|

Desa Segulung adalah salah satu sentra ketela di Madiun, Jatim, dengan produksi ketela bisa lebih dari 10 ton perbulan. Karsiyatun mendorong warga desanya itu untuk mengolah ketela. Dia merasa prihatin banyak hasil panen ketela yang tak terjual. Kalaupun terjual, harganya murah. Berbekal pengetahuan dari neneknya, Karsiyatun mulai mengolah ketela pada 1995. Keripik itu sering dia sajikan untuk para tamu di rumahnya, hingga dia sering mendapat pesanan keripik ketela.
Tak melewatkan kesempatan, Karsiyatun mengembangkan usaha itu dan mengajak ibu-ibu tetangganya membuat keripik ketela. Mereka lalu membentuk kelompok Putri Wilis yang memproduksi 160 kg keripik/bulan dari bahan baku 1,6 ton ketela. Pada 1997, keripik ketela Putri Wilis mendapat izin dari Dinkes Kab. Madiun. "Sejak saat itu, pasar terbuka lebar. Tahun 2000, produk kami sudah menembus toserba," kata Karsiyatun. Keripik ketela mereka sering dipesan para pembeli di Jakarta, Surabaya, Sidoarjo. Bahkan melalui TKI dari Madiun yang hendak ke luar negeri, produk mereka diperkenalkan ke luar negeri. |