QB LEADERSHIP CENTER  BERANDA  BERITA RINGKAS  KEPEMIMPINAN  ENTREPRENEURSHIP  INOVASI  RESENSI BUKU  INDUSTRI KREATIF  GAYA HIDUP   OPEN SOURCE   BLOG 
Jum'at, 03 September 2010
 

  PEMERINTAH PERLU LEBIH TEGAS KEPADA MALAYSIA? 
  Share   Konflik di perbatasan Indonesia dan Malaysia kembali meruncing setelah terjadi penangkapan tujuh nelayan Malaysia dan tiga petugas DKP yang sedang bertugas di perairan Kepulauan Riau. Hubungan diplomatik yang sudah terjalin erat antara kedua negara menjadi pertimbangan pemerintah dalam menentukan sikap. Namun tindakan pemerintah dinilai kurang tegas oleh banyak kalangan, sehingga mendorong Malaysia kurang menaruh hormat terhadap batas negara RI. Apakah pemerintah RI perlu bersikap lebih tegas kepada Malaysia?

 
Tambahkan Komentar Anda
New Document
 Nama
 Email
 Pilihan
 Komentar  
Verifikasi captcha
 
 
 
  • abelveirrinia  PRO Senin, 23 Agustus 2010 10:04:24
  • Levitramentos  PRO Ahad, 22 Agustus 2010 23:17:38
  • Tomarough1o  PRO Ahad, 22 Agustus 2010 10:02:10
  • asrpo  PRO Sabtu, 21 Agustus 2010 16:07:09
8  comments   [read more]
 


PRO
 

 

Petugas DKP disandera ketika menjalankan tugas negara

   Narasumber : Fadel Muhammad, Menteri Kelautan

Prinsip saya tetap, yakni mereka (Malaysia) meminta maaf karena itu di wilayah yuridiksi Indonesia. Pemerintah RI tersinggung karena petugas DKP disandera ketika sedang menjalankan tugas negara dan resmi beridentitas. Bahkan, sudah ada konfirmasi bahwa mereka disandera setelah menangkap tujuh nelayan Malaysia yang mencuri ikan di perairan Indonesia. Tidak ada alasan bagi Pemerintah Malaysia untuk menahan petugas kita. (JPNN.com)

  
 
 

Pemerintah harus bersikap tegas

Narasumber : TB Hasanudin, Wakil Ketua Komisi Pertahanan dan Luar Negeri (Komisi I) DPR

Pemerintah harus mengambil tindakan tegas terhadap Pemerintah Malaysia dan pihak kepolisian setempat yang melakukan penangkapan dan penahanan terhadap tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Batas laut Indonesia―Malaysia tengah dalam pembicaraan. Kepolisian Malaysia dinilai tak bisa melakukan penangkapan, apalagi terhadap pegawai pemerintahan. Petugas DKP tidak salah dalam mengidentifikasi. Kita juga sangat menyesalkan provokasi polisi Diraja Malaysia. Ini provokasi yang sangat keras. Komisi I seusai reses ini akan melakukan rapat kerja dengan Kementerian Luar Negeri dan mempertanyakan langkah diplomasi yang telah dilakukan pemerintah.

Kami akan minta pemerintah melakukan tindakan keras dan tegas agar provokasi tidak berlanjut. Pemerintah selama ini terlalu lembek. Jalan diplomasi juga ada gaya keras, kalau perlu gaya provokasi. Langkah diplomasi keras, contohnya, memulangkan Duta Besar Malaysia di Indonesia jika tindakan diplomasi damai tidak diindahkan. Tindakan Malaysia sudah tidak bisa ditoleransi. (Vivanews.com)

  
 

 

TOPIK DEBAT SEBELUMNYA
 
 

SUMMARY DEBAT & KOMENTAR  
 
  • Download Summary Apakah PLTN Tepat untuk Indonesia Saat Ini
  • Download Summary Apakah masyarakat Indonesia sudah cukup berpartisipasi dalam memberantas korupsi?
  • Download Summary Tepatkah Kebijakan Pemerintah untuk Menyensor Internet?
  • Download Summary Tayangan Sinetron di TV Swasta Kita Sudah Berlebihan Sehingga Membodohi Pemirsa?
  • Download Summary Pertumbuhan ekonomi China tidak akan bertahan?
 


CONTRA
 

 

Bisa lewat jalur diplomatik

Narasumber : Djoko Santoso, Panglima TNI

Ini hanya salah paham yang bisa diselesaikan dengan jalur diplomatik. Sampai saat ini, tak ada yang menonjol kecuali penangkapan tiga petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Permasalahan ini bisa diselesaikan oleh pemerintah melalui jalur diplomasi, dan semua sudah dilakukan oleh pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri.

Kita harus hati-hati. Kita pastikan posisi TKP-nya (tempat kejadian perkara) di mana sebelum mengambil langkah. Apalagi menyangkut hubungan diplomasi. (Vivanews.com)

 
 

Ini isu kecil

Narasumber : Dato Syed Manshe Afdzaruddin, Duta Besar Malaysia untuk Indonesia

Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Malaysia tetap bersahabat erat. Ini isu kecil. Ini di tepian saja. Kita di atas rapat (dekat). Hubungan ekonomi, sosial, politik akrab. Pembebasan nelayan dan petugas DKP bukan barter, tapi musyawarah. Kita selesaikan secara persahabatan. (Kompas.com)

Mereka nelayan tradisional, fisherman. Memang mereka begitu, sebelumnya di Selat Malaka mereka begitu sempit. Jadi, ini bukan timbul masalah serobot menyerobot. Mereka hanya nelayan tradisional. Ini nelayan, you know. Nelayan Indonesia juga suka memasuki perairan. Nelayan Indonesia pun masuk ke sana, kita atur begitu juga. (Okezone.com)

 
 

TANGGAPAN ATAS LAPORAN  
  Apakah PLTN Tepat untuk Indonesia Saat Ini
  • Prof. Rinaldy Dalimi
Tepatkah Kebijakan Pemerintah untuk Menyensor Internet?
 
New Document
USULKAN TOPIK DEBAT  
 
Kirimkan ide Anda untuk topik debat selanjutnya. Topik Debat adalah topik yang penting bagi kemajuan Indonesia dan menarik bagi pembaca untuk berpartisipasi menyampaikan pendapatnya. Rangkuman debat akan kami kirim pada pihak yang relevan untuk merealisasikan pendapat-pendapat yang masuk.