini 2.500 rupiah saja maka akan terkumpul dana sekitar 7,5 milyar sehari dan jika dalam satu tahun kita ambil 300 hari saja maka akan terkumpul dana sekitar 2,25 Trilyun setahun.
Ini baru perhitungan internal, secara eksternal tentu mengurangi jumlah BBM yang diboroskan dalam kemacetan lalu lintas dan ini akan merupakan devisa yang diperoleh negeri ini.
Menurut pandangan Bapak, kapan negeri ini mulai berpikir ke arah ini, ketimbang berpikir investasi asing yang menyedot rupiah kita terus-menerus seperti wacana kereta bawah tanah yang ternyata akan menjadi beban seluruh anak bangsa karena rupiah yang terus menerus terdevaluasi sepanjang Indonesia Merdeka ?
Jawaban : Saya fikir ada yang perlu dikoreksi jalan berfikirnya. Teori yang menyatakan
kita dapat mengumpulkan uang 7,5 milyar perhari kemudin dikali 300 menjadi
satu tahun pendapatan menjadi 22,5 Triliun pertahun itu terlalu bagus untuk
dipercaya (too nice to be true).Dengan segala rasa hormat saya terpaksa
menyetakanan bahwa didalam cara berfikir tersebut ada benih informasi yang
tersembunyi dan tidak diperhitungkan. Yakni asumsi bahwa dalam pendapatan
yang dihitung tidak ada pengeluaran yang diperhatikan. Asumsinya semua harga
ticket yang terkumpul dapat ditabung dan tidak ada yang dimakan. Dalam
perkalian itu tidak dimasukkan unsur biaya operasi pt kereta api, sebagai
faktor pengurangnya. Misal biaya pegawai kereta api tidak ada, dan juga
biaya listrik sebagai sumber energi kreta api listrik tidak dibayar alias
dikemplang, demikian juga biaya pengelolaan stasiun dstSebagai informasi
kereta api jabodetabek mengangkut 120 juta penumpang tiap tahun atau 400,000
perhari. Jadi kita tidak dapat menggunakan angka 3 juta perhari itu untuk
menyusun feasibility study dengan harga karcis 2500 perticket untuk membuat
investor tertarik dengan return on investmentnya. Saya harap agar ada usulan
yang lebih memperhatikan kaidah kaidah investasi yang berlaku dalam dunia
bisnis untuk memperbaiki kondisi kereta api Jabodetabek seperti yang anda
harapkan
Kita tentu dapat melakukan penyederhanaan persoalan, sebab itu merupakan
anjuran ketika masih bersekolah. Menemukan masalah yang kompleks kemudian
menyederhanakan untuk dibuatkan model solusinya, memang dianjurkan. Tapi
tentu harus ada proses verifikasinya.Dan tentu juga kita harus memahami
tidak semua masalah dapat disederhanakan.
Ide bagus yang boleh dilanjutkan adalah Asing tidak boleh masuk dalam
investasi kereta api. Terus bagaimana ?
Pertanyaan lanjutannya adalah apakah swasta Indonesia punya minat untuk
melakukan investasi ? Apakah perbankan di Indonesia dapat segera mewujutkan
penyaluran kredit untuk pengusaha Indonesia yang melakukan investasi ? Perlu
saya informasikan bahwa untuk pengembangan sarana prasarana perhubungan
asing dapat melakukan investasi dengan kerjasama swasta
Indonesia.Kepemilikan saham asing tidak boleh lebih dari 49 %. Mengapa asing
boleh masuk ? Karena banyak investor Indonesia yang telah melakukan
investasi di negara lain, seperti di China, Kazahstan dan lain sebagainya.
Jadi harus ada azas timbal balik. Orang Indonesia boleh investasi dinegara
orang lain, asing juga dapat masuk ke Indonesia. Melalui mekanisme pembelian
saham di Bursa Effect atau melalui Joint Venture dengan Pengusaha Swasta
Nasional seperti diatur dalam Undang Undang Penanaman Modal. Jadi ada
semacam proses "managed liberalism" suatu proses liberalisasi yang
terkelola. Jangan lupa proses liberalisasi yang terkelola telah dilaksanakan
oleh Indonesia sejak jaman orde baru yang kemudian dilanjutkan dalam masa
reformasi 1998. Jadi kebijakan ini bukan produk pemerintahan SBY JK.Kita
melanjutkan.
Yang tidak dibenarkan adalah Dominasi dan Monopoli Asing.. Terima kasih dan
Mohon maaf jika ada yang keliru.
- Shaukat ally Judul : substitusi energy matahar
Jawaban : Bolehkah anda melakukan presentasi di Dirien Perhubungan Udara, Bapa Budi
Muliawan.......[read more] Pertanyaan : pak jusman yang saya hormati, saya mengembangkan energy matahari dan angin.
setelah saya melihat bandara juanda, cengkareng, ngurah rai dan lainnya. terlihat lampu jalannya sangat banyak dan menggunakan PLN, bagaimana kalau di ganti dengan hybrid angin dan solar sel secara hybrid dengan memakai LED Lamp .keuntungannya, mengurangi energy listrik PLN dan mendapatkan credit carbonnya.dengan swa energy di setiap tower lampu bandara, maka akan menghemat melyard an uang negara. salam
Shaukat Ally 081586033885
Jawaban : Bolehkah anda melakukan presentasi di Dirien Perhubungan Udara, Bapa Budi
Muliawan Suyitno untuk diperlihatkan bahwa temuan dan pengembangan produk
yang anda lakukan memenuhi syarat untuk digunakan. Selamat berkarya bung.
Salam
- Rahadi Marsito Judul : kereta ekspres ke airport
Jawaban : Kereta Bandara akan dikembangkan dengan menggunakan trace yang sudah ada.......[read more] Pertanyaan : Pak Jusman yth,
meneruskan apa yg ditanyakan oleh pak Rachmad M tentang kereta, menurut saya (dan wacana ini sudah sempat muncul), pengadaan jalur kereta ekspress ke Bandara Soekarno Hatta juga perlu ditanggapi lebih lanjut. Semisal jalur kereta ekspress dibuat melanjutkan rute KRL Dukuh Atas - Serpong yang sudah berfungsi baik, sehingga rute kereta ekspres dari Serpong - Bandara akan membantu meningkatkan kemampuan dan keuntungan transportasi publik di Indonesia, khususnya Jabodetabek... Jadi layanan Damri pun juga akan tetap optimal, dan potensi calon penumpang dari Tangerang, Selatan dan Barat Jakarta juga terakomodir... Bagaimanakah tanggapan Pak Jusman tentang hal tersebut?
Terima kasih atas waktu, perhatian dan tanggapan Pak Menteri... Sukses selalu untuk transportasi Indonesia dan Keselamatan transportasi!
Jawaban : Kereta Bandara akan dikembangkan dengan menggunakan trace yang sudah ada dan
menambah 22 km trace baru.Tahap pertama membangun baru untuk dikoneksi
dengan jalur lama. Tahap kedua merenovasi dan memperbaiki jalur lama,
membangun city terminal di Dukuh Atas, dst. Bulan Juli ini tender investasi
akan dibuka. Yang ditender adalah jangka waktu konsesi dan tariff untuk
return on investment. Yang dipilih adalah yang terbaik penawarannya. Syarat
syarat tender dapat diminta di Direktorat Jendral Perkereta apian DepHub.
Nilai investasi diperkirakan 2,2 triliun hingga 3,8 triliun. Tracenya akan
meliwati jalur baru yang masuk ke rencana DKI untuk mengembangkan stasiun di
Pluit yang diperkirakan akan lebih meningkatkan jumlah enumpang sehingga
proyek menjadi lebih feasibel dengan return on investment yang baik. Usul
Bung Rahadi Marsito akan dikaji untuk masuk dalam tahap ketiga tentunya
melalui kerjasama dengan PemDa Provinsi Banten. Salam Hirmat, terima kasih
- arif pitoyo Judul : Cetak biru transportasi I
Jawaban : Saya sering membaca kritik yang menytakan bahwa Departemen Perhubungan tidak
punya.......[read more] Pertanyaan : Selamat siang Pak, saya sebagai masyarakat yang sangat peduli dengan sektor transportasi ingin mengajukan beberapa pertanyaan.:
1. Bagaimana sebenarnya arah kebijakan transportasi di Indonesia, baik di darat, laut maupun udara, karena hingga saat ini pemerintah belum memiliki cetak biru tersebut.
2. Sebenarnya berapa belanja pemerintah dis ektor transportasi setiap tahunnya pak? khususnya untuk tahun ini. Dan berapa nilai bisnis yang berputar di sektor transportasi setiap tahunnya?
3. Sektor transportasi yang mana yang paling menjadi perhatian pemerintah untuk alokasi belanja infrastruktur tersebut?
4. Bagaimana komitmen pemerintah untuk menurunkan tingkat kecelakaan di sektor transportasi? Apa langkah 2 yang telah dan akan dilakukan? dan berapa persen target accident tahun ini?
5. Di sejunmlah sektor perhubungan telah ada liberalisasi. Apakah pemerintah menjamin tidak akan ada perbedaan perlakuan antara BUMN dan swasta di berbagai sektor?
Untuk sementara cukup sekian dulu dari saya, trimakasih
-arif pitoyo
Masyarakat Indonesia
Jawaban : Saya sering membaca kritik yang menytakan bahwa Departemen Perhubungan tidak
punya cetak biru. Pertanyaannya apa benar suatu departemen bekerja tanpa
cetak biru ? Jadi saya harapkan anda dapat mengunjungi website departemen
perhubungan. Saya fikir disana anda dapat menemukan cetak biru yang anda
maksud, kecuali kalau kita ada perbedaan definisi tentang cetak biru. Yang
anda maksud mungkin saja berbeda, untuk itu perlu dialog.
Perlakuan Pemerintah terhadap BUMN tentu sesuai dengan undang undang
ketentuan berlaku, demikian juga pada swasta. Praktek diskriminasi,
perssaingan tidak sehat dan monopoli sudah diawasi oleh KPPU, jadi
pertanyaan penting sekarang apakah swasta memang mau investasi di sektor
perhubungan dengan lahirnya dua undang undang baru Kereta Api dan Pelayaran
yang menurut hemat saya merupakan undang undang terbaik yang telah
dihasilkan oleh DPR da Pemerintah saat ini? Keluhan banyak , hambatan tentu
ada, tetapi bukankah entrepreneur sejati adalah mereka yang mampu mengatasi
hambatan dan kendala ?
Salam hormat
- suciarso dw Judul : Angkutan Masal
Jawaban : Setuju pak. Tapi perlu dicatat pak biaya produksi kini memang.......[read more] Pertanyaan : Angkutan masal di perkotaan memang harus disubsidi pemerintah, shg biaya jadi murah, shg mengurangi penggunaan mobil pribadi. Inilah sifat pemerinatah yg melayani masyarakat. Jangan seperti Depdiknas, biaya sekolah di PT semakin mahal. Setuju ya Pak ?!
Jawaban : Setuju pak. Tapi perlu dicatat pak biaya produksi kini memang berbeda dari 5
tahun lalu. Harga buku dan kertas juga naik, begitu juga harga suku cadang
dan bbm , jadi untuk mendapatkan biaya angkutan kota yang murah dan nyaman,
tidak mudah. Tapi saya setuju jika kita berusaha untuk dibuat lebih efisien
dan murah sehingga penggunaan mobil pribadi menurun. Terima kasih bung.
Salam
- sawung Judul : korupsi di dephub
Jawaban : Saya fikir semua pegawai pemerintah sekarang sangat takut untuk melakukan
korupsi........[read more] Pertanyaan : Bang gimana itu dephub masih penuh korupsi.
Memang saya tau sulit memberantas yang dibawah2 itu, tangan mentri terlalu jauh untuk sampe ke bawah. TApi kalo ga diberantas makin hancur aja daya saing indonesia. Masak biaya transportasi dari thai lebih murah daripada biaya dari lampung.
Jawaban : Saya fikir semua pegawai pemerintah sekarang sangat takut untuk melakukan
korupsi. Bapak Presiden SBY, selalu memberikan instruksi agar para Menteri
pro aktif memberantas korupsi di Departemen masing masing. Selali itu kini
banyak instansi yang telah menangani program pemberantasan korupsi.Ada
Jaksa, KPK,BPKP dan BPK yang mengawasi kerja pegawai negeri. Belum lagi
masyarakat. Jadi Insya Allah Korupsi di Dep Hub juga akan menuju titik
terendah atau Zero. Soal biaya dari Lampung lebih mahal dari ke thailand,
saya kok agak kurang informasi. Pertama yang dibandingkan kilometer,
kemudian beban yang diangkut kalau boleh dibuat sama. Misal angkut telur 12
butir menempuh jarak kilometer yang sama, apakah di thailand dengan
indonesia berbeda, bedanya berapa. Atau angkut beras 1 ton di Indonesia dan
di Thailand sama tidak, kalau Indonesia lebih mahal dimana mahalnya onglos
angkutan atau ongkos lainnya. Sebab kita menginginkan adanya perbaikan dan
tentu memerlukan rincian data informasi agar kebijakan yang diambli tepat
sasarannya. Janganlah kita ambil perbandingan antara harga pisang goreng
dengan ayam goreng tentu beda. Terima kasih atas sarannya, akan diperhatikan
dengan sungguh2 salam hormat.
- Irwan Tampubolon Judul : Libatkan konsumen.
Jawaban : Saya persilahkan anda mengunjungi website DepHub, informasi yang anda
harapkan tersedia.......[read more] Pertanyaan : Pak Jusman yth,
Dalam pertumbuhannya cepat atau lambat transportasi akan pindah dari dunia seller's market (supply policy, eg Indonesia Timur) ke buyer's market (demand policy, eg Indonesia Barat). Dalam konteks perdagangan dunia dan Asean, pergeseran itu semakin cepat. Terlepas apakah pemerintah punya anggaran besar atau kecil, dalam buyer's market kekuatan terbesar ada pada konsumen (perspektif ke 8?). Kekuatan ini bisa (dan sepatutnya) difasilitasi supaya berkontribusi pada perbaikan operator maupun infrastruktur.
Tentu ada berbagai cara. Jangka pendek saya sarankan DepHub membuka seluruh Aturan, Statistik, Hasil Inspeksi, dalam bentuk aslinya untuk ditinjau masyarakat. Berikan saluran khusus kepada publik (Masyarakat Transportasi dll) untuk mengajukan draft Aturan baru, dan menyusun evaluasi mereka sendiri. Tentunya dalam asosiasi publik juga tidak boleh ada monopoli.
Irwan Tampubolon.
Jawaban : Saya persilahkan anda mengunjungi website DepHub, informasi yang anda
harapkan tersedia di website tersebut. Jika anda fikir masih ada yang kurang
cermat dan teliti atau kurang baik anda dapat memberikan rekomendasinya. Dep
Hub sangat mengharapkan usulan terbaik yang kita miliki sebagai Bangsa.
Salam
- Rudikarijanto Judul : proyek bandara
Jawaban : Pasti pemerintah akan sungguh sungguh menggunakan produk dalam negeri. Kita
selalu.......[read more] Pertanyaan : Saat ini untuk aspal di proyek bandara banyak menggunakan aspal ex Shell atau Esso. Aspal ex Pertamina telah dipakai di bandara Juanda dan SM Badaruddin II,kapan lagi pak pakai produksi dalam negeri?
Jawaban : Pasti pemerintah akan sungguh sungguh menggunakan produk dalam negeri. Kita
selalu berharap produk pertamina mempunyai kualitas yang sama dengan produk
Shell atau Esso dan harganya juga kompetitif. Pertamina mempunyai banyak
tenaga ahli yang berkualitas tinggi. Pertanyaannya apakah para ahli
berkualitas tinggi tersebut mempunyai kesempatan yang baik dalam
menghasilkan produk bermutu tinggi. Kita percaya pada tenaga ahli Bangsa
Indonesia, banyak produk yang berkualitas tinggi dihasilkan oleh tenaga
kerja dan expert dari Indonesia.
Salam
- Rosmana Eko Saputra Judul : KRL
Jawaban : Ada beberapa perbaikan yang sudah dilaksanakan oleh PT KAI, Direksi.......[read more] Pertanyaan : Pak Jusman,
KRL merupakan transportasi utama di wilyah Jabotabek. Namun, sering terjadi kendala mulai KRL mogok, wesel rusak, bahkan sampai sinyal juga. Nah, yang lebih penting lagi adalah PTKA tidak punya contigency plan apabila ini terjadi, penumpang dibiarkan menumpuk tanpa informasi atau tindakan yang cepat.
Apakah Dephub tidak turut serta mengatur PTKA dalam hal ini kebijakan mereka? PTKA merupakan satu2nya operator KA di Indoensia dan berbentuk BUMN. Dimana fungsi Dirjen KA kalau selama ini sering bermasalah?
Terima kasih Pak, salam alumni PN juga pak.
Jawaban : Ada beberapa perbaikan yang sudah dilaksanakan oleh PT KAI, Direksi dan PT
KAI sudah melakukan langkah untuk mentransformasikan organsisasi dan
manajemen operasinya untuk meningkatkan daya saing mereka. Dengan UU No 23
tahun 2007, akan lahir operator kereta api selain PT KAI. Jadi mereka harus
berbenah diri. KRL mogok, pasti akan diperbaiki dengan peningkatan kemampuan
perawatan. DepHub telah mengembangkan Depo Depok, Pusat perawatan dan
penyimpanan KRL yang terbaik di Asia Tenggara, PT KAI telah mempunyai
pengalaman tinggi dalam merawat Kereta melalui Balai Yasa yang dimilikinya.
Insya Allah keeta mogok akan berkurang. Ada baiknya anda catat berapa kali
dalam tahun ini KRL mogok dibanding tahun lalu misalnya, apa ada perbaikan
atau tidak ? Kalau wesel rusak dan sinyal yang rusak sedang dibenahi. Ada
kemajuan tapi masih banyak "home work"yang harus dilakukan oleh PT KAI dan
Dirjen Perekereta apian. Karena itu saat sekarang telah dibentuk Tim
Nasional Revitalisasi Kereta Api. Terima kasih perhatiannya. Salam
- EflinMS Judul : Penggunaan Camera
Jawaban : Bukan Camera, melainkan Instrumented Landing Systems (ILS), dimana Pilot
dalam melakukan.......[read more] Pertanyaan : Ysh. Pak Menteri
Melihat situasi dan kondisi panjang runway pesawat di Indonesia berbeda-beda. Masih banyak panjang lintasan yang relatif pendek untuk ukuran pesawat badan besar. Contoh di Solo dan Yogya, panjang landasasan relatif tidak panjang untuk ukuran pesawat ukuran Boing 737 seri 400 dan Airbus A320. Untuk menghindari spekulasi penyebab kecelakaan seperti Lion dan Garuda yang terbakar, sebaiknya Dephub memasang Camera di ujung-ujung dan tengah landasan, untuk memastikan apakah pesawat benar turun dan landing di posisi yang tepat..
Salam
Eflinms
Jawaban : Bukan Camera, melainkan Instrumented Landing Systems (ILS), dimana Pilot
dalam melakukan pendaratan dibimbing oleh instrument untuk menempatkan
pesawat pada posisi yang baik dan benar (precision and guidance through
calibrated instrument). Jikalau pilot dan management bandara mengikuti semua
prosedur baku untuk membimbing dan mengendalikan pesawatnya, Insya Allah
keselamatan dan keamanan penerbangan dapat kita jaga bersama.
Salam
- kristanto santosa Judul : apa sih kendalanya?
Pertanyaan : Transportasi umum yang baik jelas-jelas harus menggantikan kendaraan pribadi di Jakarta. Semua perhitungan, ekonomi, sosial, lingkungan, keamanan dan seterusnya jelas pro transportasi publik. Apakah departemen perhubungan tidak mampu membuat kebijakan yang lebih konkrit, lebih bold, lebih drastis, dan urgent untuk mengurangi kendaraan pribadi dan menambah kendaraan umum yang manusiawi?
- Dodi Apriananta Judul : Kebijakan Transportasi
Pertanyaan : Bisakah kebijakantransportasi dikaitkan dengan kebijakan energi nasional, dimana tujuannya mengurangi pemakaian BBM (yang bersubsidi & mengalihkan subsidinya kepada pengadaaan prasarana transportasi publik (yang nyaman z7 murah).
- Irzal Sulaini Judul : Pembangunan Terminal
Pertanyaan : Pak Jusman.
Saya SI-76, sering bepergian lewat jalan darat terutama di Pulau Sumatera (Sumbar, Sumsel dan lampung). Saya melihat banyak terminal angkutan di Ibukota Kabupaten yang dibangun megah dan mewah dipinggir kota, kemudian tidak terawat dan akhirnya menjadi tempat pemeliharaan sapi dan kambing, karena tidak ada kendaraan yang mau singgah disana. Ada juga yang hanya tempat melintas sambil lewat dari Bus/Angkot, bayar uang lalu pergi .. yang terbaru saya lihat di Merak menjelang Pelabuhan Merak. Apakah kebijakan mibazir seperti tetap diteruskan ??
- Irzal Sulaini Judul : Jembatan Timbang
Pertanyaan : Pak Jusman Yth.
Hampir setiap minggu saya mondar-mandir Jakarta-Lampung, kadang-kadang sampai ke Palembang .. saya rada shock melihat Truk, Trailer, Tronton yang saya yakin beban muatannya melebihi ketentuan sehingga dengan cepat merusak jalan publik. Sebagai fungsi kontrol, ada jembatan timbang disekitar Kalianda, beroperasi siang-malam, tapi saya yakin fungsi jembatan tsb hanya menampung uang setoran gelap, karena tidak satupun kendaraan besar tsb yang kena hukum pelanggaran, bagi truk kecil mereka hanya lewat saja sambil salam tempel dengan petugas, bagaimana ini, apakah akan dibiarkan terus ??
- Rachmad M Judul : Optimalkan KRL (2)
Pertanyaan : Melanjutkan pertanyaan saya pak, dengan 400.000 sehari atau 120.000.000 setahun seperti yang bapak tulis, maka omset nya seharusnya sekitar 300 Milyar setahun dengan harga tiket 2.500 perak. Mungkin karena sistemnya yang acak adul setahu saya omset yang diperoleh hanya sekitar 150 Milyar saja.
Jika dengan personel dan rel yang sama mampu memutar uang 2,25 Trilyun setahun apakan ini tidak menjadi lebih baik bagi perkereta apian kita dan juga taraf hidup karyawan PT. KAI?
- rofiq Judul : transportasi untuk mengat
Pertanyaan : Saya tidak melihat keberpihakan departemen perhubungan terhadap kesenjangan antar daerah dan rakyat miskin, dari perspektif yang ada hanya untuk kepentingan bisnis semata
- Nizar G Bunyamin Judul : Posisi DJU
Pertanyaan : Saya melihat DJU kita terlalu sibuk mencela konsep Low Cost Airline, padahal konsep low cost airline terbukti bagus diterapkan di berbagai negara, low cost airline terbukti menjadi airline dengan cash flow tersehat dan armada terkuat. Low Cost Airline pun menjadi kasus bisnis yang paling menarik yang di bahas di Harvard Bussines School. Saya bingung dengan kebijakan DJU yang saya lihat seringkali menghambat kemajuan Low Cost Airline, Ingat pak Konsep Low Cost Airline itu bukan Low Price Airline. Low Cost Airline itu konsep bisnis pro pasar, yang berarti juga konsep bisnis pro rakyat.
- Nizar G Bunyamin Judul : Akselerator Intermoda
Pertanyaan : Malaysia telah membuat Revolusi Penerbangan melalui Air Asia. Dimulai dengan pemberian Konsesi oleh Dr M kepada Tony Fernandez dengan menjual salah satu BUMN penerbangan dengan Harga 1 ringgit, tentu saja dengan konsekuensi Tony menanggung hutang dari BUMN tersebut. Yang ternyata kemudian bisa lunas dalam satu tahun, Bahkan sekarang Air asia sedang melaju untuk menjadi maskapai penerbangan dengan armada terbanyak dan armada dengan umur termuda.
Potensi brilian di bidang perhubungan sebetulnya sudah dimiliki Indonesia. Cuma saya heran kenapa Pemerintah/Dephub tidak memanfaatkan. Jika Saja Dephub/Pemerintah memanfaatkan Potensi Manajemen kelas dunia yang dimiliki oleh Blue Bird Group, saya yakin Perhubungan indonesia akan mengalami revolusi yang signifikan. Saya yakin pemerintah tidak akan salah pilih jika memberikan konsesi kepada group tersebut. Tapi nampaknya ada sentimen khusus kepada group ini. Apabila grup ini diberi konsesi angkutan masal misal, saya yakin mereka akan memiliki formula yang pas untuk membuat sebuah infra struktur yang self sustainable.Dan bahkan saya berpendapat siapapun direksi dari blue bird, dapat bapak rekomendasikan sebagai mentri perhubungan berikutnya.
- arsiani Judul : pengertian kapal
Pertanyaan : apa pengertian kapal menurut uu. No. 17 tahun 2008
- AUGI Judul : Jalan Tol ACEH-Padang
Pertanyaan : Asslm.Wr.Wb.
Pak Mentri, Sumatra memiliki kekayaan SDA dan perdagangan. Kapankah diwujudkan Pembuatan Jalan Tol, Pipa PAM, Kereta Api, Listrik, Fiber Optik, Pipa MiGas, sepanjang pesisir barat Sumatra dari ACEH-Padang-Bengkulu-Lampung ?
Terima Kasih.
Wass.Wr.Wb.
A U G I
augispot.blogspot.com
- sugeng purwo Judul : Jalur Ka Mati
Pertanyaan : Pak Mentri, PT KA berebcana akan menghidupkan kemali jalur KAMati Panarukan Kalisat...kami sdh cukup lama menunggu Pak...kami sangat butuh KA untuk meningkatkan perekonomian , apa alagi sekarang dipanarukan ada dermaga baru yang sudah dibangun...
kami ingin hidup lebih baik lagi, dan kami yakin dengan dibukanya jalur kembali kehidupam masyarakat akan lebih baik...
Besar harapan kami kepada Bapak,,,kami yakin hanya Bapak yang bisa membantu kami, mengangkat perkonomian kami.
- Ema Sapitri Judul : Devisa Negara
Pertanyaan : Pak, saya mau tanya, (kalau bisa) minta tolong kirim data tentang perbandingan devisa Negara (Indonesia) dari sektor darat dan laut, buat tugas/kegiatan kuliah.
Terima kasih.
- Ali Amrisyam Judul : Transportasi2008 dan 2009
Pertanyaan : Terima kasih Sebelumnya. Ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan kepada Bapak Jusman. Adapun pertanyaan tersebut adalah :
1.Menurut Bpk bagimana peningkatan yang terjadi terhadap keadaan transportasi nasional pada 2008, telah banyak program serisu telah dilakukan seperti pengesahan UU Pelayaran, keberhasilan mengadakan transportasi Lebaran 2008, dan sosialiasi zero accident ?
2. Lalu kemajuan apa saja telah diciptakan ketiga direktorat (Laut, Udara, darat) sepanjang kurun waktu 2008 ?
3. Perkembangan program revitalisasi kereta api kini ?
4. Bagimana kondisi peningkatan keselamatan dan kenyamanan seluruh moda transportasi 2008 ?
5.Tanggapan bpk tentang larangan terbang eropa dan langkah apa saja yang tengah dilakukan kini ?
6. Keuntungan apa yang akan didapatkan setelah program revisi terhadap seluruh UU moda (laut, udara, darat, kereta api) terhadap kemajuan sektor transportasi nasional ?
7. Secara singkat bisa Bpk gambarkan sedikit tentang road map transportasi pada 2009 mendatang ?
- asril Judul : pesawat n250
Pertanyaan : oh ya bapak kapan selesainya pesawat yg asli buatan kita n 250 selesainy
- Trisanti Judul : kapal
Pertanyaan : apa pengertian kapal
Pak Jusman [Menjawab]
HEADLINE BERITA
|
UU PENERBANGAN MULAI DIBAHAS
 Jakarta-Departemen
Perhubungan secara resmi mulai melakukan pembahasan Rancangan
Undang-undang (RUU) Penerbangan dengan Komisi V DPR yang diharapkan
selesai akhir tahun ini. Menteri Perhubungan Jusman Syafii Jamal
menyatakan pihaknya mengharapkan RUU tersebut secepatnya selesai pada
akhir tahun 2008.
“Tapi,
semua tergantung dari mekanisme dan pembahasannya,” katanya seusai
Rapat Kerja dengan Komisi V DPR di Gedung MPR/DPR-RI, Senin (2/6). Ia
menegaskan perubahan UU No 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan merupakan
hal mendesak di antaranya prinsip mengenai pemberian kesempatan kepada
Pemda, BUMD, dan swasta ikut dalam pengelolaan bandar udara dan
mengadopsi berbagai perubahan yang signifikan dari standar
internasional yang baru.
Sumber: www.sinarharapan.co.id     
Posting : Rabu, 25 Juni 2008
Category: Dialog
|
|
DEPHUB DUKUNG PENGHAPUSAN POTENSI KARTEL DI PERKERETAAPIAN DAN PELAYARAN
 Menteri Perhubungan Jusman Syafii menyambut baik permintaan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) agar Dephub berperan lebih aktif, menyikapi kekhawatiran munculnya praktik kartel setelah monopoli di perkeretaapian dan pelayaran paska pengesahan revisi UU di kedua moda transportasi tersebut.
Demikian diungkapkan Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal usai melaksanakan Salat Jumat di gedung Dephub, Jumat (20/6). ”Kami sangat menaruh perhatian terhadap kemungkinan terjadinya praktek kartel itu. Sekarang ini visinya jangan sampai dilepas monopoli tercipta lagi suatu kartel,” kata Menhub.
Sumber: www.dephub.go.id     
Posting : Rabu, 25 Juni 2008
Category: Dialog
|
|
MENHUB: PELANGGARAN TARIF ANGKUTAN UMUM AKAN DITINDAK
Menhub
Jusman Syafii Jamal, katakan pelanggaran kenaikan tarif angkutan umum
akan ditindak secara bertingkat mulai dari Dinas Perhubungan hingga
Departemen Perhubungan.
Terhadap
pelanggaran yang terjadi akan dilakukan bertingkat di Dinas Perhubungan
dan Departemen Perhubungan dan untuk penetapan tarifnya sudah saya
keluarkan hari Minggu kemarin, kata Jusman, di Jakarta, kemarin. Ia
yakinkan tidak ada pemogokan dari pengusaha angkutan umum, kalaupun ada
pemogokan misalnya dari Organda tentu akan merugikan pengusaha itu
sendiri dan juga masyarakat.
Sumber: www.pelita.or.id     
Posting : Rabu, 25 Juni 2008
Category: Dialog
|
|