 Oleh: Merry Magdalena
Siapa bilang menggunakan Open Source itu sulit? Bagi masyarakat desa
Cihideung, Bandung, ternyata tak ada aral melintang sama sekali.
"Mereka hanya butuh waktu pengenalan sebentar, setelah itu lancar,"
ujar Taru J. Wisnu, Project Manager Balai Informasi Masyarakat (BIM)
Mastel, kepada QB Headlines.
Sebanyak 5 unit komputer di Balai Informasi Masyarakat tersebut
menggunakan sistem operasi Ubuntu sejak 2007 lalu. Pengunjung BIM
Mastel yang terdiri atas masyarakat umum dalam sehari bisa mencapai
10-15 orang. Semuanya tanpa masalah menggunakan Ubuntu.
Taru menjelaskan, saat baru berdiri tahun 2002, Telecenter BIM
Mastel menggunakan sistem operasi propietary seperti mayoritas
telecenter lain saat itu. Baru kemudian tahun 2006 mereka mencoba
program IGOS yang disosialiasikan oleh Kementerian Ristek melalui
Program Warintek. Namun karena keterbatasan support system seperti
driver untuk printer, scanner dan lain-lain, maka tim teknis BIM dari
Mastel yang juga menguasai Open Source mengusulkan sistem operasi
Ubuntu.
Bebas Virus
Pertimbangan kami ketika memutuskan untuk menggunakan open
source adalah karena salah satu layanan BIM adalah warnet yang
dijalankan secara profesional sebagaimana warnet pada umumnya sehingga
komputer menjadi rentan terhadap virus. "Oleh sebab itu tim teknis BIM
yang diketuai oleh Mas Toni dari Mastel memutuskan untuk menggunakan
Open Source yang lebih kebal dari serangan virus," ungkap Taru.
Alasan kedua adalah mengajarkan dan membiasakan masyarakat untuk
menggunakan peranti lunak yang legal dan membuka wawasan mereka tentang software alternatif Alasan ketiga adalah karena mereka percaya bahwa
jika teman-teman di Cihideung bisa menggunakan software Open Source,
maka kemungkinan besar mereka juga bisa mengoperasikan komputer dengan
software lainnya jika diperlukan.
Ubuntu
Ubuntu adalah sistem operasi lengkap berbasis Linux, tersedia secara
bebas dan mempunyai dukungan baik yang berasal dari komunitas maupun
tenaga ahli profesional. "Ubuntu" berasal dari bahasa kuno Afrika, yang
berarti "rasa perikemanusian terhadap sesama manusia". Ubuntu juga bisa
berarti "aku adalah aku karena keberadaan kita semua". Tujuan dari
distribusi Linux Ubuntu adalah membawa semangat yang terkandung di
dalam Ubuntu ke dalam dunia perangkat lunak.
Sistem operasi Ubuntu saat ini mendukung berbagai arsitektur
komputer seperti PC (Intel x86), PC 64-bita (AMD64), PowerPC (Apple
iBook dan Powerbook, G4 dan G5), Sun UltraSPARC dan T1 (Sun Fire T1000
dan T2000).
Ubuntu menyertakan lebih dari 16.000 buah perangkat lunak, dan
untuk instalasi desktop dapat dilakukan dengan menggunakan satu CD
saja. Ubuntu menyertakan semua aplikasi standar untuk desktop mulai
dari pengolah kata, aplikasi spreadsheet hingga aplikasi untuk
mengakses internet, perangkat lunak untuk server web, peralatan untuk
bahasa pemrograman dan tentu saja beragam permainan.
Jika masyarakat desa Cihideung saja tidak gagap dengan Open Source, mengapa masyarakat perkotaan gagap?
foto: dokumentasi BIM Mastel |